KPAI Temukan Fakta Baru Terkait Buku SD Kemendikbud
Komisioner KPAI Retno Listyarti. (MP/Fadhli)
MerahPutih.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan fakta baru terkait penerbitan buku SD yang memuat Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengungkapkan setelah mendapat laporan dari masyarakat dan keterangan dari pihak penerbit ternyata buku panduan SD kelas VI itu sudah dipergunakan selama 8 tahun.
"Buku-buku ini sudah diterbitkan cukup lama, yaitu antara 2009 atau 2010, artinya sudah dipergunakan sebagai pembelajaran," kata Retno dalam keterangan tertulis yang diterima Merahputih.com di Jakarta, Jumat (15/12).
Anehnya, kata dia, buku-buku tersebut lolos dari penilaian tim Pusat Perbukuan Kemdikbud pada tahun 2009.
"Buku-buku tersebut diterbitkan secara resmi oleh negara, dalam hal ini adalah oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, tahun 2009," kata dia.
Penerbit hanya memperbanyak cetakan dan dijual. Sayangnya, dalam proses edit dan penilaian masih sangat lemah.
Untuk itu, lanjut Retno, KPAI akan menjalin komunikasi lanjutan dengan pihak Kemdikbud guna mencari solusi tepat. "Kami akan mempertimbangkan untuk berkoordinasi dan meminta keterangan dari pihak Kemendikbud juga untuk mencari solusi bersama," tandasnya.
Sebelumnya, publik dihebohkan dengan penemuan buku ajar IPS kelas VI SD yang mencantumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Hal itu mengemuka menyusul pernyataan kontroversial presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
Indonesia Gabung Badan Internasional Trump, Prabowo Dinilai Sedang Cari Celah untuk Bela Palestina
Gerbang Rafah Pintu Masuk Gaza dari Mesir Kembali Dibuka 2 Arah
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Nyatakan Indonesia siap Berperang Melawan Israel
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Presiden Trump Larang Warga 8 Negara Masuk AS, Termasuk Laos dan Palestina
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah