Sejarah Letusan Gunung Agung hingga Kini

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 25 September 2017
Sejarah Letusan Gunung Agung hingga Kini

Siluet Gunung Agung di pulau Bali terlihat dari pinggiran pantai Ampenan, Mataram, NTB, Kamis (21/9). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gunung Agung memiliki sejarah panjang. Sejak abad ke-18 gunung tertinggi di Bali tersebut sempat meluluhlantakkan Pulau Dewata. Gunung setinggi 3.142 mbpl itu kini kembali aktif setelah 53 tahun tertidur.

Sejarah erupsi Gunung Agung tercatat pertama kali pada tahun 1808. Pada tahun ini gunung terbesar di Bali tersebut erupsi dan menyemburkan material batu apung dan abu. Kemudian kembali aktif pada tahun 1821 dengan aktivitas erupsi yang tidak terdeteksi.

Erupsi juga terjadi pada tahun 1843 yang didahului oleh gempa bumi yang menyemburkan abu, pasir, dan batu apung. Kemudian erupsi dahsyat terjadi pada tanggal 27 Januari 1963 dengan mengeluarkan awan panas, lontaran batu pijar, hujan abu lebar, serta aliran lava. Letusan Gunung Agung pada tahun 1963 dibagi menjadi lima fase yakni gejala awal, erupsi permulaan, paroksima I dan II.

Pada tahun terakhir ini akibat letusan Gunung Agung sebanyak 1.100 hingga 1.900 jiwa tewas. Seluruh Pulau Bali pada saat itu tertutup awan panas, debu dari letusan Gunung Agung menyebar hingga Singapura. Banyak warga yang diungsikan ke Pulau Sumatera untuk mengantisipasi dampak terburuk akibat letusan gunung pada saat itu.

Setelah tertidur pulas selama 53 tahun, Gunung Agung kembali aktif dengan gejala-gejala yang hampir mirip dengan tahun 1963.

"Tahun-tahun sebelumnya belum pernah terjadi, baru tahun ini saja mengalami peningkatan aktivitas," ungkap Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kasbani di Pos Pantau Gunung Agung, Desa Rendang, Kamis (21/9) lalu.

Kasbani memaparkan bahwa saat ini setiap harinya aktivitas Gunung Agung mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Terpantau dari hari pertama dinaikkan statusnya dari waspada menjadi siaga, tercatat lebih dari seribu kali gempa vulkanik dalam dan dangkal.

"Setiap harinya ini naik terus intensitasnya," tambahnya.

Dampak letusan Gunung Agung akan menyebar ke bagian utara, selatan, barat daya dan tenggara Pulau Bali berdasarkan pengalaman dari tahun 1963. Bagian-bagian tersebut di antaranya mencakupi Desa Selat, Sebudi, Temukus, Dukuh, Buda Keling, Pejeng, Belo dan Pucang yang terkena aliran lava, awan panas, dan gas berbahaya.

Sedangkan daerah yang berpotensi terkena aliran lahar atau banjir, dan terkena perluasan awan panas yakni Mumbul, Subagan, Bebandem, Duda, Muncan, Besakih, hingga ke Desa Sidemen Klungkung.

Pihak Pusat Vulkanologi mengimbau warga setempat untuk segera meninggalkan kawasan zona merah untuk mengantisipasi adanya korban jiwa yang lebih banyak dari tahun sebelumnya.

"Saya mengimbau agar warga tidak beraktivitas dalam radius enam kilometer dari puncak Gunung Agung," tutupnya. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Raiza Andini, kontributor merahputih.com untuk wilayah Bali dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Wisatawan Asing Nekat Masuk Zona Merah Gunung Agung

#Gunung Agung #Bali
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pertamina Klaim Kondisi di Bali Bakal Normal, Targetkan Stok 48 Juta Liter
Dalam tiga hari terakhir, yakni 13-15 Oktober, penyaluran Pertalite ke SPBU mencapai rata-rata 3 juta liter per hari.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 17 Oktober 2026
Pertamina Klaim Kondisi di Bali Bakal Normal, Targetkan Stok 48 Juta Liter
Berita
Aturan Ganjil Genap Pertalite di Bali, Mobil Maksimal 20 Liter dan Motor 3 Liter
Ganjil genap pembelian Pertalite di Bali berlaku 17–19 Oktober 2026. Simak jadwal pelat nomor, batas pembelian mobil dan motor, serta stok BBM.
ImanK - Sabtu, 17 Oktober 2026
Aturan Ganjil Genap Pertalite di Bali, Mobil Maksimal 20 Liter dan Motor 3 Liter
Indonesia
Pertamina Kirim 20 Juta Liter Pertalite Amankan Ketersediaan BBM di Bali
Penguraian antrean BBM tersebut juga didukung oleh penguatan pasokan melalui jalur laut yang tiba pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Pertamina Kirim 20 Juta Liter Pertalite Amankan Ketersediaan BBM di Bali
Indonesia
Warga Bali Antre Beli BBM, Gubernur Koster Tegaskan Tidak Ada Pengurangan Kuota
Keterlambatan distribusi sehari mempengaruhi pasokan BBM yang ada di setiap SPBU.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Warga Bali Antre Beli BBM, Gubernur Koster Tegaskan Tidak Ada Pengurangan Kuota
Indonesia
Atasi Kelangkaan di Bali, Pertamina Kirim Kapal Tangker Isi 57,9 Juta Liter BBM
Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan kedatangan kapal tanker secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026 melalui Terminal Manggis dan Terminal Sanggaran.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Atasi Kelangkaan di Bali, Pertamina Kirim Kapal Tangker Isi 57,9 Juta Liter BBM
Indonesia
Antrean BBM Makin Parah, Bali Tetapkan Kerja dan Belajar dari Rumah 3 Hari Mulai Besok
Pemprov Bali berlakukan WFH dan sekolah daring 15-17 Oktober 2026 imbas antrean BBM. Simak aturan selengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Oktober 2026
Antrean BBM Makin Parah, Bali Tetapkan Kerja dan Belajar dari Rumah 3 Hari Mulai Besok
Indonesia
Antrean Beli BBM di Bali Rugikan Warga dan Pariwisata Pulau Dewata
Kondisi tersebut, merugikan aktivitas ekonomi masyarakat dan tidak sejalan dengan posisi sebagai destinasi pariwisata internasional.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Antrean Beli BBM di Bali Rugikan Warga dan Pariwisata Pulau Dewata
Indonesia
Warga Bali Antre Beli BBM, Koster Meminta Masyarakat Tidak Panik
Penambahan pasokan dan percepatan penyaluran diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan serta memulihkan pelayanan pengisian BBM bagi masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Warga Bali Antre Beli BBM, Koster Meminta Masyarakat Tidak Panik
Indonesia
BBM Langka di Bali, Gubernur Koster Sebut Warga Panik Takut Kehabisan
. Warga berbondong-bondong mengisi BBM secara bersamaan sehingga pasokan di sejumlah SPBU cepat habis.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
BBM Langka di Bali, Gubernur Koster Sebut Warga Panik Takut Kehabisan
Travel
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dengan cara tak biasa, Wayan memutuskan membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Bagikan