Kisah Pilu Kuli Panggul Beras

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Minggu, 01 Maret 2015
Kisah Pilu Kuli Panggul Beras

Ilustrasi: Antarafoto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Pasar Induk Beras Cipinang Jatinegara Jakarta Timur selalu ramai dikunjungi oleh para pembeli beras. Hal itu nampak terlihat di toko beras Sumber Raya (SR) Jatinegara Jakarta Timur.

Pagi itu hujan gerimis mengguyur daerah Cipinang Jatinegara dan sekitarnya. Akan tetapi, hal itu tidak mengurangi ramainya transaksi pembelian beras. Bagaimana tidak, walaupun gerimis, tetap saja toko tersebut banyak dikerumuni masyarakat yang hendak ingin membeli beras. (Baca: 5 Negara Termiskin Di Dunia)

Toko beras Sumber Raya (SR) selama ini sudah mempekerjakan sebanyak 29 orang kuli panggul beras perkarungnya. Mereka dipekerjakan apabila ada pembeli membeli dengan jumlah karungan. Di sanalah tugas mereka untuk mengangkut beberapa karung sesuai pembelian. Karung beras ini diangkut dari gudang kemudian dipanggul sampai mobil maupun sepeda.

Rusda, asal Pandagelang, Banten, adalah salah satu karyawan kuli panggul yang berkerja di toko beras Sumber Raya.

"Karung beras ini dibawa dari gudang ke mobil atau motor pembeli," katanya kepada merahputih.com, Jakarta Timur, Minggu (1/3). (Baca: SOS Program Ampuh Tanggulangi Kemiskinan)

"Kami dikasih ongkos dari pihak toko beras Sumber Raya dengan sistem per karung, satu karung dihargai 500 rupiah ditambah dengan dari sukarela pihak pembeli beras yang mau ngasih ongkos jasa panggul. Per orang dari mereka bisa mengangkut sebanyak 100 karung per harinya."

"Kemudian tambahan pendapatan kami di setiap karungnya itu adalah ketika pihak pembeli mengasih uang ongkos jasa panggul sebesar seribu sampai 2 ribu rupiah, setelah itu hasil dari sukarela tersebut dikumpulkan semua sesama tukang panggul lalu dibagi rata," jelas Rusda (fik)

#Dampak Kemiskinan #Kuli Panggul
Bagikan
Ditulis Oleh

Adinda Nurrizki

Berita Terkait

Indonesia
Masyarakat Rentan Miskin Bertambah, Cak Imin Minta Warga Bersabar
"Akan ada saatnya kita bergerak untuk mengatasi yang rentan miskin. Sabar, kita akan terus bekerja keras."
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 April 2026
Masyarakat Rentan Miskin Bertambah, Cak Imin Minta Warga Bersabar
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
BPS Laporkan Jumlah Penduduk Miskin dan Ketimpangan Turun Tipis di 2025
Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 23,36 juta orang, menurun 0,49 juta orang terhadap Maret 2025 dan menurun 0,70 juta orang terhadap September 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Februari 2026
 BPS Laporkan Jumlah Penduduk Miskin dan Ketimpangan Turun Tipis di 2025
Indonesia
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Korban YBR merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Sejak usia satu tahun diasuh neneknya karena sang ibu harus bekerja sebagai petani dan buruh serabutan.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Indonesia
Bocah di Sukabumi Meninggal Dengan Kondisi Tubuh Dipenuhi Cacing, Ini Kata Kemensos
Pendamping keluarga Program Keluarga Harapan (PKH) yang tersebar di setiap daerah ditugaskan untuk membantu, memastikan keluarga dengan tingkat ekonomi terendah (desil 1) terdata,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Agustus 2025
Bocah di Sukabumi Meninggal Dengan Kondisi Tubuh Dipenuhi Cacing, Ini Kata Kemensos
Indonesia
Penduduk Miskin Jakarta Naik, Gubernur Pramono Cari Penyebabnya
Begitu garis kemiskinan naik, penduduk yang sebelumnya sedikit di atas garis itu bisa langsung terdampak dan masuk kategori miskin.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 26 Juli 2025
Penduduk Miskin Jakarta Naik, Gubernur Pramono Cari Penyebabnya
Indonesia
Pengeluaran Kelompok Penduduk 40 Persen Terbawah Naik Drastis
Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,36 persen poin dibandingkan September 2024 dan Maret 2024 yang masing-masing sebesar 21,39 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 Juli 2025
Pengeluaran Kelompok Penduduk 40 Persen Terbawah Naik Drastis
Indonesia
Data Kemiskinan Warga Indonesia Mengacu BPS Bukan Data Bank Dunia
Pemerintah Indonesia akan tetap menggunakan garis kemiskinan oleh BPS sebagai rujukan dalam menyusun kebijakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Juni 2025
Data Kemiskinan Warga Indonesia Mengacu BPS Bukan Data Bank Dunia
Indonesia
Presiden Prabowo Diklaim Akan Umumkan Angka Garis Kemiskinan Baru, Merujuk Perhitungan Bank Dunia?
Luhut tidak merinci target penyelesaian revisi angka garis kemiskinan. Namun, dia optimistis sudah memiliki data yang lengkap untuk melakukan revisi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Juni 2025
Presiden Prabowo Diklaim Akan Umumkan Angka Garis Kemiskinan Baru, Merujuk Perhitungan Bank Dunia?
Indonesia
China Bakal Berikan Pendidikan Vokasi Bagi Masyarakat Miskin Indonesia, Termasuk Korban PHK
Pelatihan vokasi tersebut akan membekali peserta dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja domestik maupun global, khususnya di sektor-sektor strategis.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Mei 2025
China Bakal Berikan Pendidikan Vokasi Bagi Masyarakat Miskin Indonesia, Termasuk Korban PHK
Bagikan