Keputusan AS Keluar dari Kesepakatan Paris Tidak Pengaruhi Indonesia

Yohannes AbimanyuYohannes Abimanyu - Sabtu, 03 Juni 2017
Keputusan AS Keluar dari Kesepakatan Paris Tidak Pengaruhi Indonesia

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (kanan), memegang buku bertajuk The Magnificent Seven : Indonesia's Marine National Parks dalam peluncuran buku fotografi tersebut di Galeri Kuntskr

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengungkapkan kebijakan Presiden Donald Trump untuk mengeluarkan Amerika Serikat (AS) dari Kesepakatan Paris (Paris Agreement) tidak mempengaruhi program-program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang dijalankan Indonesia.

"Kalau saya sih posisinya, ada atau tidak ada dana luar negeri ya lingkungan harus tetap diperbaiki," katanya usai peluncuran buku fotografi "The Magnificent Seven: Indonesia's Marine National Parks" di Jakarta, Jumat (2/6).

Beberapa negara selain AS, seperti Norwegia, Inggris, Jerman, Jepang, Denmark, dan Belanda, menurut Siti, juga memberikan dukungan besar bagi Indonesia dalam pelaksanaan program-program tersebut.

Kesepakatan Paris sebetulnya menghendaki negara-negara maju membantu negara-negara berkembang dalam upaya menurunkan tingkat emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Namun demikian, Siti mengatakan Indonesia telah bertekad menurunkan emisi karbon sebesar 29 persen hingga 2030 meski tanpa bantuan pihak internasional.

Dalam hal ini, Indonesia melalui Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2016 telah meratifikasi Kesepakatan Paris dan akan menggunakan berbagai metodologi yang ada di dalamnya untuk menjaga ambang batas kenaikan suhu bumi di bawah 2 derajat Celcius dan berupaya menekan hingga 1,5 derajat Celcius.

Siti memperkirakan dana bantuan AS mencapai Rp6 trillium hingga Rp7 triliun untuk program lingkungan dan kehutanan di Indonesia hingga 2021, tidak akan berkurang akibat kebijakan terbaru Trump.

Dalam pertemuan antara Menteri LHK dan mantan Menteri Luar Negeri AS John Kerry dalam Penutupan Konferensi Perubahan Iklim (COP) Ke-22 di Marrakesh, Maroko, pada November 2016, telah dibahas rencana pemberian dana sebesar 1 miliar dolar AS untuk membantu Indonesia mendorong regulasi pengurangan karbon serta investasi proyek energi bersih hingga 2025.

Sementara dana yang dialokasikan khusus untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim mencapai sekitar 350 juta dolar AS, dan kini telah digunakan untuk menjalankan beberapa program.

"Kalau menurut John Kerry waktu itu (dana) yang sudah berjalan tidak akan terganggu. Jadi kita masih punya 'reserve' lah," kata Siti.

Indonesia bersama negara-negara lain akan terus menggugah kesadaran dan mendorong AS untuk kembali menjalankan kerangka kerja Kesepakatan Paris yang ditetapkan pada 2015.

Bahkan, Menteri LHK mengaku akan meminta Presiden Joko Widodo untuk secara khusus bicara dengan Presiden Trump mengenai isu ini pada Pertemuan G20 di Hamburg, Jerman, Juli mendatang.

"Saya akan meminta Bapak Presiden untuk bisa 'appeal' ke Amerika Serikat," ujarnya.

Sumber: ANTARA

#Amerika Serikat #Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Yohannes Abimanyu

Wonderful Indonesia, Pesona Indonesia dan pesona gw adalah satu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Learjet 60 Jatuh di Florida, Satu Keluarga Dinyatakan sebagai Korban Tewas
Seorang pengusaha di bidang teknologi beserta keluarganya dinyatakan sebagai korban tewas pada Minggu tersebut.
Dwi Astarini - 1 jam, 7 menit lalu
Learjet 60 Jatuh di Florida, Satu Keluarga Dinyatakan sebagai Korban Tewas
Dunia
Selat Hormuz Belum Dibuka, Ini 7 Syarat Iran kepada Amerika Serikat
Iran mengajukan tujuh syarat kepada AS sebelum bersedia berunding dan membuka Selat Hormuz. Tuntutannya mencakup pencabutan sanksi hingga penghentian blokade.
Yusuf Abdillah - Selasa, 03 November 2026
Selat Hormuz Belum Dibuka, Ini 7 Syarat Iran kepada Amerika Serikat
Dunia
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Iran memperingatkan perang baru dengan Amerika Serikat bisa berlangsung lebih lama. Ancaman muncul setelah Donald Trump mengisyaratkan serangan lanjutan.
Yusuf Abdillah - Senin, 02 November 2026
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Dunia
9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
Pesawat menukik ke tanah hampir secara vertikal dan meledak menjadi bola api besar.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
  9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
ShowBiz
Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Young menyatakan penggunaan lagu miliknya yang dirilis pada 1989, 'Rockin' in the Free World', tanpa izin.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
 Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Dunia
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Militer Iran menyebut ketiga kapal tersebut telah menonaktifkan sistem radar dan navigasi mereka dan juga mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Angkatan Laut IRGC.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Dunia
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Kuba mengadu ke PBB usai 2,6 juta rakyatnya kesulitan air minum akibat krisis listrik dan blokade ekonomi Amerika Serikat. Simak laporan resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Indonesia
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Caracas, ibu kota Venezuela, yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Dunia
Trump Mau Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS, Presiden Diganti Gubernur
Donald Trump serukan Venezuela jadi negara bagian ke-51 AS dan ganti presiden dengan gubernur. Cek pernyataan lengkap dan analisis geopolitiknya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Mau Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS, Presiden Diganti Gubernur
Indonesia
Nicki Minaj Ngekor Kampanye Presiden Donald Trump, Pejabat Istana Usulkan Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Minaj menyebut dirinya sebagai 'penggemar nomor satu' Trump meskipun ia sempat mengkritik kebijakan Trump pada masa jabatan pertamanya.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Nicki Minaj Ngekor Kampanye Presiden Donald Trump, Pejabat Istana Usulkan Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Bagikan