Konsekuensi Hukum Kaesang Jika Menjadi Pengklarifikasi atau Pelapor Gratifikasi

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 17 September 2024
Konsekuensi Hukum Kaesang Jika Menjadi Pengklarifikasi atau Pelapor Gratifikasi

Kaesang Pangarep kunjungi KPK. (Foto: Dok. PSI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Eks Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan ada perbedaan konsekuensi hukum antara klarifikasi dan pelapor gratifikasi.

Hal itu disampaikan Febri ketika menyoroti anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep yang diduga menerima gratifikasi berupa fasilitas jet pribadi.

“Konsekuensi hukumnya berbeda antara lapor gratifikasi dan klarifikasi saja,” ujar Febri dalam akun X-nya @febridiansyah, dikutip Selasa (17/9).

Menurutnya, Kaesang bakal diberikan perlindungan hukum dan tak bisa diproses apabila datang sebagai pelapor sesuai Pasal 12C UU 20 th 2001 (UU Tipikor).

Baca juga:

Jubir Kaesang: Biar KPK Tentukan Jet Pribadi Gratifikasi Atau Tidak

“Pelapor diberikan perlindungan hukum tidak bisa diproses atau dibebaskan dari pidana gratifikasi (Pasal 12 B). Batas waktu 30 hari kerja atau maksimal 30 September 2024,” tuturnya.

Ia menilai Kaesang dan istrinya Erina Gudono, bahkan penyelenggara yang memberikan fasilitas tersebut bisa diuntungkan dengan apapun hasil keputusan KPK.

“(Karena) Satu, tidak bisa diproses dengan pidana gratifikasi. Dua, bisa jadi pembelajaran ke depan, apakah penerimaan sperti itu boleh atau tidak boleh,” kata dia.

Ia mengutip bunyi Pasal 12 B dan C UU Tipikor yang menyebut konsekuensi (perlindungan) hukum jika ada pelaporan gratifikasi, termasuk batas waktu dan kewajiban KPK memproses gratifikasi.

“Jadi, ada konsekuensi hukum yang positif untuk Kaesang, Isteri, dan pejabat terkait jika Kaesang datang untuk pelaporan gratifikasi,” ucapnya.

Baca juga:

PSI Sebut Kaesang Tak Wajib Lapor KPK Terkait Gratifikasi

Akan tetapi, Febri menilai pasal tersebut tidak berlaku apabila Kaesang menjadi pihak yang melakukan klarifikasi. Febri menerangkan direktorat gratifikasi punya fungsi yang sama dengan pengaduan masyarakat (Dumas) sebagai pemeriksa.

Oleh sebab itu, ia mempertanyakan sejauh mana KPK masuk dalam tahapan verifikasi serta pengumpulan data dan informasi.

“Jika sudah pul info, berarti pengaduan sudah disetujui untuk tindak lanjut. Jika masih verifikasi, belum,” jelasnya.

Meski Kaesang bukan penyelenggara negara, Febri menilai analisa terkait penerimaan gratifikasi atau bukan seharusnya tetap menjadi tugas KPK.

“Tapi kan Kaesang bukan penyelenggara negara? Benar, namun sebaiknya analisis sperti itu biarkan jadi tugas KPK,” tandasnya. (Pon)

#Kaesang Pangarep
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua PDIP Jateng: Kami di Jalan Menuju Kemenangan
PDIP tidak melihat rencana Kaesang sebagai sesuatu yang perlu ditanggapi secara khusus.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua PDIP Jateng: Kami di Jalan Menuju Kemenangan
Indonesia
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Ia menyebut ini menjadi hal yang positif bagi kerja-kerja politik di Dapil Jateng 5 khususnya di Solo dan Jawa Tengah
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Indonesia
Kaesang Maju di Pileg Solo 2029, Ganjar: itu Hak Politik Setiap Warga Negara
Ganjar Pranowo merespons rencana Kaesang Pangarep yang maju di Pileg Solo 2029. Ia mengatakan, siapa pun boleh maju.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Maju di Pileg Solo 2029, Ganjar: itu Hak Politik Setiap Warga Negara
Indonesia
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bahkan kawasan kerap mendapatkan julukan sebagai daerah pemilihan terketat mengingat keberadaan sejumlah figur politisi berbobot tinggi
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Indonesia
Duel Politik Kaesang vs Puan di Dapil V Jateng, Anak Jokowi Buka-bukaan Taktik
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep resmi maju DPR 2029 di Dapil V Jateng. Potensi head to head dengan Puan Maharani, putri Megawati, jadi sorotan.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Duel Politik Kaesang vs Puan di Dapil V Jateng, Anak Jokowi Buka-bukaan Taktik
Indonesia
Kaesang si Bungsu Jokowi Incar Kursi DPR 2019, Maju Lewat Dapil V Jateng
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep resmi maju Pileg DPR RI 2029 dari Dapil V Jateng. Fokus utama Kaesang adalah menggarap suara dari Kota Solo, basis keluarga Jokowi.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kaesang si Bungsu Jokowi Incar Kursi DPR 2019, Maju Lewat Dapil V Jateng
Indonesia
Jokowi Tiba di Lampung, ‘Turun Gunung’ Panaskan Mesin Politik PSI untuk Pemilu 2029
Ia dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Tulang Bawang sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan di daerah lainnya.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Jokowi Tiba di Lampung, ‘Turun Gunung’ Panaskan Mesin Politik PSI untuk Pemilu 2029
Indonesia
Daya Magis Jokowi Sukses Dongkrak Citra Positif PSI, Partai Anak Muda Tapi Rasa Mantan Presiden
Hasil studi mengonfirmasi bahwa arus perpindahan sentimen positif dari figur personal menuju institusi partai, khususnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
Daya Magis Jokowi Sukses Dongkrak Citra Positif PSI, Partai Anak Muda Tapi Rasa Mantan Presiden
Indonesia
PSI Tata Struktur Jelang Pemilu 2029, Bidik Sulsel sebagai 'Kandang Gajah'
Konsolidasi struktur penting untuk menyatukan pemahaman kader mengenai arah dan visi partai di masa depan.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Januari 2026
PSI Tata Struktur Jelang Pemilu 2029, Bidik Sulsel sebagai 'Kandang Gajah'
Indonesia
Kaesang Yakin PSI Bisa Rebut Jateng dan Bali dari PDIP, Pengamat Sentil Terlalu Berkhayal dan Bermimpi
Faktanya, kedua wilayah itu sudah kuat menjadi kandang PDIP.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Januari 2026
Kaesang Yakin PSI Bisa Rebut Jateng dan Bali dari PDIP, Pengamat Sentil Terlalu Berkhayal dan Bermimpi
Bagikan