Parenting

Komunikasi Memperkuat Hubungan Ayah-Anak

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 14 November 2020
Komunikasi Memperkuat Hubungan Ayah-Anak

Hubungan ayah dan anak berpengaruh bagi tumbuh kembang anak. (Foto: Unsplash-/Jude Beck)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HUBUNGAN ayah dan anak sering kali mengalami kerumitan. Terutama ayah dan anak laki-laki dengan minat berbeda tentunya sulit untuk berhubungan satu sama lain. Bahkan terkadang ayah dan anak bisa merasa bersaing satu sama lain.

Hal utama yang menjadikan masalah tersebut muncul adalah kurangnya komunikasi. Antara ayah dan anak pasti menginginkan hubungan yang baik tetapi terkadang tidak tahu bagaimana cara melakukannya. Sosok ayah diharapkan mampu membentuk karakter yang baik bagi anak laki-lakinya, begitupun bisa menjadi sosok laki-laki yang baik bagi anak perempuannya.

Hubungan kedekatan antara ayah dan anak sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang anak. Sehingga banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan ikatan yang kuat antara ayah dan anak. Dilansir dari VeryWellFamily, berikut cara untuk memperkuat hubungan.

Baca Juga:

Pentingnya Kedekatan Ayah dan Anak, Berpengaruh Pada Kecerdasan Si Kecil


1. Positif

ayah
Penting untuk menunjukkan perilaku positif pada anak. (Foto: Unsplash/Kelli McClintock)


Seorang anak khususnya anak laki-laki ketika masih kecil selalu belajar tentang menjadi seorang pria terutama dengan memperhatikan ayahnya. Perkembangan pribadi seorang putra karena pengaruh ayahnya tidak selalu terlihat, tapi nyata. Kebanyakan seorang anak akan mengikuti hal yang dilakukan orang tuanya, salah satunya adalah berinteraksi dengan orang lain. Sehingga penting bagi setiap orang tua untuk menunjukkan perilaku yang positif kepada anak.

2. Minat

ayah
Hubungan menjadi kuat ketika memiliki kesamaan minat. (Foto: Unsplash/Brett Jordan)


Hampir semua hubungan menjadi lebih kuat ketika satu sama lain memiliki kesamaan untuk dibicarakan dan dibagikan bersama. Bahkan ada banyak kasus mengenai perbedaan minat antara ayah dan anak, sehingga ayah dan anak tidak menghabiskan cukup waktu satu sama lain. Hal ini dapat mengakibatkan kurangnya pengetahuan satu sama lain.

3. Kegiatan bersama

ayah
Mampu mempererat dan menumbuhkan ikatan bersama. (Foto: Unsplash/Dan Burton)


Memiliki kegiatan bersama mampu mempererat dan menumbuhkan ikatan bersama. Kegiatan yang dilakukan bisa berupa apa saja, sebaiknya untuk melakukan kegiatan yang mampu menambah pengetahuan sang anak. Seperti berkebun, memasak, bersepeda, dan sejenisnya.

Baca Juga:

Peran Seorang Ayah Berdampak Besar Bagi Kehidupan Anak

4. Diskusi

ayah
Anak-anak cenderung meniru orangtuanya. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Hubungan ayah dan anak dari kecil hingga masa remaja akan mengalami masa yang cukup rumit. Saat membicarakan hal besar dengan anak remaja, beri arahan yang baik tentang hubungan percintaan dan kondisi tubuhnya. Hal terpenting adalah tetap bersikap terbuka tentang percakapan seperti ini, karena akan mengembangkan sikap yang lebih baik kepada anak.

5. Perilaku

ayah
Mampu mencerminkan perilaku positif. (Foto: Pexels/Josh Willink)

Mungkin akan banyak pesan negatif yang diterima oleh anak. Terutama saat anak sudah mulai berteman dengan banyak orang dan tumbuh menjadi anak yang semakin dewasa. Meskipun untuk mengajarkan reaksi positif dalam masa tumbuh kembang anak bukanlah hal mudah. Namun sebagai orang tua harus mencerminkan perilaku yang positif, karena setiap anak akan mencontohkan kebiasaan yang dilakukan orang tuanya. (shf)

Baca Juga:

Ternyata Ayah Mengalami Dad Shaming

#Jadi Ayah #Anak #Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Indonesia
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Bagikan