Kevin Hart Ambil Tindakan Hukum atas Dugaan Upaya Pemerasan
Kevin Hart memutuskan untuk mengambil jalur hukum atas sebuah klaim dari mantan asistennya.(foto: IMDB)
KOMEDIAN Kevin Hart mengambil tindakan hukum terhadap seorang Youtuber dan mantan asistennya atas dugaan upaya pemerasan. Gugatan yang diajukan di Los Angeles itu mengklaim bahwa Tasha K, yang juga dikenal sebagai Latasha Kebe, meminta sejumlah besar uang untuk mencegah perilisan wawancara dengan mantan asistennya, Miesha Shakes. Hart menganggap rekaman itu sebagai fitnah atas nama baiknya.
"Jika kamu tidak membayar, kami harus mendapatkan uang dengan cara apa pun yang diperlukan," kata Kebe, dikutip The Hollywood Reporter, Kamis (29/11).
BACA JUGA:
John Travolta Latih Kevin Hart Jadi Aktor Laga di 'Die Hart'
Gugatan tersebut mengisyaratkan bahwa Tasha K sedang mengatur sebuah skema dengan menuntut USD 250.000 (Rp 3,8 miliar) kepada Hart, serta mengancam untuk menayangkan wawancara tersebut. Dalam wawancara itu, Shakes membuat pernyataan palsu tentang aktor tersebut yang menghadapi tuntutan kriminal karena merekam sebuah hubungan intim.
Kejadian itu bukan pertama kalinya dilakukan Tasha K. Host dalam saluran gosip selebritas yang memiliki lebih dari satu juta pelanggan itu nyatanya telah memiliki sejarah klaim pencemaran nama baik. Menurut Vibe, pada 2021, ia dituntut karena pencemaran nama baik dari rapper terkenal Cardi B. Tak hanya itu, Kebe juga diperintahkan untuk membayar biaya ganti rugi senilai USD 4 juta (Rp 61,8 miliar) akibat perbuatannya itu.
Hart menolak pembayaran tersebut, melibatkan penegak hukum, serta mengirimkan surat penghentian kepada Kebe. Surat tersebut memperingatkannya bahwa segala kerugian yang diakibatkan tindakannya tidak akan dibayarkan dalam kebangkrutan. Pengacara Hart kembali menyoroti potensi tanggung jawabnya atas ganti rugi dan hukuman pidana karena dugaan pelanggaran tersebut.
Selain itu, gugatan tersebut mengklaim Shakes telah melanggar perjanjian kerahasiaan yang sebelumnya telah disepakati mengenai informasi rahasia tentang Hart. Terlepas dari kredibilitas dari pernyataannya, Shakes juga telah diduga melanggar perjanjian kerahasiaan yang berasal dari pekerjaannya dengan Hartbeat Productions.
BACA JUGA:
Kevin Hart Putuskan Mundur Jadi Pembawa Acara Piala Oscar 2019
Wawancara dengan Shakes, yang menuduh Hart melakukan perselingkuhan dan dugaan perilaku lainnya itu dipublikasikan ke dalam situs web berbasis langganan milik Kebe. Gugatan tersebut berfokus pada dugaan pernyataan yang memfitnah tentang perselisihan hukum Hart dan dugaan tuduhan kriminal yang terkait dengan perekaman hubungan intim tersebut.
Untuk memenangkan kasus ini, Hart harus membuktikan bahwa Shakes bertindak dengan kebencian atau mengabaikan kebenaran, sebuah standar yang tinggi dalam kasus pencemaran nama baik yang melibatkan sosok terkenal. Kebe harus menghadapi tuntutan pemerasan dan pelanggaran privasi, tapi bukan pencemaran nama baik. Seorang perwakilan dari Kebe menyarankan agar publik menyaksikan wawancara lengkapnya untuk mengetahui konteksnya d Tashaklive.com.
Pertarungan hukum ini terjadi di tengah-tengah tantangan yang dihadapi Hart sebelumnya, termasuk permintaan maaf di masa lalu atas perselingkuhan dan percobaan pemerasan.(nda)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Artwork yang Abadi: Peti Mati Mani sebagai Tribute bagi The Stone Roses
Aktor 'It: Chapter Two' James Ransone Meninggal Dunia, Bunuh Diri di Usia 46 Tahun
Putra Rob Reiner, Nick, Didakwa atas Pembunuhan Orangtuanya
Pembunuhan Rob Reiner, Polisi LA Tangkap Anak sang Sutradara
Sutradara Hollywood Rob Reiner dan Istrinya Ditemukan Tewas di Rumah Mereka di Los Angeles, Diduga Dibunuh
Dua Dekade Persahabatan, RAN Persembahkan Video Musik 'Memori' di Usia ke-19
Go Public, Katy Perry Pamer Kemesraan Bareng Justin Trudeau di Instagram
Epy Kusnandar Meninggal Dunia, Dedikasi 29 Tahun di Dunia Hiburan
Mudy Taylor Meninggal Dunia, Komika Musikal dengan Legasi Besar
Menggerepe Ariana Grande di Pemutaran Perdana ‘Wicked: For Good’, Seorang Pria Australia Dilarang Masuk Singapura Selamanya