Ketika Farhan Siki Berbicara Tantangan Perupa Muda Mengeksplorasi Karya

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 18 Juli 2018
Ketika Farhan Siki Berbicara Tantangan Perupa Muda Mengeksplorasi Karya

Pameran KODE yang diselenggarakan di Galerikertas-Studiohanafi, Jalan Raya Meruyung Gg. Manggis No 72 Kp Parung Bingung, Depok, Ahad (15/7).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SESELA kesibukan mengantar pembukaan pameran, menghampiri tetamu, pria dengan rambut digelung berkemeja putih tersebut masih sempat menghampiri tim merahputih.com untuk membincang masing-masing karya ketiga perupa pada pameran KODE, di Galerikertas-Studiohanafi, Jalan Raya Meruyung Gg. Manggis No 72 Kp Parung Bingung, Depok, Ahad (15/7).

"Kekuatan karya itu adalah ketepatan mengatakan suatu karya. Bukan asal sembarang begitu saja," kata Street Artist asal Yogyakarta, Farhan Siki, memulai perbincangan.

Farhan menegaskan tentang kemajuan teknologi pada proses ekplorasi masing-masing seniman. Tiap zaman tentu para seniman tak hanya bersinggungan dengan kenaifan pembangunan, tantangan pembaruan, tetapi juga keterampilan berkomunikasi terhadap kemajuan teknologi.

Salah satu hasil perupa muda yang dipamerkan di Galerikertas-Studiohanafi. (Merahputih.com/Noer Ardiansjah)

Melalui pameran KODE, lanjut Farhan, para seniman muda diberi ruang leluasa untuk berdialog dengan zaman, pembaruan, dan tantangan untuk lebih tajam bereskplorasi.

Studiohanafi memberi medium bagi para perupa muda untuk beraktualisasi dan berinteraksi dengan para senior untuk berdialektik menajamkan konsep dan tema keryanya. "Pengalaman ini bakal menjadi bekal mereka," kata Farhan.

Farhan menyadari di setiap generasi tentu melahirkan orang-orang kreatif. Ironisnya, kata Farhan, wadah bagi para perupa muda sangat minim bahkan kehadiran seniman tersebut seperti dianaktirikan bangsa ini. "Mereka butuh ruang dan kesempatan untuk memamerkan karyanya," kata Farhan.

Karena itu, pada kesempatan tersebut Farhan bersama Studiohanafi, menggelar pameran bertajuk KODE untuk memberi ruang interaksi bagi para perupa muda mengeksplorasi karyanya.

Pemilihan kata KODE, menurut Farhan, merupakan sebuah kalimat bermakna mendalam dan memiliki definisi khusus.

Setiap perupa, ujarnya, pasti memiliki bahasa-bahasa atau karya tidak bisa diterjemahkan. "Selalu ada isyarat di dalamnya. Bukan asal sembarang karya," katanya.

Di sisi lain, bagi Farhan, kode itu pula kemudian bisa mengantarkan masyarakat kepada pemahaman lebih luas. "Kode itu harus dipegang setiap perupa." tuturnya. "Para perupa harus bisa menyampaikan pesan itu dengan tepat. Setiap sisi karya harus bisa dipertanggungjawabkan dengan sebuah pengetahuan," tandasnya. (*)

#Studiohanafi #Seniman
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Lifestyle
Resmi Ditutup, ini 5 Galeri di Art Jakarta 2025 yang Menarik Perhatian Pengunjung
Galeri di Art Jakarta 2025 ini menarik perhatian pengunjung. Pameran seni itu sudah resmi ditutup pada Minggu (5/10) kemarin.
Soffi Amira - Senin, 06 Oktober 2025
Resmi Ditutup, ini 5 Galeri di Art Jakarta 2025 yang Menarik Perhatian Pengunjung
Fun
Buka Art Jakarta 2025, Menbud Fadli Zon Janji Kirim Perupa Indonesia Ikut Pameran Internasional
Seni rupa dapat menjadi jembatan para seniman lokal dengan panggung seni internasional.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Oktober 2025
Buka Art Jakarta 2025, Menbud Fadli Zon Janji Kirim Perupa Indonesia Ikut Pameran Internasional
Lifestyle
Art Jakarta 2025 Tampilkan 75 Galeri dari 16 Negara, Kembali Bawa Segmen Unggulan
Art Jakarta 2025 menampilkan 75 galeri dari 16 negara. Nantinya, ada segmen unggulan di Art Jakarta 2025 yang tak boleh dilewatkan.
Soffi Amira - Rabu, 24 September 2025
Art Jakarta 2025 Tampilkan 75 Galeri dari 16 Negara, Kembali Bawa Segmen Unggulan
Lifestyle
Mengubah Lelah Jadi Perayaan: Instalasi Seni Heineken Hadirkan Pengalaman Afterwork
Heineken menghadirkan pengalaman seru lewat Ahhhterwork. Pengalaman ini mengubah rasa lelah menjadi momen santai.
Soffi Amira - Jumat, 19 September 2025
Mengubah Lelah Jadi Perayaan: Instalasi Seni Heineken Hadirkan Pengalaman Afterwork
Indonesia
Kisruh Royalti Lagu, Pelaku Usaha dan Seniman Desak DPRD Solo Bubarkan LMKN
Polemik royalti lagu kini masih ricuh. Pelaku usaha hingga seniman mendesak DPRD Solo untuk membubarkan LMKN.
Soffi Amira - Sabtu, 23 Agustus 2025
Kisruh Royalti Lagu, Pelaku Usaha dan Seniman Desak DPRD Solo Bubarkan LMKN
Fun
Ruang Seni Portabel Pertama Hadir di Sudirman, Buka dengan Pameran ‘Dentuman Alam’
LQID Creative Space hadir sebagai ruang seni publik portabel pertama di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Agustus 2025
Ruang Seni Portabel Pertama Hadir di Sudirman, Buka dengan Pameran ‘Dentuman Alam’
Indonesia
Gamelan Ethnic Music Festival 2025 Siap Digelar, Seniman dari 7 Daerah Bakal Ikut Meramaikan
Gamelan Ethnic Music Festival 2025 akan digelar pada 22-23 Agustus 2025. Seniman dari tujuh daerah akan ikut tampil.
Soffi Amira - Rabu, 20 Agustus 2025
Gamelan Ethnic Music Festival 2025 Siap Digelar, Seniman dari 7 Daerah Bakal Ikut Meramaikan
Dunia
Seniman Tato Korea Selatan Perjuangan Revisi Tattooist Act, Janjikan Praktik Sesuai Standar Kesehatan dan Keamanan
Di ‘Negeri Ginseng’ praktik tato oleh arti yang bukan dokter telah dilarang selama puluhan tahun, memicu perdebatan hukum.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Agustus 2025
Seniman Tato Korea Selatan Perjuangan Revisi Tattooist Act, Janjikan Praktik Sesuai Standar Kesehatan dan Keamanan
Dunia
Seniman Tak Mau Kalah dari Ilmuwan yang Temukan Olo, Ciptakan Warna Baru yang Disebut Yolo
Stuart Semple klaim ciptakan warna cat baru hasil eksperimen ilmiah.
Hendaru Tri Hanggoro - Sabtu, 26 April 2025
Seniman Tak Mau Kalah dari Ilmuwan yang Temukan Olo, Ciptakan Warna Baru yang Disebut Yolo
Fun
ara contemporary Hadirkan Galeri Seni Beriskan 17 Seniman Asia Tenggarra
Galeri ini hadir untuk mendukung seniman Asia Tenggara serta mempromosikan praktik seni mereka di tingkat lokal maupun internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 12 April 2025
ara contemporary Hadirkan Galeri Seni Beriskan 17 Seniman Asia Tenggarra
Bagikan