KPK Rahasiakan Calon Internal Pengganti Dirdik Brigjen Aris Budiman

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 01 Agustus 2018
KPK Rahasiakan Calon Internal Pengganti Dirdik Brigjen Aris Budiman

Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol Aris Budiman saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK (ANTARA FOTO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MetahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan seleksi calon Direktur Penyidikan baru pengganti Brigadir Jenderal Aris Budiman. Sampai tahap wawancara dengan pimpinan KPK, sudah ada lima calon yang dinyatakan lolos.

"Calon direktur penyidikan sampai tahap wawancara total 5 orang, 3 dari Polri, 1 Kejaksaan dan 1 internal KPK," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (1/8).

febri
Jubir KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)

Febri menjelaskan, lima calon yang lolos tahap wawancara di antaranya tiga anggota Polri yakni, Arief Adiharsa, Yudhiawan, dan R Z Panca Putra. Sedangkan dari unsur Kejaksaan yaitu Yudi Kristiana. Namun, Febri enggan menyebut nama calon dari internal KPK.

"Tahap akhir tes sudah dilakukan kemarin, yaitu tes wawancara. Para kandidat langsung diwawancarai oleh lima pimpinan KPK," jelas Febri.

Menurut Febri, setelah ini pimpinan KPK bakal menggodok lebih lanjut lima nama yang lolos hingga tahap wawancara itu. Rekam jejak para calon juga akan menjadi pertimbangan Agus Rahardjo Cs sebelum mengambil keputusan.

"Pimpinan KPK akan mempertimbangkan dan membahas bersama kandidat yang tepat dengan memperhatikan rekam jejak masing-masing calon," ucap Febri.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Proses seleksi calon Direktur Penyidikan KPK ini telah dilakukan sejak akhir Mei 2018. Para calon harus mengikuti seleksi administrasi, tes potensi, asesmen kompetensi/bahasa Inggris, dan tes kesehatan.

Sebelumnya, KPK gagal mendapatkan nama calon Direktur Penyidikan lewat seleksi yang dilakukan beberapa bulan lalu.

Menurut Ketua KPK Agus Rahardjo, dari sejumlah nama yang mendaftar dan mengikuti seleksi posisi Dirdik KPK, tidak ada yang sesuai dengan kompetensi yang diinginkan lembaga antirasuah.

"Tidak ada yang sesuai dengan kompetensi yang kita inginkan. Baik dari internal maupun polisi," ujar Agus beberapa waktu lalu.

Brigjen Aris Budiman (MP/Ponco)

Seleksi tersebut dilakukan untuk mencari pengganti Brigadir Jenderal Aris Budiman yang bakal ditarik kembali ke Polri. (Pon)

#KPK
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
KPK resmi menetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus suap pejabat Bea Cukai Kemenkeu. Simak update selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
Indonesia
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
KPK menggeledah kantor DLH Klaten pada Kamis (29/10). Penyidik KPK membawa dua koper berisi barang bukti.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
Indonesia
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Ruwiya mengaku belum memperoleh informasi secara lengkap mengenai barang atau data yang dibawa tim KPK dari kantor tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Indonesia
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Di tengah kegiatan penggeledahan, aktivitas pelayanan dan pekerjaan pegawai di kantor tersebut masih berlangsung.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Indonesia
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
KPK masih merahasiakan jadwal pemanggilan ketiga Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB Summarecon Bogor. Cek info selengkapnya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Indonesia
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Sestama BNPB Rustian kembali diperiksa KPK terkait dugaan korupsi dana siap pakai penanganan bencana usai sempat dilepas saat OTT. Cek faktanya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Indonesia
Usul Cerdas KPK di RUU Perampasan Aset: Harta Pejabat di Luar LHKPN Bisa Dirampas Negara
KPK mengusulkan RUU Perampasan Aset agar berwenang menyita harta pejabat yang tidak dilaporkan di LHKPN. Simak ulasan dan fakta hukum lengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Usul Cerdas KPK di RUU Perampasan Aset: Harta Pejabat di Luar LHKPN Bisa Dirampas Negara
Berita Foto
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Tersangka Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WBE) Suhendrik, usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 23 Oktober 2026
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Indonesia
Geledah Kantor BPK dan 2 Rumah di Jateng, KPK Menyita Uang Diduga Hasil Korupsi
Kasus tersebut bermula ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan dengan menangkap Hamenang, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Jawa Tengah
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Geledah Kantor BPK dan 2 Rumah di Jateng, KPK Menyita Uang Diduga Hasil Korupsi
Bagikan