Ketika Puluhan Masjid di Jakarta Diduga Terpapar Paham Radikalisme

Thomas KukuhThomas Kukuh - Rabu, 06 Juni 2018
Ketika Puluhan Masjid di Jakarta Diduga Terpapar Paham Radikalisme

Warga melakukan solat Idul Fitri yang menandakan berakhirnya bulan puasa Ramadan di sebuah taman bermain di pinggiran kota Sale, Moroko, Senin (26/6). (ANTARA FOTO/REUTERS/Youssef Boudlal).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat terorisme Al Chaidar membantah pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uni yang mengaku memiliki data soal 30 masjid di Jakarta terindikasi terpapar paham radikalisme. Menurut dia, mesjid berada di Ibu Kota Jakarta hanya sedikit yang diduga terindikasi menyuburkan paham radikalisme.

"Tidak sebanyak itu. Masjid-masjid terpapar radikalisme hanya sedikit," kata Al Chaidar saat dikinfirmasi merahPutih.com, Rabu (6/6).

salat
Ilustrasi Salat Tarawih/ Foto: Productive Muslim

Chaidar mengungkapkan masjid yang terindikasi pahan redikalisme, biasanya bersifat eksklusif. Kemudian masjid itu hanya menganut satu mazhab dan tidak menerima jamaah dari luar. "Penceramahnya suka memaki maki. Menafsirkan agama dengan cara berbeda. Bersifat intoleran. Anti pluralisme. Anti multikulturalisme. Masjid dikuasai kelompok tertentu, dan anti pemerintah," tutur Al Chaidar.

Menurut pria kelahir Lhokseumawe, Aceh, 22 November 1969, paham radikal masuk ke tempat ibadah umat muslim ini sudah lama sejak 2014 lalu. Bahkan paham itu masuk ada hubungannya dengan rentetan bom di beberapa daerah di Indonesia.

"Iya, ada hubungannya (rentetan bom beberapa waktu lalu)," tutur Al Chaidar.

salat
Ilustrasi Salat ANTARA FOTO/M N Kanwa

Sebelumnya, untuk mencegah paham radikalisme kian menyebar, Sandiaga akan turun langsung ke setiap masjid untuk memberikan kegiatan yang lebih bermanfaat. Misalnya memberikan pendidikan wirausaha. Mantan Ketua HIPMI ini pun akan menawarkan program OK-OCE ke setiap masjid. Pasalnya langkah ke depan saat ini untuk mencegah paham radikalme itu dengan membangkitkan ekonomi di masjid-masjid.

"Karena salah satu masalah terjadinya radikalisme adalah ketidakadilan dan paham believe yang terus dimasukkan ke anak muda, generasi penerus bangsa kita, dan mengambil jalan pintas," ungkapnya. (asp)

#Terorisme #Bom Bunuh Diri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Indonesia
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Presiden RI, Prabowo Subianto, meneken Perpres RAN PE. DPR pun mengapresiasi pencegahan terorisme.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Indonesia
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
untuk aspek penegakan hukum, peran Polri tetap menjadi yang utama. Sementara itu, pelibatan TNI akan disesuaikan dengan bentuk dan tingkat ancaman terorisme yang dihadapi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Februari 2026
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
Indonesia
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Rencana pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme tuai kritik. SETARA Institute menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan supremasi sipil dan sistem peradilan pidana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Dunia
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Polisi menyatakan ayah dan anak tersebut tidak menjalani pelatihan atau melakukan ‘persiapan logistik’ di Filipina untuk serangan pada 14 Desember.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
  Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Indonesia
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Pelaku menggunakan akun email milik mantan pacarnya dan mengaku sebagai dirinya. Hal ini dilakukan untuk mengelabui agar identitas aslinya tak terlacak.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Dunia
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Akram juga menghadapi 40 dakwaan menyebabkan luka berat dengan niat membunuh, serta satu dakwaan melakukan tampilan publik simbol organisasi teroris terlarang.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
 Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Bagikan