Merahputih.com - Langit Teheran mendadak berubah menjadi panggung 'kembang api' saat dentuman rudal memecah kesunyian Sabtu (28/2) waktu setempat.
Di tengah kepulan asap dan desing jet tempur gabungan Amerika Serikat dan Israel, perhatian dunia tertuju pada nasib sang pemegang takhta tertinggi di Iran. Namun, saat debu serangan mulai mengendap, kabar mengejutkan justru muncul dari balik tembok istana yang tetap berdiri kokoh.
Presiden Tetap Bugar di Tengah Hujan Peluru
Wakil Presiden Iran, Mohammad Jafar Ghaempanah, memastikan Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi kesehatan prima tanpa luka sedikit pun. Melalui unggahan pada platform X, Ghaempanah menegaskan bahwa serangan mendadak tersebut gagal menggoyahkan fisik sang pemimpin negara.
“Terlepas dari serangan pengecut rezim Zionis dan Amerika Serikat selama perundingan berlangsung, Pezeshkian berada dalam kondisi kesehatan sepenuhnya baik,” tulis Ghaempanah secara tegas.
Kabar baik serupa datang dari koridor diplomasi. Juru bicara Menteri Luar Negeri, Ismail Baghaei, melaporkan kondisi terkini Abbas Araghchi. Sang Menteri Luar Negeri tersebut dinyatakan selamat tanpa cedera akibat serangan udara maupun laut tersebut.
"Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baik-baik saja," ungkap Baghaei mengutip laporan kantor berita IRNA.
Duka di Balik Selamatnya Sang Pemimpin
Meski jajaran elit pemerintahan aman, sisi gelap serangan Sabtu malam ini menyisakan duka mendalam bagi militer Iran. Laporan Reuters menyebutkan sejumlah komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serta beberapa pejabat tewas terkena hantaman proyektil AS-Israel.
Operasi militer ini merupakan realisasi dari ancaman Presiden AS Donald Trump pada 20 Februari silam. Trump sebelumnya sempat menyatakan pertimbangan matang untuk melancarkan serangan terbatas terhadap wilayah kedaulatan Iran. Hingga detik ini, situasi di perbatasan masih memanas seiring upaya evakuasi korban di titik-titik ledakan.