Headline

Kepala Intelijen Afghanistan Kunjungi Pakistan Bahas Taliban

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 31 Januari 2018
Kepala Intelijen Afghanistan Kunjungi Pakistan Bahas Taliban

Menteri Luar Negeri Afganistan Salahuddin Rabbani, Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Pakistan Khawaja Asif Dialog Menteri Luar Negeri China-Afganistan-Pakistan (ANTARA FOTO/REU

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pakistan disebut-sebut sebagai negara yang berada di belakang kelompok Taliban. Kuat dugaan Islamabad memberikan perlindungan kepada kelompok yang baru-baru ini melancarkan serangan di Kabul dan menewaskan lebih dari 120 orang.

Kepala badan intelijen Afghanistan mengunjungi Pakistan guna membahas serangan maut Taliban. Afghanistan merasa perlu mengambil langkah pencegahan terhadap persekongkolan Pakistan dan Taliban.

Pemerintah Afghanistan kesulitan menghadapi perlawanan kelompok bersenjata Taliban, yang dalam sepekan melancarkan dua serangan terpisah di Kabul hingga menewaskan lebih dari 120 orang.

Mereka menduga pelaku utama serangan itu adalah jaringan Haqqani, unsur dalam kelompok Taliban, yang bergerak di Pakistan.

Pejabat Afghanistan akan menyiarkan sejumlah bukti, yang mengaitkan sejumlah orang dengan kelompok di Pakistan dengan serangan di Kabul, kata sumber militer kepada Reuters sebagaimana dikutip Antara.

Beberapa perutusan melakukan kunjungan ke Pakistan pada Rabu (31/1), di antaranya adalah kepala Direktorat Nasional untuk Keamanan, Masoom Stanekzai, dan Menteri Dalam Negeri, Wais Barmak.

"Pemerintah Afghanistan meminta kunjungan ke Pakistan oleh delegasi tingkat tinggi yang akan membawa pesan dari presiden Afghanistan," kata juru bicara kementerian luar negeri Pakistan, Mohammad Faisal, dalam Twitter resminya.

Pada Sabtu, bom di ambulans meledak di sebuah area yang banyak dijaga aparat di Kabul sehingga menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai sedikitnya 235 lainnya. Taliban mengaku bertanggung jawab atas aksi itu.

Satu pekan sebelumnya, Taliban juga mengklaim serangan yang menewaskan lebih dari 20 orang di Hotel Intercontinental.

Dugaan bahwa Pakistan membiarkan kelompok Haqqani beroperasi di wilayahnya tidak hanya memperburuk hubungan dengan Afghanistan. Amerika Serikat pun mulai gerah. Pada awal bulan ini Washington membatalkan bantuan militer senilai 2 milyar dolar AS kepada Islamabad.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan mengatakan bahwa Pakistan telah membalas perlakuan baik Washington dengan "kebohongan dan penipuan." Sudah banyak yang menyalahkan Pakistan atas gelombang teror di Kabul. Seorang ulama senior di Afghanistan pada pekan ini mengkritik fatwa dari otoritas keagamaan Pakistan karena tidak secara eksplisit menyatakan bahwa serangan di Kabul adalah tindakan "haram" bagi Muslim.

Kedutaan Pakistan di Kabul membantah kritik tersebut, dan menyatakan bahwa fatwa terkait ditujukan untuk menentang semua bentuk kekerasan dan terorisme atas nama Islam di manapun.

Pada November tahun lalu, Pakistan menyerahkan 27 orang yang diduga anggota kelompok Taliban dan jaringan Haqqani kepada Afghanistan, kata juru bicara kementerian luar negeri negara tersebut pada Senin. Selain itu, sekelompok delegasi dari Islamabad akan mengunjungi Afghanistan pada 3 Februari.

"Delegasi akan dipimpin menteri luar negeri, akan membahas semua persoalan, termasuk bagaimana menangani terorisme, menciptakan perdamaian, dan perujukan," kata kedutaan Pakistan di Kabul.(*)

#Pakistan #Afghanistan #Taliban
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ledakan Kantor Polisi Dekat Lokasi Demo, 14 Tewas Puluhan Luka-Luka
Ledakan di luar kantor polisi menewaskan 14 orang dan melukai puluhan lainnya. Pelaku meledakkan bom saat sedang terjadi unjuk rasa dekat kantor polisi.
Wisnu Cipto - Senin, 03 Agustus 2026
Ledakan Kantor Polisi Dekat Lokasi Demo, 14 Tewas Puluhan Luka-Luka
Dunia
Kata-Kata Terakhir Pilot K2 Airways Pakistan Sebelum Hilang di Atas Laut Arab
Pilot K2 Airways sempat mengucapkan kata-kata terakhir “Rolling or floating, 1732” sebelum pesawat Boeing 737 hilang kontak di Laut Arab, bangkai ditemukan 53 mil laut selatan Ormara, investigasi masih berlangsung.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Juli 2026
Kata-Kata Terakhir Pilot K2 Airways Pakistan Sebelum Hilang di Atas Laut Arab
Dunia
12 Jam Hilang Kontak, Bangkai Boeing K2 Airways Ditemukan di Pantai Ormara Pakistan
Pesawat kargo Boeing 737-400 K2 Airways hilang kontak 12 jam di Laut Arab, ditemukan 53 mil laut selatan Ormara Pakistan, 5 awak masih dicari, investigasi penyebab musibah berlangsung.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Juli 2026
12 Jam Hilang Kontak, Bangkai Boeing K2 Airways Ditemukan di Pantai Ormara Pakistan
Indonesia
Kapal Selam Militer Pakistan Sandar di Tanjung Priok Bukan Sekadar Singgah
Tiga kapal perang Pakistan, PNS Taimur, Hangor, dan PNS Aslat, bersandar di Jakarta untuk kunjungan kehormatan.
Wisnu Cipto - Kamis, 21 Mei 2026
Kapal Selam Militer Pakistan Sandar di Tanjung Priok Bukan Sekadar Singgah
Dunia
Pakistan Kembali Lancarkan Serangan Militer ke Afghanistan
Beberapa putaran perundingan sebelumnya telah digelar di Qatar, Turki, dan Arab Saudi, tetapi tidak membuahkan hasil.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 April 2026
 Pakistan Kembali Lancarkan Serangan Militer ke Afghanistan
Dunia
Perundingan AS-Iran Ditunda, Pakistan Optimistis Negosiasi akan Dibuka Lagi
Pakistan mengatakan perpanjangan gencatan senjata akan memungkinkan upaya diplomatik terus berlanjut.
Dwi Astarini - Rabu, 22 April 2026
Perundingan AS-Iran Ditunda, Pakistan Optimistis Negosiasi akan Dibuka Lagi
Dunia
KSAD Pakistan Jenderal Asim Munir Jadi Kunci Nasib Perundingan Iran-AS Tahap 2
Hasil kunjungan delegasi Pakistan, selaku mediator, ke Ibu Kota Teheran akan menentukan nasib kelanjutan perundingan tahap dua antara Iran dan Amerika Serikat.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 April 2026
KSAD Pakistan Jenderal Asim Munir Jadi Kunci Nasib Perundingan Iran-AS Tahap 2
Dunia
Cerita Pakistan Menjadi Penengah AS dan Iran untuk Kesepakatan Gencatan Senjata
Selama beberapa minggu terakhir, Pakistan telah bertindak sebagai perantara antara Iran dan Amerika Serikat dengan menyampaikan pesan di antara kedua pihak.
Dwi Astarini - Rabu, 08 April 2026
Cerita Pakistan Menjadi Penengah AS dan Iran untuk Kesepakatan Gencatan Senjata
Indonesia
Konflik Pakistan-Afghanistan Memanas, DPR Desak Opsi Evakuasi WNI Disiapkan
Konflik Pakistan–Afghanistan memanas usai serangan ke Kabul. DPR desak Kemlu siaga lindungi WNI dan siapkan opsi evakuasi jika situasi memburuk.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 28 Februari 2026
Konflik Pakistan-Afghanistan Memanas, DPR Desak Opsi Evakuasi WNI Disiapkan
Dunia
Pakistan dan Afghanistan Perang Terbuka, 133 Anggota Taliban Dikabarkan Tewas
Lebih dari 80 tank, meriam artileri, dan kendaraan lapis baja pengangkut personel milik Afghanistan telah dihancurkan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 27 Februari 2026
Pakistan dan Afghanistan Perang Terbuka, 133 Anggota Taliban Dikabarkan Tewas
Bagikan