Konsep Ekonomi Hijau dan Digital Versi Jokowi di IKN

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 12 Agustus 2024
Konsep Ekonomi Hijau dan Digital Versi Jokowi di IKN

Presiden Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno dan Presiden terpilih Prabowo Subianto di IKN.(foto: dok YouTube Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN Joko Widodo menargetkan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi pusat ekonomi hijau dan digital di Indonesia. Jokowi mengatakan pusat ekonomi hijau, ekonomi digital, pusat data nasional, hingga pusat keuangan bakal dibangun di sana.

"Ini yang akan iringi pemerintahan di Ibu Kota Nusantara," tegas Jokowi saat membuka sidang perdana kabinet di IKN, dikutip dari kanal YouTube Setpres, Senin (12/8). Jokowi menekankan perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara bukan hanya perpindahan fisik. Lebih jauh daripada itu, perpindahan ini merupakan perubahan pola pikir hingga pola kerja.

"Kepindahan ke iKN ini juga sering saya sampaikan bukan pindah fisiknya saja yang penting, melainkan pindah pola pikir kita, mindset kita, pindah pola kerja kita. Bisa bekerja dari mana saja," beber Jokowi.

Cara-cara berkehidupan yang lebih ramah lingkungan juga akan diterapkan di ibu kota baru. Mobilitas di IKN nanti semuanya memakai kendaraan listrik dan energinya juga energi hijau. Lebih jauh, struktur bangunan di sana telah menerapkan asas green building. Aksesibilitasnya juga diprioritaskan untuk pejalan kaki dan pesepeda.

Baca juga:

55 Investor Sudah Masuk IKN, Jokowi Beberkan Bidang Usaha Mereka



"Nusantara dibangun dengan konsep forest city, kota hutan, kota yang penuh dengan hijauan, bukan kota beton, bukan kota kaca," kata Jokowi.

IKN yang berlokasi di Kalimantan Timur itu bahkan akan ditopang teknologi canggih. "Juga smart city, kota yang ditopang dengan teknologi dengan setiap aktivitas kotanya. Selain itu, liveable city kota yang nyaman ditinggali," tutur dia.

Dia menegaskan tak semua negara bisa melakukan hal seperti Indonesia membangun ibu kota baru dari nol. Jokowi mengklaim Indonesia memiliki kemampuan untuk itu, sedangkan negara lain belum tentu.

"(Indonesia) Membangun yang dimulai betul-betul dari nol," tegas Jokowi.(knu)


Baca juga:

Jokowi Sebut Udara di IKN Bersih, Ingin Wapres hingga Menteri Merasakannya

#IKN Nusantara #Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ni menegaskan pihaknya akan hadiri sidang asalkan surat panggilan diterima.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Indonesia
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Jaksa akan memanggil Jokowi dan Syarif di persidangan pada Kamis (5/11).
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Jaksa akan menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo pekan depan. Roy menyebut kehadiran mantan presiden itu telah lama dinantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Indonesia
Karhutla Mulai Ancam Kawasan IKN, Polri Kerahkan 100 Personel Brimob
Pengerahan pasukan tersebut dilakukan di tengah upaya penanganan karhutla di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Karhutla Mulai Ancam Kawasan IKN, Polri Kerahkan 100 Personel Brimob
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Bagikan