Konflik Timur Tengah, AS Untung karena Ekspor Minyak ke Indonesia

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 03 Maret 2026
Konflik Timur Tengah, AS Untung karena Ekspor Minyak ke Indonesia

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (ANTARA/Putu Indah Savitri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH mengalihkan pasokan energi untuk mengurangi risiko gangguan impor dari Timur Tengah, setelah penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi perang Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Langkah ini ditempuh untuk menjaga kepastian pasokan energi dalam negeri di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan jalur Selat Hormuz yang dilintasi sekitar 20,1 juta barel minyak per hari memang berdampak terhadap perdagangan energi dunia. Namun, porsi impor minyak mentah Indonesia dari kawasan tersebut relatif terbatas.

Bahlil mengatakan porsi impor minyak mentah (crude) Indonesia dari Timur Tengah yang melewati jalur itu disebut hanya sekitar 20-25 persen dari total impor crude.

“Selebihnya kita ambil dari Afrika, dari Angola, dari Amerika, kemudian dari beberapa negara lain seperti Brasil,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).

Baca juga:

Iran Bersumpah akan Tembaki Kapal yang Melintas Selat Hormuz, Pasokan Minyak Global Terancam



Untuk menghadapi kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan skenario pengalihan sebagian pasokan minyak mentah. “Ada kepastian ketersediaan crude kita,” kata Bahlil.

Untungnya, sebut Bahlil, impor bahan bakar minyak (BBM) Indonesia dengan oktan (RON) 90-98, tak berasal dari Timur Tengah. Bensin jenis tersebut diimpor dari negara-negara di luar Timur Tengah sehingga tidak terlalu berpengaruh bagi pasokan BBM komersial.

Sementara itu, terkait dengan persoalan elpiji, Indonesia juga mengalihkan impornya ke negara-negara yang tidak terpengaruh dengan penutupan Selat Hormuz. Indonesia mengimpor elpiji sebanyak 7,3 juta ton per tahun dan tahun ini naik menjadi 7,8 juta ton per tahun.

Sebanyak 70 persen impor elpiji Indonesia berasal dari AS, sedangkan 30 persen lainnya dari Timur Tengah melalui Saudi Aramco. Kondisi itu yang membuat pemerintah mesti hati-hati dalam penyesuaian harga BBM. Hal itu disebabkan kenaikan harga minyak ini juga akan berdampak terhadap subsidi yang akan ditanggung negara.

"Di sisi lain, dengan kenaikan harga ICP itu, negara mendapatkan pendapatan karena kita berkontribusi sekitar 600 ribu barel per hari. Nah selisih ini yang akan kita hitung," sebut Bahlil yang juga Ketum Partai Golkar ini.(knu)

Baca juga:

Iran Tegas Tutup Selat Hormuz, ini Dampaknya bagi Pasokan Bahan Bakar Global

#Selat Hormuz #Bahlil Lahadalia #Minyak Bumi
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Neraka Selat Hormuz: Iran Anggap Semua Kapal Musuh, Nekat Melintas Bakal Diserang!
Militer Iran menutup total Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang kapal yang nekat melintas.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
Neraka Selat Hormuz: Iran Anggap Semua Kapal Musuh, Nekat Melintas Bakal Diserang!
Dunia
Iran Kembali Tutup Total Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket
Harga minyak dunia naik lebih dari 2 dolar AS per barel setelah Iran menutup total Selat Hormuz menyusul serangan tambahan Amerika Serikat.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
Iran Kembali Tutup Total Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket
Dunia
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Irak, Pelayaran Selat Hormuz Kembali Ditutup Total
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Angkatan Bersenjata Iran telah mengumumkan penutupan total Selat Hormuz bagi seluruh kapal mulai dini hari tadi.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Irak, Pelayaran Selat Hormuz Kembali Ditutup Total
Indonesia
Menteri ESDM Bahlil Tegaskan Gross Split hanya Berlaku di Migas, Aturan Minerba tidak Berubah
Aturan yang selama ini berlaku di sektor pertambangan dipastikan tetap berjalan. 

Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Menteri ESDM Bahlil Tegaskan Gross Split hanya Berlaku di Migas, Aturan Minerba tidak Berubah
Indonesia
DPR Dorong Pemerintah Antisipasi Eskalasi Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
Wakil Ketua Komisi I DPR RI meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak konflik AS dan Iran, termasuk soal pasokan energi dan keamanan WNI.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 29 Mei 2026
DPR Dorong Pemerintah Antisipasi Eskalasi Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
Dunia
Trump Ancam Hancurkan Oman Jika Ikuti Jejak Iran Kuasai Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Oman agar tidak mencoba menguasai Selat Hormuz.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Trump Ancam Hancurkan Oman Jika Ikuti Jejak Iran Kuasai Selat Hormuz
ShowBiz
Viral di Media Sosial, Simak Lirik Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng
MBG Mas Bahlil Ganteng belakangan ramai dipakai sebagai musik latar berbagai konten di media sosial.
Frengky Aruan - Rabu, 27 Mei 2026
Viral di Media Sosial, Simak Lirik Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng
Indonesia
Lagu Mas Bahlil Ganteng Viral di Medsos, Golkar Angkat Suara
Golkar menilai fenomena viral lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ sebagai kreativitas netizen sekaligus bentuk apresiasi terhadap ketum mereka di Kabinet Merah Putih.
Wisnu Cipto - Rabu, 27 Mei 2026
Lagu Mas Bahlil Ganteng Viral di Medsos, Golkar Angkat Suara
Dunia
Di Tengah Proses Negosiasi, Militer AS Hancurkan 2 Kapal Garda Revolusi di Pelabuhan Iran
Militer AS menghancurkan dua kapal IRGC dan sistem rudal di Bandar Abbas, Iran. Insiden ini terjadi di tengah negosiasi dengan Iran, diduga sebagai serangan defensif.
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Di Tengah Proses Negosiasi, Militer AS Hancurkan 2 Kapal Garda Revolusi di Pelabuhan Iran
Dunia
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Akan Segera Dibuka
Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal untuk membuka sepenuhnya Selat Hormuz dalam waktu 30 hari ke depan.
Wisnu Cipto - Senin, 25 Mei 2026
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Akan Segera Dibuka
Bagikan