MerahPutih.com - Operasi Mahasiswa Universitas Al Azhar Jakarta Faisal Amir di Rumah Sakit Pelni Petamburan berjalan lancar. Meski mulai membaik, kondisi mahasiswa yang mengalami cedera pecah tulang tengkorak dalam demo mahasiswa di DPR semalam itu masih belum stabil.
"Kondisi terakhir pasien cukup baik, progres cukup memuaskan tapi masih dalam keadaan yang tidak stabil sehingga pasien masih membutuhkan pengawasan di ICU," kata Direktur RS Pelni dr Dewi Fankhuningdyah, kepada awak media di Jakarta, Rabu (25/9).
Baca Juga:
RS Pelni Benarkan Mahasiswa Al Azhar Alami Pecah Tengkorak Kepala
Dewi menjelaskan Faisal dibawa pada sekitar jam tujuh malam oleh rekan-rekannya sesama mahasiswa dan pekerja konstruksi di dekat lokasi dia ditemukan. Faisal Amir menjadi korban karena melindungi kawan-kawannya di lapangan. Korban masuk rumah sakit lewat tengah malam.
Menurut Dewi, RS Pelni langsung melakukan tindakan operasi karena ditemukan pendarahan di daerah kepala juga patah di bahu kanan. Namun, RS belum dapat menentukan secara pasti penyebab luka-luka yang dialami mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Al Azhar itu. "Operasi berjalan lancar," tegas pejabat RS Pelni itu.
Baca Juga:
Mahasiswanya Patah Tangan Saat Demo, Rektor Al Azhar Indonesia Bentuk Tim Investigasi
Sebelumnya beredar pesan berantai melalui media sosial terkait status Faisal Amir, mahasiswa Universitas Al Azhar semester 7 yang dinyatakan pecah tengkorak kepala dan tulang bahu hancur diduga kena pukulan benda keras aparat kepolisian.
Pesan dari Ermas Andico S sebagai paman korban dan Asma Ratu Agung sebagai ibu kandungnya, mengaku dipanggil dokter bedah pukul 01.30 WIB. Usai operasi pertama menunjukkan tempurung kepala retak, pendarahan dan pembengkakan otak. Semalam dikutip Antara, Keluarga Faisal memohon doa agar operasi tersebut berjalan dengan lancar.
Untuk diketahui, gabungan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi sejak Selasa (24/9), mereka menyampaikan tuntutan soal penolakan RUU KUHP dan UU KPK dan RUU menyangkut agraria. (*)
Baca Juga: