Ketua RT Dalangi Persekusi Dua Sejoli di Cikupa

Luhung SaptoLuhung Sapto - Selasa, 14 November 2017
Ketua RT Dalangi Persekusi Dua Sejoli di Cikupa

Kapolres Kabupaten Tangerang AKBP Sabilul Arif. (Facebook Sabilul Arif)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Polisi telah mengamankan enam orang terkait kasus persekusi dua sejoli, R dan MA di Cikupa, Tangerang yang terjadi pada Sabtu (11/11) malam lalu. Otak dari penggerebekan itu adalah seorang ketua RT.

Menurut Kapolres Kabupaten Tangerang AKBP Sabilul Arif, T, turut melakukan penggerebekan di rumah kos MA. Bahkan, ketua RT itu yang memobilisasi massa.

"Jadi, T ini berperan sebagai pelaku yang mendobrak pintu rumah kos MA dan memobilisasi massa. Bahkan, T sempat mengatakan kepada massa agar tidak main hakim sendiri tapi justru dia melakukan pemukulan terhadap R," kata Kapolres Kabupaten Tangerang AKBP Sabilul Arif di Tangerang, Banten, Selasa (14/11).

Setelah itu, kedua korban, yakni R, yang sudah tak berbusana, dan kekasihnya MA diarak ke rumah RW. Di tengah jalan, baju MA dibuka paksa oleh salah seorang tersangka. Selain itu, massa juga memukuli R.

"Sesampainya di rumah Ketua RW, korban kembali menerima pukulan. Ketua RW ikut melakukan pemukulan," sambung Sabilul.

Awalnya, polisi menahan tiga orang yakni G, T, dan A. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengembangan, jumlah pelaku bertambah tiga orang, yakni I, S, dan N.

Kini, keenam orang itu, yakni G, T, A, I, S, dan N menyandang status sebagai tersangka. Para pelaku terancam dikenakan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tak menyenangkan.

Kronologis

Dijelaskan Sabilul, aksi main hakim itu terjadi ketika sekelompok warga menggerebek kontrakan yang disewa MA di Kampung Kadu RT 7, RW 3, Sukamulya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/11) sekitar pukul 23.30 WIB.

Saat itu, R hendak mengantar makanan. Tapi, setelah keluar dari kamar mandi untuk menggosok gigi tiba-tiba massa sudah berkumpul dan memaksa R dan MA mengaku berbuat mesum.

Baik R maupun MA sudah menjelaskan bahwa mereka tidak berbuat mesum, tapi massa tak mengindahkan. Parahnya, aksi penggerebekan itu direkam dan video yang berdurasi sekitar 53 detik itu menjadi viral media sosial.

Polisi segera bergerak mencari tahu. Berdasarkan pengakuan para korban diketahui memang benar telah terjadi tindakan penganiayaan.

"Seusai melakukan visum et repertum ditemukan luka memar dan lebam pada kedua korban. Langkah selanjutnya Polisi menyiapkan psikiater untuk pemulihan kejiwaan kedua korban, R dan MA," kata Sabilul.

Sabilul menegaskan kedua korban, R dan MA tidak berbuat mesum. Secara tegas, ia mengatakan polisi akan menindak aksi penganiayaan yang dilakukan para tersangka. (*)

#Tangerang #Kasus Persekusi #AKBP Sabilul Arif
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
Sungai Cidurian Tangerang Meluap, Banjir Rendam Pemukiman Sampai 2 Meter
Banjir yang melanda wilayahnya itu diperkirakan akan terus bertambah karena volume air semakin tinggi dan meluas akibat luapan Sungai Cidurian tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
Sungai Cidurian Tangerang Meluap, Banjir Rendam Pemukiman Sampai 2 Meter
Indonesia
6 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Dilanda Banjir, Ada 18 Titik
Atas banjir yang telah melanda wilayahnya tersebut setidaknya ada sekitar 1.000 lebih jiwa dengan 1.014 lebih kepal keluarga (KK).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
6 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Dilanda Banjir, Ada 18 Titik
Indonesia
Pemkot Tangerang Selatan Tetapkan Darurat Sampah, Menumpuk di Jalan
Berbagai langkah solusi dan bantuan pendampingan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah dilakukan untuk menangani masalah sampah tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 25 Desember 2025
Pemkot Tangerang Selatan Tetapkan Darurat Sampah, Menumpuk di Jalan
Indonesia
OTT KPK di Tangerang, 2 Pengacara Ditangkap Terkait dengan Jaksa
Satu merupakan aparat penegak hukum (jaksa), dua merupakan penasihat hukum, dan enam lainnya merupakan pihak swasta.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Desember 2025
OTT KPK di Tangerang, 2 Pengacara Ditangkap Terkait dengan Jaksa
Indonesia
Sakit Hati Diludahi Motif Pembunuhan Sadis Desa Bunder, Pisau Pelaku Ditemukan di Pasar Kemis
Tersangka secara sadis menggorok leher korban dengan pisau dapur saat korban tertidur, lalu membekap wajah dengan bantal hingga tewas kehabisan nafas.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 November 2025
Sakit Hati Diludahi Motif Pembunuhan Sadis Desa Bunder, Pisau Pelaku Ditemukan di Pasar Kemis
Indonesia
Siswi Strada Tangerang Hilang Sepekan Diduga Diculik, Polisi Gali Informasi dari Sekolah
Polisi mulai bergerak mengusut kasus siswi SMA Strada St Thomas Aquino, Karawaci, Kota Tangerang, Banten, berinisial MG (16) yang hilang tanpa jejak selama sepekan terakhir.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 November 2025
Siswi Strada Tangerang Hilang Sepekan Diduga Diculik, Polisi Gali Informasi dari Sekolah
Indonesia
Ponsel Siswi SMA Strada Tangerang Hilang Diduga Dibawa Lari Laki-Laki Terdeteksi di Manggarai
Siswi SMA Strada St Thomas Aquino, Karawaci, Tangerang, berinisial MG (16), dilaporkan hilang sejak Rabu (5/11) pekan lalu.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 November 2025
Ponsel Siswi SMA Strada Tangerang Hilang Diduga Dibawa Lari Laki-Laki Terdeteksi di Manggarai
ShowBiz
Soundwich: Babak Terakhir, saat Tangerang Raya Menutup Perjalanan Musik dengan Bunyi dan Pelukan
Showcase pamungkas Soundwich menghadirkan tiga penampil utama, yaitu The Jems, Santasantap, dan Azel.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Oktober 2025
Soundwich: Babak Terakhir, saat Tangerang Raya Menutup Perjalanan Musik dengan Bunyi dan Pelukan
Berita Foto
Peringati Hari Penglihatan Dunia Rohto Bagikan 1.200 Kacamata Gratis bagi Anak Sekolah
Kepala Sekolah SMP Negeri 32 Emma Suhainah memasang kacamata secara simbolis saat pemberian Kacamata Baca peringati Hari Penglihatan Dunia di SMP Negeri 32 Kota Tangerang, Senin (13/10/2025).
Didik Setiawan - Senin, 13 Oktober 2025
Peringati Hari Penglihatan Dunia Rohto Bagikan 1.200 Kacamata Gratis bagi Anak Sekolah
ShowBiz
Piddle Hidupkan Kembali Semangat Musik Agresif di Tangerang Lewat Mini Album 'Step Up!!'
Piddle lahir dari para musisi berpengalaman di dunia independen.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 Oktober 2025
Piddle Hidupkan Kembali Semangat Musik Agresif di Tangerang Lewat Mini Album 'Step Up!!'
Bagikan