MerahPutih.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Hindun Anisah, meminta pemerintah mengantisipasi dampak konflik geopolitik global terhadap sektor pertanian nasional, terutama terkait ketersediaan pupuk. Permintaan ini disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan pasca serangan yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Hindun menilai, meskipun Indonesia tidak bergantung langsung pada impor pupuk dari kawasan konflik, gejolak harga di pasar global tetap berpotensi memengaruhi kondisi dalam negeri. Kenaikan harga pupuk internasional dinilai dapat berdampak pada meningkatnya biaya produksi yang harus ditanggung petani.
“Jika tidak diantisipasi, petani akan menanggung beban biaya produksi sangat tinggi. Target swasembada pangan kita bisa terancam,” ujar Hindun dalam keterangan tertulis, Minggu (29/3).
Baca juga:
HET Pupuk Turun Sampai 20 Persen di Seluruh Indonesia, Aparat Diminta Jangan Santai
Ia menjelaskan, salah satu faktor yang perlu diwaspadai adalah potensi gangguan distribusi pupuk akibat hambatan logistik di jalur pelayaran strategis. Selat Hormuz disebut sebagai titik rawan yang dapat memengaruhi arus pengiriman komoditas, termasuk pupuk, ke berbagai negara.
Menurut Hindun, jika distribusi terganggu, maka risiko kelangkaan pupuk di tingkat petani menjadi semakin besar. Kondisi ini dapat memaksa petani mengurangi penggunaan pupuk atau bahkan menunda masa tanam, yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas pertanian.
“Jangan sampai saat musim tanam tiba, pupuk justru langka atau harganya mahal. Ini akan menekan margin kesejahteraan petani kita,” kata dia.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Komisi IV DPR mendorong pemerintah memperkuat cadangan pupuk nasional serta mempercepat pengembangan industri pupuk dalam negeri. Langkah ini dinilai penting guna mengurangi ketergantungan terhadap dinamika pasar global.
Baca juga:
DPR Ingatkan Dampak Perang AS-Israel vs Iran, Ancam Pasokan Pupuk dan Harga Pangan
Selain itu, Hindun juga menekankan pentingnya optimalisasi penggunaan pupuk organik sebagai solusi jangka panjang. Pemanfaatan sumber daya lokal diyakini mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan ketahanan sektor pertanian.
“Ketahanan pangan tidak boleh bergantung pada kondisi global yang tidak menentu. Pemerintah harus memastikan sektor pertanian tetap terlindungi,” ujar Hindun. (Pon)