Kerja Politik Puan: Menangkan Ganjar di Jateng Sampai Dapat Apresiasi di DPR

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 September 2022
Kerja Politik Puan: Menangkan Ganjar di Jateng Sampai Dapat Apresiasi di DPR

Ketua DPR Puan Maharani. (Foto: dpr.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Survei KedaiKOPI yang dirilis beberapa waktu lalu, Puan memiliki elektabilitas meyakinkan pada angka 9,6 persen dalam Pemilihan Presiden 2024. Hal ini linear dengan semakin diterimanya pemimpin perempuan di Indonesia.

Dari catatan survei tersebut, masyarakat Indonesia menilai pemimpin perempuan kian menjadi simbol harapan di tengah krisis. Menariknya, menurut Kunto, pemimpin di dunia yang paling berhasil mengendalikan COVID-19 adalah perempuan.

Baca Juga:

Pesan Puan kepada Dewan Kolonel

Persepsi tersebut ikut mendorong masyarakat Indonesia untuk tidak lagi terlalu mempersoalkan jenis kelamin dalam memilih pemimpin sehingga turut menjadi keunggulan bagi Puan Maharani.

Dari sisi kepemimpinan, perempuan oleh publik lebih dipercaya karena memiliki kompetensi, teliti, ulet, cekatan, dan tanggung jawab terhadap tugas, di samping memiliki komitmen moral yang lebih baik dibandingkan laki-laki.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Kunto Adi Wibowo menilai, Puan Maharani merupakan tokoh politik nasional yang memiliki track record atau rekam jejak yang jelas.

Rekam jejak tersebut tercermin dalam banyak aktivitas atau kerja politik selama ini, termasuk Puan yang memiliki komitmen terhadap tugas-tugas yang diberikan, baik saat menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP maupun saat ini sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

"Beliau harus kita akui satu-satunya yang punya rekam jejak jelas. Hanya saja Puan bukan orang yang suka pamer," ujar Kunto saat Diskusi Politik "Indonesia Point" seperti dikutip dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Ia bercerita, saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencalonkan diri menjadi gubernur yang terpilih sebagai Ketua Tim Pemenangan adalah Puan Maharani. Bahkan, Puan sangat aktif untuk turun mengampanyekan Ganjar.

Hasilnya, tegas ia, sangat jelas, Ganjar Pranowo berhasil menang yang menggambarkan komitmen Puan terhadap tugasnya yang luar biasa.

"Kondisi tersebut sama halnya saat Puan memimpin DPR RI saat ini di mana banyak hasil kerja yang pantas diapresiasi," katanya.

Kunto menyebutkan, salah satunya adalah dalam Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) di mana Puan bisa dikatakan sebagai motor penggeraknya.

"Begitu pula dengan Rancangan Undang-Undang Kesehatan Ibu dan Anak yang memberikan jaminan perlindungan lebih untuk perempuan dan anak," katanya.

Produk hukum tindak pidana kekerasan seksual, kata dia, kemungkinan tak akan seperti sekarang jika Puan Maharani tidak menjadi Ketua DPR RI.

"Ini hasil kerjanya jelas. Artinya yang mengetahui kebutuhan perempuan adalah seorang perempuan dan di sisi tersebut beliau sangat mampu dan berhasil memperjuangkannya," katanya. (Pon)

Baca Juga:

Johan Budi Ungkap Alasan Inisiasi Dewan Kolonel Loyalis Puan Maharani

#Puan Maharani #Ganjar Pranowo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Listyo Sigit Dicopot Bukan Pensiun, Puan Maharani: Memang Sudah Waktunya
Listyo Sigit sendiri dilantikan menjadi menjadi Kapolri di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 27 Januari 2021 silam, alias sudah lebih dari 5 tahun menjabat.
Wisnu Cipto - Kamis, 01 Oktober 2026
Kapolri Listyo Sigit Dicopot Bukan Pensiun, Puan Maharani: Memang Sudah Waktunya
Indonesia
Puan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia
Menurutnya, seluruh daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama saat curah hujan tinggi.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti wacana pendidikan gratis hingga PTN. Ia meminta untuk dikaji terlebih dahulu.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Berita
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Puan Maharani meminta pemerintah memaksimalkan pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan sekitar Anak Krakatau, Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Indonesia
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
DPR akan memberikan dukungan selama tambahan anggaran tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
Indonesia
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Puan mengatakan DPR siap mendukung jika hasil kajian menyimpulkan integrasi kedua lembaga tersebut dapat membuat pemantauan dan mitigasi bencana lebih efektif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Indonesia
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Puan Maharani mengingatkan tingginya ancaman gempa di Indonesia dan mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan serta penanganan bencana terpadu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Indonesia
Karhutla Meluas, Ketua DPR Desak Pelaku Diburu dan Sanksi Dibuka ke Publik
Kabut asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan warga sekaligus menghambat aktivitas pendidikan, transportasi, hingga kegiatan ekonomi.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Karhutla Meluas, Ketua DPR Desak Pelaku Diburu dan Sanksi Dibuka ke Publik
Bagikan