Ketika Puluhan Masjid di Jakarta Diduga Terpapar Paham Radikalisme
Warga melakukan solat Idul Fitri yang menandakan berakhirnya bulan puasa Ramadan di sebuah taman bermain di pinggiran kota Sale, Moroko, Senin (26/6). (ANTARA FOTO/REUTERS/Youssef Boudlal).
MerahPutih.com - Pengamat terorisme Al Chaidar membantah pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uni yang mengaku memiliki data soal 30 masjid di Jakarta terindikasi terpapar paham radikalisme. Menurut dia, mesjid berada di Ibu Kota Jakarta hanya sedikit yang diduga terindikasi menyuburkan paham radikalisme.
"Tidak sebanyak itu. Masjid-masjid terpapar radikalisme hanya sedikit," kata Al Chaidar saat dikinfirmasi merahPutih.com, Rabu (6/6).
Chaidar mengungkapkan masjid yang terindikasi pahan redikalisme, biasanya bersifat eksklusif. Kemudian masjid itu hanya menganut satu mazhab dan tidak menerima jamaah dari luar. "Penceramahnya suka memaki maki. Menafsirkan agama dengan cara berbeda. Bersifat intoleran. Anti pluralisme. Anti multikulturalisme. Masjid dikuasai kelompok tertentu, dan anti pemerintah," tutur Al Chaidar.
Menurut pria kelahir Lhokseumawe, Aceh, 22 November 1969, paham radikal masuk ke tempat ibadah umat muslim ini sudah lama sejak 2014 lalu. Bahkan paham itu masuk ada hubungannya dengan rentetan bom di beberapa daerah di Indonesia.
"Iya, ada hubungannya (rentetan bom beberapa waktu lalu)," tutur Al Chaidar.
Sebelumnya, untuk mencegah paham radikalisme kian menyebar, Sandiaga akan turun langsung ke setiap masjid untuk memberikan kegiatan yang lebih bermanfaat. Misalnya memberikan pendidikan wirausaha. Mantan Ketua HIPMI ini pun akan menawarkan program OK-OCE ke setiap masjid. Pasalnya langkah ke depan saat ini untuk mencegah paham radikalme itu dengan membangkitkan ekonomi di masjid-masjid.
"Karena salah satu masalah terjadinya radikalisme adalah ketidakadilan dan paham believe yang terus dimasukkan ke anak muda, generasi penerus bangsa kita, dan mengambil jalan pintas," ungkapnya. (asp)
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
12 Orang Meninggal Akibat Penembakan di Pantai Bondi Australia
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Polisi Dalami Pola Perekrutan Anak di Game Online Buat Aksi Terorisme
Polisi Bongkar Sindikat Teroris ‘ISIS’ Perekrut Anak-Anak, Lakukan Propaganda via Gim Online sampai Medsos
110 Anak Diduga Direkrut Teroris, Gunakan Video Pendek, Animasi, Meme, dan Musik Propaganda