Konflik Logo Lima Ring, IOC Diminta Hargai Kinerja KONI Pusat
Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman. (Foto: MerahPutih/Eggi Paksha)
MerahPutih Olahraga - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Tono Suratman, mengakui jika masih menyimpan pekerjaan berat yang harus segera diselesaikan. Yakni, membereskan konflik logo lima ring.
Dikatakannya lagi, optimis hal tersebut bakal rampung karena KONI Pusat diundang Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk bertemu IOC (International Olympic Committee) di Brazil pada 7 Desember, sekaligus meninjau lokasi dan kesiapan Brasil sebagai tuan rumah Olimpiade 2016.
"Ketua KONI dan KOI akan ketemu IOC menjelaskan penggunaan lima ring ini. Tidak seperti dulu-dulu, penyelesaian ini lebih bagus," kata Tono yang kembali terpilih dalam Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) KONI Pusat di Papua, akhir November tersebut.
"Kami juga sudah buat buku pedoman secara tertulis, agar dilihat dan memudahkan penjelasan kenapa kami gunakan lima ring. Bagi saya, IOC harus hargai kinerja KONI Pusat karena KONI juga jalankan filosofi Olimpiade dari pusat sampai ke kecamatan-kecamatan. Kenyataan ini yang belum dijelaskan ke IOC," tutupnya. (esa)
BACA JUGA:
Bagikan
Rendy Nugroho
Berita Terkait
Lewat Dukungan Prabowo, NOC Optimistis Pencak Silat Selangkah Lagi Masuk Olimpiade
Prajurit TNI AD Raih Emas di Cabor Menembak SEA Games 2025, Pasang Target Lolos Olimpiade 2028
Padel Masuk Cabor Resmi Asian Games 2026, Buka Jalan Dipertandingkan di Olimpiade
Pertemuan Ketum NOC dengan Presiden Terpilih IOC Jadi ‘Angin Segar’ untuk Perkembangan Olahraga Indonesia
American Football Jadi Anggota NOC, Indonesia Berpotensi Kirim Tim ke Olimpiade Los Angeles 2028
Persiapan Menuju Olimpiade Los Angeles 2028, Seluruh Federasi Olahraga Dikumpulkan Satukan Visi Misi
Indonesia Berambisi Jadi Tuan Rumah Olimpiade dan Youth Olympic Games 2030
Pencak Silat Diprediksi Bakal Dipertandingan di Olimpiade Los Angeles 2028
Prestasi IWbA Bikin Takjub, KONI Berpesan Lebarkan Kepengurusan Sampai ke IKN
Olympian Indonesia Eks Olimpiade Paris 2024 Terima Dana USD 2.500 dari IOC