Headline

Komisi I DPR Ingatkan Pentingnya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 10 Maret 2018
Komisi I DPR Ingatkan Pentingnya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi

Hanafi Rais (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Undang-undang perlindungan data pribadi merupakan hal yang mendesak saat ini. Apalagi dengan kebijakan pemerintah melalui Kemenkominfo untuk melakukan registrasi kartu prabayar, ancaman kebocoran informasi pribadi semakin nyata.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Hanafi Rais menyatakan sampai saat ini Indonesia belum mempunyai undang-undang tentang perlindungan data pribadi. Menurutnya, hal ini menjadi problem besar, apabila ada pihak yang tidak bertanggung jawab mengakseskan data pribadi orang.

"Hingga saat ini, belum ada undang-undang penjamin data pribadi, dan juga belum ada undang-undang yang bisa mengontrol masyarakat secara pribadi bisa diakses datanyanya atau mengontrol data pribadinya," kata Hanafi Rais, dalam acara diskusi yang bertajuk Keamanan Data, Tanggubg Jawab Siapa?' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/3).

Lebih lanjut, Hanafi menjelaskan, negara tetangga kita seperti, Siangpura, Malaysia, Vietnam, Amerika dan Eropa, saat ini, telah diberlakukan dengan undang-undang perlindungan data pribadi tersebut. Sedangkan kita, belum punya payung hukum yang menjamin tentang perlindungan terhadap data pribadi tersebut.

"Ini yang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi kita. DPR juga, terus mendorong terwujudnya undang-undang perlindungan data pribadi itu," tambahnya.

Bahkan, semangat perlindungan data pribadi itu tegas Hanafi Rais, yang harus diutamakan. Sebab, hal ini tersebut yang menjadi sangat diperlukan masyarakat kita saat ini, dengan adanya undang-undang perlindungan dalam mengakses data pribadinya tersebut.

"Ini yang tengah kita dorong di DPR saat ini," tutupnya.

Sebelumnya, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemendagri) Zudan Arif Fakhrullah mengatakan bahwa, data e-KTP pelanggan yang telah terregistrasi melalui kartu prabayarnya, yang menggunakan telephon selulernya masing-masing itu, dipastikan aman dan tak bocor ke luar negeri.

"Saya ingin tepis hoaks di berbagai media sosial, saya bantah pernyataan jangan-jangan data penduduk (e-KTP) kita disimpan di luar negeri," kata Zudan Arif pada acara diskusi bertajuk 'Keamanan Data, Tanggubg Jawab Siapa?' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/3).

Menurutnya, data-data e-KTP yang telah terekam melalui registrasi kartu prabayar tersebut, masih tersimpan dengan aman, di kantor Center Kementerian Dalam Negeri saat ini. Dan kami pastikan lanjut Zidan, data-data tersebut tak berada di luar negeri seperti informasi yang beredar pada media sosial belakangan ini.

"Jadi, sekarang terjadi gerakan nasional agar berbagai lembaga menggunakan data dari Kemendagri. Semua keperluan yang menggunakan data penduduk menggunakan datanya menggunakan datanya dari Kemendagri,"tambahnya. (gms)

#Hanafi Rais #Komisi I DPR #Registrasi Kartu Prabayar
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Komdigi Jamin Data Biometrik Wajah untuk Registrasi SIM Disimpan Dukcapil
"Operator seluler tidak simpan datanya ya," kata Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Komdigi Jamin Data Biometrik Wajah untuk Registrasi SIM Disimpan Dukcapil
Indonesia
DPR Dorong Pemerintah Antisipasi Eskalasi Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
Wakil Ketua Komisi I DPR RI meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak konflik AS dan Iran, termasuk soal pasokan energi dan keamanan WNI.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 29 Mei 2026
DPR Dorong Pemerintah Antisipasi Eskalasi Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
Indonesia
DPR Puji Pembebasan 9 WNI dari Israel, Sebut Diplomasi RI Dinilai Efektif
Komisi I DPR mengapresiasi langkah Kemlu RI dalam membebaskan 9 WNI yang ditangkap Israel.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
DPR Puji Pembebasan 9 WNI dari Israel, Sebut Diplomasi RI Dinilai Efektif
Indonesia
DPR Apresiasi Diplomasi RI Usai Pemulangan 9 WNI, Soroti Perlindungan Jurnalis Indonesia
Anggota Komisi I DPR Farah Puteri mengapresiasi langkah cepat pemerintah memulangkan 9 WNI relawan dan jurnalis yang sempat ditahan Israel.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
DPR Apresiasi Diplomasi RI Usai Pemulangan 9 WNI, Soroti Perlindungan Jurnalis Indonesia
Indonesia
DPR Desak Pemerintah RI Lobi PBB demi Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Tentara Israel
Wakil Ketua Komisi I DPR RI mendesak pemerintah RI bersikap tegas usai aktivis dan jurnalis Indonesia ditangkap Israel saat menjalankan misi kemanusiaan di perairan internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Mei 2026
DPR Desak Pemerintah RI Lobi PBB demi Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Tentara Israel
Indonesia
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Keselamatan Pasukan Jadi Prioritas
Komisi I DPR berduka atas gugurnya anggota TNI akibat serangan Israel di Lebanon. Ia meminta pemerintah memprioritaskan keselamatan prajurit.
Soffi Amira - Minggu, 26 April 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Keselamatan Pasukan Jadi Prioritas
Indonesia
Gugurnya Praka Rico di Lebanon, DPR Desak PBB Evaluasi UNIFIL
DPR RI meminta PBB mengevaluasi perlindungan pasukan UNIFIL usai gugurnya prajurit TNI di Lebanon. Investigasi transparan juga didorong.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
Gugurnya Praka Rico di Lebanon, DPR Desak PBB Evaluasi UNIFIL
Indonesia
DPR Ingatkan Risiko Pajak Selat Malaka, Bisa Picu Konflik Internasional
TB Hasanuddin mengingatkan risiko wacana pajak di Selat Malaka yang berpotensi melanggar UNCLOS dan memicu konflik serta respons negatif internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 April 2026
DPR Ingatkan Risiko Pajak Selat Malaka, Bisa Picu Konflik Internasional
Indonesia
Komisi I DPR Kecam Tindakan Provokatif Israel di RS Indonesia Gaza, Tegaskan Langgar Hukum Internasional
Penggunaan fasilitas kesehatan untuk kepentingan propaganda militer merupakan tindakan yang sangat tidak pantas.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
Komisi I DPR Kecam Tindakan Provokatif Israel di RS Indonesia Gaza, Tegaskan Langgar Hukum Internasional
Dunia
Soal Insiden di Papua Tengah, Komisi I DPR Dorong Investigasi Gabungan
Komisi I DPR mendesak investigasi insiden baku tembak yang menewaskan 15 warga sipil di Papua Tengah.
Soffi Amira - Jumat, 24 April 2026
Soal Insiden di Papua Tengah, Komisi I DPR Dorong Investigasi Gabungan
Bagikan