Jumlah korban ledakan di stasiun bawah tanah di St Petersburg bertambah. Dilansir Times of India, Selasa (4/4) jumlah korban tewas menjadi 11 orang sedangkan 45 lainnya mengalami luka-luka.
Presiden Vladimir Putin yang sedang berada di kota itu menyempatkan diri mengunjungi lokasi ledakan dan meletakkan karangan bunga.
Sebelumnya, terjadi ledakan di terowongan kereta bawah tanah, Saint Petersburg, Rusia, Senin (3/4), pukul 14.40 waktu setempat.
Kantor berita Interfax menyampaikan, ledakan itu dicurigai berasal dari bahan peledak yang disembunyikan di dalam koper.
Menurut seorang narasumber yang disembunyikan jatidirinya, kamera pengawas menangkap gambar yang disebut otak peledakan saat Presiden Vladimir Putin mengunjungi kota tersebut.
Untuk membaca berita sebelumnya terkait teror ledakan di stasiun kereta bawah tanah St Petersburg baca juga: Sembilan Tewas akibat Ledakan di Terowongan Kereta Bawah Tanah Rusia