Kuliner

Ketika Lapo Jadi Tempat Bernyanyi dan Berdebatnya Orang Batak

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 05 Februari 2021
Ketika Lapo Jadi Tempat Bernyanyi dan Berdebatnya Orang Batak

Lapo bukan hanya sekadar tempat makan. (Foto: Instagram/@suaraparmitu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GEBRAK meja, minum tuak, bernyanyi, angkat kaki, dan berdebat, adalah suasana yang kira-kira kamu temui jika pergi ke lapo. Tongkrongannya orang Batak ini bukan hanya sekadar tempat untuk membeli lauk saja, tetapi juga memberikan kehangatan satu sama lain. Yuk, kenal lebih dekat dengan lapo.

Menurut KBBI, lapo berasal dari kata 'lepau' yang artinya warung atau kedai. Dahulu, istilah ini merujuk pada beranda di belakang rumah yang digunakan sebagai dapur.

Lapo sebenarnya sama seperti rumah makan minang, warung tegal, dan warung-warung lainya. Di lapo, kamu akan menemukan berbagai macam makanan khas Batak dan minuman tradisional tuak. Itu kenapa lapo sering disandingkan dengan kata tuak.

Tradisi lapo ini awalnya lahir dari konsep pemukiman Batak tradisinoal yang ada di Tanah Batak. Dahulu, laki-laki yang lelah bekerja di sawah atau ladang seharian biasanya melepas penat dengan cara bercakap satu sama lain. Tuan rumah pun biasanya menyuguhkan tuak untuk menghangatkan badan.

Ketika Lapo Jadi Tempat Bernyanyi dan Berdebatnya Orang Batak
Muda-mudi pun juga nongkrong di lapo. (Foto: Instagram/lapotuakmanalu)

Seiring berjalannya waktu, lahan pertanian pun semakin menciut dan suguhan tuak gratis perlahan menghilang. Tempat berkumpul yang ada sebelumnya beralih fungsi menjadi kegiatan komersil. Maka akhirnya muncul istilah lapo untuk tempat berjualan.

Memasuki era 1950-an, lapo tidak hanya menyediakan tuak saja tetapi juga ada daging babi olahan khas Batak, serta ikan mas. Lapo juga menjadi tempat bersosialisasinya orang Batak dan berkenalan dengan orang baru. Meskipun baru kenal, orang Batak biasanya akan menyambut orang tersebut seperti sudah kenal lama.

Baca juga:

Menu Populer Negara Kumaha Aing: Sambalado Tanak Jariang (Jengkol) asal Padang


Budaya berdiskusi, berdebat, hal itu lumrah ditemui di lapo. Selalu ada saja hal yang diperdebatkan. Bahkan, profesi-profesi tak terduga tiba-tiba muncul, seperti menganalisis politik hingga hukum negara. Mulai dari sini karakter dibentuk dan orang Batak ahli berdebat serta memunculkan profesi tertentu seperti pengacara.

Tujuan pergi ke lapo pun sebenarnya bukan sekadar mengisi perut saja. Biasanya, bapak-bapak yang datang dan sering main ke lapo hanya ingin sekadar nongkrong. Ajang hiburan pun juga ada di lapo mulai dari main kartu, menonton berita di TV tabung, hingga bernyanyi dengan gitar sambil pecah suara. Tak heran, orang Batak sering dicap memiliki suara yang merdu.

Baca juga:

Mengenal Tuak, Jamuan Penghangat Khas Suku Batak

Banyak musisi pop Batak ternama yang menapaki kiprahnya dari kelas lapo, salah satunya adalah seniman dan komponis Nahum Situmorang. Banyak lagu-lagunya tercipta saat menghabiskan waktu nongkrong di lapo. Sebut saja seperti Pulo Samosir.

Seiring berjalannya waktu, lapo bukan hanya dikunjungi olah satu kelas tertentu. Orang berpendidikan tinggi hingga orang kaya pun semuanya bersatu dalam nikmatnya tuak.

Di Jakarta misalnya, lapo-lapo sudah mudah ditemui dan menjadi tempat favorit anak muda. Pada akhirnya, lapo dan orang Batak jadi dua insan yang tidak bisa dipisahkan. Horas! (and)

Baca juga:

Pedagang Keliling Ungkap Keberadaannya Lewat 'Jingle'

#Februari Kulineran Di Negeri Aing #Tradisi #Kuliner
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Tradisi
Tradisi Sripuan Warnai Maulid Nabi di NTT, Ada Arak-arakan Gunungan hingga Roda
Tradisi Sripuan menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi di NTT. Warga menggelar arak-arakan gunungan, tradisi Roda, Ashrakkal, hingga doa bersama.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Tradisi Sripuan Warnai Maulid Nabi di NTT, Ada Arak-arakan Gunungan hingga Roda
Kuliner
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Ia akan menjadi perwakilan Indonesia dalam Hennessy MyWay Global Final yang akan digelar di Prancis.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kuliner
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Ini merupakan kreasi spesial dengan rasa hotteok brown sugar pancake yang dibuat bersama BTS dan didedikasikan khusus bagi para penggemarnya di seluruh dunia.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Tradisi
Legenda Roro Jonggrang di Balik Candi Prambanan
Kisah Roro Jongrang jadi legenda turun-temurun terkait dengan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang berdiri di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Legenda Roro Jonggrang di Balik Candi Prambanan
Tradisi
13 Juli Resmi Jadi Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME Nasional, Awalnya dari Wongsonegoro
Pemerintah menetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME melalui SK Menteri Kebudayaan No. 135/2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 07 Juli 2026
13 Juli Resmi Jadi Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME Nasional, Awalnya dari Wongsonegoro
Kuliner
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
PRJ 2026 menghadirkan ragam kuliner Nusantara, mulai dari Kerak Telor, Ayam Betutu, Mie Aceh, hingga Soto Banjar dalam satu lokasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
Kuliner
BINTANG Arak Jeruk & Madu Perluas Kehadiran di Indonesia, Bikin Nongkrong Lebih Segar dan Seru
Sejak pertama kali diperkenalkan di Bali, BINTANG Arak Jeruk & Madu telah menarik perhatian konsumen.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 Juni 2026
 BINTANG Arak Jeruk & Madu Perluas Kehadiran di Indonesia, Bikin Nongkrong Lebih Segar dan Seru
Bagikan