Headline

KPI Jangan Loyo, Harus Berani Tindak Setiap Pelanggaran

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 15 November 2017
KPI Jangan Loyo, Harus Berani Tindak Setiap Pelanggaran

Komisi Penyiaran Indonesia (MP/Eddy Flo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kewenangan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menurut anggota DPD Bambang Sadono harus diperkuat jika merujuk pada revisi Undang-Undang Nomor 32/2002 tentang Penyiaran.

"Kewenangan KPI kan diprotoli semua, institusinya menjadi semakin loyo. Ini kaitannya dengan prinsip penyiaran, yakni membentuk badan pengatur yang independen," kata Bambang Sadono senator asal Jawa Tengah itu di Semarang, Rabu (15/11).

Hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara pada diskusi bertajuk "Gonjang-Ganjing Revisi RUU Penyiaran" yang berlangsung di Auditorium Fakultas Ilmu Sosiald an Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro Semarang.

Mantan Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu melihat selama ini KPI tidak banyak berperan mewakili kepentingan masyarakat, seperti tidak bisa menindak berbagai pelanggaran yang dilakukan lembaga penyiaran.

"Saya melihat KPI tidak banyak berperan mewakili kepentingan masyarakat. Banyak pelanggaran yang dilakukan lembaga penyiaran, tetapi diam saja. Sebagai contoh, bagaimana monopoli yang sudah terjadi sekarang ini," katanya.

Diakuinya, dunia penyiaran sekarang ini memang sedemikian berkembang dan tidak lagi terkekang sebagaimana zaman Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto yang sedemikian ketat mengatur aktivitas penyiaran.

"Misalnya, dulu kalau mau mendirikan radio swasta tidak bisa kalau tidak ditandatangani Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI). Sementara Ketua PRSSNI saat itu dipegang Mbak Tutut (putri Soeharto)," kata Bambang Sadono sebagaimana dilansir Antara.

Kemudian, Ketua Badan Pengkajian (BP) MPR RI itu menambahkan penyiaran harus menghormati budaya lokal seiring semangat otonomi daerah, membangun sistem penyiaran berjaringan, dan membentuk badan pengatur yang bersifat independen.

"Revisi UU Penyiaran dilakukan dengan tetap berpegang itu. Penyiaran Indonesia harus belajar. Jangan sampai, keluar dari mulut singa, masuk ke mulut buaya. Singa itu otoriterisme pemerintah, buaya adalah ambisi kelompok bisnis," katanya.

Mengenai polemik penerapan sistem "single mux" (multiplekser) dan "multi mux" dalam pembahasan revisi UU Penyiaran, Bambang tidak memihak salah satunya, tetapi yang terpenting adalah kepentingan publik jangan sampai dirugikan.

Kepentingan publik harus dilindungi, kata dia, sebab yang dihadapi dalam dunia penyiaran adalah modal besar dengan profesionalisme yang kuat sehingga publik harus dilindungi agar tidak menjadi korban besarnya investasi dan pesatnya teknologi.

"Orientasi saya cuma satu. Apapun pengaturannya, kepentingan publik tidak boleh dirugikan. Soal single atau multi, yang penting didampingi dan dilakukan lembaga independen. Saya lebih setuju kalau kewenangan KPI diperbesar lagi," pungkasnya.(*)

#KPI #Teguran KPI #DPD RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Sidang Paripurna Luar Biasa ke-2 DPD Bahas RUU tentang APBN TA 2027
Sidang Paripurna Luar Biasa ke-2 DPD Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 16 September 2026
Sidang Paripurna Luar Biasa ke-2 DPD Bahas RUU tentang APBN TA 2027
Indonesia
BKD DPD Panggil Senator Bali, Bawa Ajudan TNI ke Kontes Transgender Thailand Bakal Dicecar
BK DPD memanggil senator Bali Arya Wedakarna. Isu pendampingan TNI juga akan ditelaah untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran etik.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
BKD DPD Panggil Senator Bali, Bawa Ajudan TNI ke Kontes Transgender Thailand Bakal Dicecar
Indonesia
Ketua DPD Ungkap Duri dalam Transformasi Ekonomi Era Presiden Prabowo
Persoalan-persoalan tersebut menjadi tantangan yang harus diatasi untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Ketua DPD Ungkap Duri dalam Transformasi Ekonomi Era Presiden Prabowo
Indonesia
Ketua DPD Apresias Swasembada Pangan Kurang dari 2 Tahun, Mimpi Lama Jadi Nyata
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengatakan pemerintahan Prabowo-Gibran telah menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada kemandiran ekonomi nasional.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Ketua DPD Apresias Swasembada Pangan Kurang dari 2 Tahun, Mimpi Lama Jadi Nyata
Indonesia
Komeng Sampaikan Harapan dari Pidato Presiden Prabowo: yang Penting Minta Juara Satu
Dia berharap pemerintah terus memikirkan kepentingan rakyat.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Komeng Sampaikan Harapan dari Pidato Presiden Prabowo: yang Penting Minta Juara Satu
Berita Foto
DPD Gelar International Green Youth Leaders Summit 2026, Dorong Aksi Iklim Generasi Muda
Ketua DPD Sultan Baktiar Najamudin (tengah) membuka The International Green Youth Leaders Summit (IGYLS) 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 08 Juli 2026
DPD Gelar International Green Youth Leaders Summit 2026, Dorong Aksi Iklim Generasi Muda
Berita Foto
DPD RI Terima Delegasi Rusia, Bahas Pengembangan PLTN di Indonesia
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin bersama Direktur Jenderal Badan Antariksa Rusia Alexey Likhachev (kiri) saat pertemuan di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 02 Juli 2026
DPD RI Terima Delegasi Rusia, Bahas Pengembangan PLTN di Indonesia
Berita Foto
Rapat Paripurna DPD RI Setujui Pembentukan Pansus Papua
Ketua DPD Sultan Baktiar Najamuddin menerima dokumen dari Anggota DPD dalam Rapat Paripurna DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 22 Mei 2026
Rapat Paripurna DPD RI Setujui Pembentukan Pansus Papua
Indonesia
Kasus Pembunuhan Nus Kei Naik ke Penyidikan, 2 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Status kasus pembunuhan Ketua DPD Golkar Maluku Utara, Nus Kei, naik ke penyidikan. Kedua pelaku terancam hukuman mati.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
Kasus Pembunuhan Nus Kei Naik ke Penyidikan, 2 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Berita Foto
Wakil Ketua DPD Yorrys Raweyai Desak Pemerintah Segera Tuntaskan Konflik Papua
Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai, menyampaikan keterangan soal kondisi Papua, saat konferensi pers, di Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 21 April 2026
Wakil Ketua DPD Yorrys Raweyai Desak Pemerintah Segera Tuntaskan Konflik Papua
Bagikan