MerahPutih.com - Warga di Bali saat ini harus antre untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di berbagai SPBU. Kondisi kelangkaan pasokan ini telah membuat warga Bali menderita karena waktunya habis untuk antre padahal Bali merupakan Kawasan wisata di Indonesia.
Gubernur Bali Wayan Koster mengklaim kondisi pariwisata Bali masih aman di tengah antrean bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Sejauh ini pariwisata aman,
kata Koster.
Koster tak menampik fakta bahwa ketidaklancaran distribusi BBM berpengaruh terhadap aktivitas warga Pemerintah daerah dan Pertamina saat ini memprioritaskan kelancaran distribusi dan pelayanan BBM agar aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih jauh.
Belum dihitung ya, tentu saja ada dampak. Ya, karena mengurangi aktivitas. Jadi, mari kita fokus mengatasi agar distribusi dan layanan BBM ini lancar dulu,
katanya saat ditanyai terkait dampak ketidakstabilan BBM.
Ia menegaskan, antrean kendaraan di sejumlah SPBU masih menjadi perhatian pemerintah. Salah satu penyebab terganggunya distribusi BBM adalah keterlambatan kapal pengangkut BBM yang membawa 18 juta liter.
Kapal tersebut seharusnya bersandar pada Minggu (11/10/2026) pukul 06.30 WITA, tetapi baru dapat bersandar sekitar pukul 22.00 WITA. Keterlambatan itu menyebabkan penyaluran BBM ke depo tidak berjalan sesuai jadwal,
katanya.
Kuota BBM di Bali diklaim juga normal jika tidak ada kendala dalam distribusi. Keterlambatan distribusi sehari mempengaruhi pasokan BBM yang ada di setiap SPBU.
Ketika penyaluran tertunda selama satu hari, maka akibatnya besoknya itu harus diatasi dua kali,
katanya.
Saat ini, proses pemulihan tidak dapat dilakukan sekaligus karena jumlah armada mobil tangki dan tenaga kerja yang tersedia tetap terbatas. Karena itu, distribusi BBM kepada SPBU dilakukan secara bertahap dan tidak ada pengurangan kuota BBM untuk Bali. (*)