MerahPutih.com - Insiden turbulensi parah kembali terjadi di dunia penerbangan. Setelah Singapore Airlines dari London tujuan Singapuram mengalami turbulensi hebat di Samudera Hindia, teranyar Pesawat Korean Air KE189 alami turbulensi parah di Sabtu (22/6) waktu setempat.
Turbulensi parah ini terjadi dalam perjalanan dari Incheon, Korea Selatan, menuju Taichung, Taiwan, pada Sabtu (22/6). Dalam insiden ini menyebabkan 13 penumpang cedera.
Dilansir JoongAng Daily, seorang penumpang KE189, Hsu, mengatakan merasa ada sesuatu yang salah sesaat sebelum insiden turbulensi terjadi lantaran para pramugari tetap duduk di kursi masing-masing.
Hsu mengatakan, dia dan putrinya mengenakan masker oksigen ketika pesawat mulai terjun bebas. Dia bercerita mengalami sakit telinga dan sakit kepala imbas insiden tersebut.
Baca juga:
Kementerian Infrastruktur dan Transportsi Korsel mencatat ada 15 penumpang yang menderita hiperventilasi atau nyeri pada gendang telinga imbas insiden ini. Sebanyak 13 orang terpaksa dibawa ke rumah sakit setibanya di Incheon.
KE189 berangkat dari Bandara Internasional Incheon dengan mengangkut 125 penumpang sekitar pukul 16,45 waktu setempat.
50 menit setelah lepas landas, muncul peringatan kesalahan sistem tekanan Udara pesawat Boeing 737 Max 8 itu. Sistem tekanan pesawat berfungsi mengatur tingkat tekanan di dalam pesawat.
Akibat kesalahan sistem itu, pesawat mengalami turbulensi parah hingga terjun dari ketinggian sekitar 35.000 kaki (10,6 kilometer) menjadi 9.000 kaki (2,7 kilometer) dalam 15 menit.
Baca juga:
Sementara, situs pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan pesawat turun sekitar 26.900 kaki dalam 15 menit.
Akibat insiden ini, Korean Air tengah menyelidiki penyebab pasti dan melakukan pemeliharaan pada pesawat tersebut usai pemeriksaan rampung. Penerbangan ke Taiwan, dialihkan pada keesokan harinya yakni Minggu (23/6) dengan pesawat berbeda. (*)