Ketua DPC PDIP Salatiga Mundur, FX Rudy: Itu Hak Politik Kader

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 29 Oktober 2021
Ketua DPC PDIP Salatiga Mundur, FX Rudy: Itu Hak Politik Kader

Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Masalah internal PDIP Jawa Tengah tak kunjung selesai. Setelah ramai muncul kubu celeng dan banteng terkait pendukung Ganjar Pranowo dan Puan Maharani terkait capres, kini masalah baru muncul.

Ketua DPC PDIP Kota Salatiga, Jateng, Teddy Sulistio, mendadak mengirim surat menyatakan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Ketua DPC maupun sebagai anggota DPRD Kota Salatiga. Mundurnya Teddy itu diduga sebagai bentuk protes atas kepemimpinan DPP PDIP pimpinan Puan.

Baca Juga

Megawati Resmikan Kantor PAC PDIP Banjarsari Solo yang Didanai Jokowi

Hal itu mendapatkan tanggapan dari Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo yang menyebut mundurnya kader itu merupakan hak pribadi kader. Ia pun menyerahkan masalah PDIP di Jawa Tengah ini pada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri

"Maju atau mundur itu hak kader. Semua kader boleh saja kalau mundur sesuai aturan partai," ujar Rudy di Solo, Jumat (29/10).

Rudy mengatakan terkait mundurnya itu apakah disetujui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri atau tidak harus ditunggu. Maka dari itu, ia meminta pada kader PDIP semua untuk menunggu keputusan dari ketua umum.

"Mengundurkan diri memang sudah tidak bisa mempertahankan lagi, itu hak masing-masing, dia (Teddy) yunior saya juga di PDIP," tegas Rudy.

Megawati Soekarnoputri secara virtual meresmikan Kantor PAC Banjarsari Solo, Jawa Tengah, Kamis (28/10). (MP/Ismail)
Megawati Soekarnoputri secara virtual meresmikan Kantor PAC Banjarsari Solo, Jawa Tengah, Kamis (28/10). (MP/Ismail)

Disinggung mundurnya Ketua DPC Kota Salatiga itu karena internal PDIP soal Banteng Vs Celeng, Rudy mengaku tidak mengetahui soal itu.

Rudy juga tidak menutup mungkin melakukan regenerasi pada jabatan ketua DPC PDIP Solo. Namun, itu semua tergantung pada ketum PDIP.

"Jabatan saya sampai 2025. Sudah selama 25 tahun saya jadi Ketua DPC PDIP. Pasti siap regenerasi lah, masak ketua partai terus. Kalau Ibu Mega lanjut (Ketum PDIP), minta saya jadi Ketua DPC PDIP Solo saya siap," tandasnya.

Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto mengatakan, pengunduran diri Teddy tersebut tak terkait isu Banteng-Celeng yang pernah memanas di internal PDIP dalam beberapa waktu terakhir.

Bambang mengatakan bahwa surat pengunduran diri tersebut ditujukan kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, dengan tembusan ditujukan kepada Ketua DPD PDIP Jateng.

"Kami pastikan internal PDIP Jateng solid dan tidak ada masalah apapun," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Hujan Deras Mulai Sering Turun, PDIP Ajak Rakyat Waspadai La Nina

#PDIP #FX Hadi Rudyatmo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Dampak Putusan MK, PDIP Usulkan Anggaran MBG Rp 60 Triliun Tiap Tahun Dengan Target Terarah
Kelompok yang dinilai perlu menjadi prioritas, lanjutnya, meliputi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang berisiko mengalami gangguan gizi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Dampak Putusan MK, PDIP Usulkan Anggaran MBG Rp 60 Triliun Tiap Tahun Dengan Target Terarah
Bagikan