Kereta Peluru Terbaru Bisa Selamatkan Penumpang saat Gempa Bumi

Leonard Leonard - Rabu, 08 Juli 2020
Kereta Peluru Terbaru Bisa Selamatkan Penumpang saat Gempa Bumi

Jepang bangun kereta peluru untuk menghadapi kejadian-kejadian luar biasa. (Foto: jrailpass)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JEPANG membangun moda transportasi aman untuk masa depan. Kereta peluru terbaru buatan Jepang yang amat dinanti ini sangat cepat, mudah, dan dibangun untuk beberapa keadaan luar biasa di masa depan.

Kereta N700S akan melakukan perjalanan antara Tokyo dan Osaka di jalur Tokaido Shinkansen. Kereta ini sanggup meluncur hingga sekitar 360 kilometer per jam. Wahana ini merupakan kereta peluru baru pertama oleh Central Japan Railway (JR Central) dalam 13 tahun. CNN menyebut kereta ini sebagai kereta tercepat di 'Negeri Sakura'.

Baca juga:

Kereta Cepat di Jalur Transportasi Massal

1
Kereta pertama JR Central dalam 13 tahun. (Foto: ctvnews)

Kereta cepat terbaru itu mulai beroperasi pada 1 Juli. Awalnya, kereta itu disiapkan untuk Olimpiade Tokyo. Namun, pandemi membuat ajang itu telah dijadwalkan ulang pada 2021.

Kecepatan hanya salah satu bagian terbaik dari kereta baru ini. Bagian terbaik lainnya ialah kemampuan kereta ini dalam membantu orang mengevakuasi area jika terjadi sebuah gempa bumi.

Selain aman dan cepat, skreta baru itu tentu saja sangat nyaman. Kereta canggih ini dilengkapi pencahayaan yang lebih lembut, perjalanan yang lebih tenang, sistem suspensi inovatif, peningkatan efisiensi energi, dan kursi yang dirancang baru. Namun, hal yang paling membedakan kereta ialah sistem keselamatan terbarunya.

Dengan sistem pengereman baru, kereta akan dapat berhenti lebih cepat dan lebih aman, bahkan pada kecepatan yang meningkat. Selain itu, kereta akan memiliki sistem baterai lithium-ion self-propultion pertama di dunia. Hal itu memungkinkan kereta tetap beroperasi untuk jarak pendek selama pemadaman listrik. Baterai itu membuat lebih mudah untuk menjalankan kereta keluar dari daerah berisiko tinggi. Menembus terowongan dan melewati jembatan saat terjadi bencana alam.

Baca juga:

Serunya Perjalanan Kereta Winter Wonderland Selama 22 Hari

2
Akan mulai beroperasi 1 Juli 2021. (Foto: travelelog)

JR Central berharap peningkatan yang dilakukan pada N700S akan membuat tertarik negara lain. Besar harapan agar pelancong mancanegara juga dapat melihat inovasi ini.

Meski N700S telah memulai layanan, itu bukan satu-satunya kereta peluru yang menjadi untuk menjadi berita utama. Japan Railways Group (JR Group) juga mengerjakan kereta ultra cepat. Nantinya, wahana itu bisa menempuh jarak dari Tokyo ke Osaka dalam waktu 67 menit. Itu mampu meluncur dengan kecepatan hingga 500 km/ jam.

Kereta itu masih dalam pengembangan dan tak akan selesai sebelum 2037. Namun, kereta itu diperkirakan memiliki kemajuan teknologi yang sama dengan N700S. Matador Network menambahkan, kereta ultra cepat itu punya kemampuan untuk benar-benar 'melayang' 10 cm di atas tanah begitu kecepatan mulai meningkat. (lgi)

Baca juga:

Kereta Ultra Cepat Paris ke Berlin Hanya Butuh Waktu Empat Jam

#Jepang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemadaman Karhutla Dimasifkan Biar Asep Tidak Lintas Negara, Jepang Kirim Kapal dan 3 Helikopter
Pengiriman ini merupakan misi pemadaman kebakaran luar negeri pertama yang dilakukan oleh personel Pasukan Bela Diri (SDF).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Pemadaman Karhutla Dimasifkan Biar Asep Tidak Lintas Negara, Jepang Kirim Kapal dan 3 Helikopter
Olahraga
Jumlah Pemain Jepang di Premier League Pecahkan Rekor, Ini Alasannya!
Jumlah pemain Jepang di Premier League musim ini mencatat rekor baru.
Yusuf Abdillah - Rabu, 26 Agustus 2026
Jumlah Pemain Jepang di Premier League Pecahkan Rekor, Ini Alasannya!
Dunia
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Jepang, Layanan Kereta Terganggu, Tidak Ada Peringatan Tsunami
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah timur Jepang.
Yusuf Abdillah - Minggu, 23 Agustus 2026
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Jepang, Layanan Kereta Terganggu, Tidak Ada Peringatan Tsunami
Dunia
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, naik jadi 34 orang. Otoritas masih menyelidiki 9 kematian terkait bencana.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Dunia
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, melonjak menjadi 28 orang. Mal Aeon dan pabrik Nippon Paper jadi titik terparah, 10.000 warga mengungsi, listrik dan air bersih terganggu.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Dunia
Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 17 Orang, Mal Aeon Titik Terparah
Gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, menewaskan 17 orang. Mal Aeon dan pabrik Nippon Paper jadi titik terparah. 10.000 warga mengungsi, listrik dan air bersih terbatas.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 17 Orang, Mal Aeon Titik Terparah
Indonesia
Cak Imin Sebut Skema Kerja Sama SSW Kunci Perluasan Kesempatan Kerja di Jepang
Memperluas akses pekerja Indonesia memperoleh kesempatan bekerja di Jepang melalui jalur yang legal, aman, dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Cak Imin Sebut Skema Kerja Sama SSW Kunci Perluasan Kesempatan Kerja di Jepang
Indonesia
Jepang Tambah Personel Pencarian Warga Hilang Akibat Gempa Magnitude 7,1 di Kumamoto
Jumlah personel Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) yang dikerahkan untuk penanganan gempa di Prefektur Kumamoto ditingkatkan menjadi 4.600 orang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Jepang Tambah Personel Pencarian Warga Hilang Akibat Gempa Magnitude 7,1 di Kumamoto
Dunia
Korban Tewas Sementara Gempa Jepang 13 Orang, Ratusan Terjebak Reruntuhan Mal Aeon
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, menewaskan 13 orang. Mall Aeon ambruk, puluhan terjebak, 200 orang selamat. Pemerintah bentuk satuan tugas darurat.
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Juli 2026
Korban Tewas Sementara Gempa Jepang 13 Orang, Ratusan Terjebak Reruntuhan Mal Aeon
Dunia
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Mencapai Ratusan
Sejumlah penumpang kereta cepat juga dilaporkan mengalami luka-luka saat gempa terjadi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Mencapai Ratusan
Bagikan