Komisi I Gelar Rapat Internal soal Jadwal Fit and Proper Test Andika Perkasa
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari. Foto : Andri/Man
MerahPutih.com - Komisi I DPR RI menyatakan fit and proper test calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa belum pasti dilakukan tanggal 4-5 November 2021.
Wakil Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, pihaknya baru akan melakukan rapat internal pada hari ini pukul 13:00.
Rapat ini, kata dia, untuk menentukan proses dan mekanisme dari fit and proper test calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
"Komisi I akan rapat internal jam 13:00 untuk tentukan proses dan mekanisme," kata Abdul Kharis, ditulis Kamis, (4/11).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini merespons pernyataan Ketua DPR Puan Maharani yang mengatakan fit and proper test calon Panglima TNI akan dimulai hari ini.
Untuk itu, ia menegaskan keputusan fit and proper test calon Panglima TNI tergantung dari hasil musyawarah rapat Komisi I DPR hari ini.
"Harus dirapat internalkan, rapat plenokan," imbuhnya.
Meski demikian, Abdul Kharis menambahkan, fit and proper test dapat dilakukan secara marathon. Hal tersebut dapat dilakukan hingga larut malam.
"Kalau mau maraton sampai larut malam ya bisa cepet. Kalau masing- masing tahapan satu hari maka paling tidak ada 3-4 hari kerja," kata Abdul Kharis. (Pon)
Baca Juga
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI
Komisi I DPR Minta Kemlu Bergerak Cepat Tangani Kasus Penculikan 4 WNI di Perairan Gabon
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
Manipulasi Gambar Jadi Konten Porno, DPR Dukung Komdigi Blokir Grok AI
Komisi I DPR Soroti Serangan AS ke Venezuela, Hukum Internasional Kian Diabaikan
Pesawat CN-235 Buatan Indonesia Dipakai AS di Operasi Maduro, DPR: Perkuat Alutsista Nasional
Penangkapan Presiden Venezuela Rusak Tatanan Dunia, DPR Minta RI Desak PBB Gelar Sidang Darurat
Diusulkan Jadi Presiden Dewan HAM PBB, DPR: Kepercayaan Dunia terhadap Indonesia akan Meningkat
Resbob Hina Suku Sunda, Komisi I DPR Minta Pelaku Ujaran Kebencian Ditindak Tegas