Travel

Kenapa Jendela Pesawat Selalu Bundar?

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 23 Desember 2021
Kenapa Jendela Pesawat Selalu Bundar?

Ada alasan mengapa jendela pesawat berbentuk bundar. (Foto: Unsplash@/Luke Porter)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEJAK pandemi, kegiatan naik pesawat mungkin jadi berkurang. Namun, akhir-akhir ini semua orang mulai kembali bepergian. Jika tadinya kita tidak memperhatikan sekitar, kini semua orang jadi lebih peka dengan sekelilingnya karena sudah lama tak berjalan-jalan, termasuk ketika berada dalam pesawat.

Menaiki pesawat dimulai dengan pencarian tempat duduk, meletakkan barang bawaan, dan duduk di kursi yang sudah disediakan. Setelahnya, kamu mungkin baru menyadari satu hal. Semua hal di dalam pesawat berbentuk bundar. Mulai dari jendela, sandaran tangan, meja baki, sampai layar televisi, semuanya tidak memiliki ujung tajam. Apa alasannya?

Baca Juga:

3 Penyebab Umum Kecelakaan Pesawat

Meskipun remeh, sebenarnya benda-benda ini ada untuk alasan yang sangat bagus. Direktur senior rumah desain Teague, Anthony Harcup, mengatakan kepada DMarge bahwa tepian tajam dapat melukai siku, lutut, pinggul, atau bagian tubuh manapun. Sebenarnya hal ini sudah biasa terjadi, namun akan jadi sangat berbahaya ketika kita berada di ketinggian beribu-ribu kaki dari permukaan tanah.

Semua bagian pesawat dibuat bundar untuk memberikan keamanan pada penumpang selama perjalanan. (Foto: Pixabay@StockSnap)

Oleh sebab itu, perusahaan Teague yang sudah bekerja dengan Boeing selama 75 tahun akhirnya melakukan pembulatan untuk 'delethalization'. "(Prinsip desain) yang memastikan bahwa ketika berada dalam hukum Murphy, seorang penumpang tidak dapat melukai diri mereka sendiri di bagian mana pun dari kursi pesawat," jelas Harcup.

Akan tetapi, sebenarnya lebih jauh dari itu. Pembulatan ini bukan hanya melindungi penumpangnya dari memar-memar, melainkan juga pesawat itu sendiri. Ketika suatu bagian dicetak, dikerjakan dengan mesin dan dicat, dilapisi laminasi, dan segudang pekerjaan lain, hasil akhirnya jauh lebih mungkin mengalami keretakan akibat tekanan atau lapisan akhir aus pada titik tinggi ketika diproduksi dengan tepi tajam.

Baca Juga:

Kemana Pesawat Parkir Selama Pandemi COVID-19?

Proses pembulatan setidaknya dapat meminimalisasi kejadian ini agar bagian pesawat lebih tahan lama dan dapat melaju dengan aman. Kesalahan ini pernah terjadi. Berdasarkan sejarah, penumpang pesawat mulai populer sejak tahun 1950an.

Pesawat mulai terbang dengan ketinggian yang lebih tinggi untuk menghemat biaya karena udara tipis membantu penerbangan lebih ringan. Sayang, hal ini menciptakan turbulensi yang membuat perjalanan tidak nyaman. Parahnya lagi, saat itu desainnnya tidak dibuat untuk keamanan penumpang. Jendelanya berbentuk kotak sehingga menciptakan titik stres karena perbedaan tekanan di dalam dan luar pesawat.

"Ketika suatu material berubah bentuk, tegangan dibuat di dalam material. Akhirnya tegangan naik sangat tinggi sehingga material tersebut pecah," demikian penjelasan dari saluran YouTube Real Engineering. Inilah yang terjadi tahun 1952 ketika dua pesawat di udara hancur akibat jendela perseginya.

Untungnya, kini desainer sudah membuatnya secara bundar dan jelas inilah yang perlu disyukuri. Meskipun sepele ternyata, hal ini ternyata sangat berdampak buat keselamatan semua. (sam)

Baca Juga:

Desain Baru Kursi Pesawat untuk Jaga Jarak

#Travel
Bagikan
Ditulis Oleh

Samantha Samsuddin

Be the one who brings happiness

Berita Terkait

Travel
Liburan ke Pulau Dewata Pakai Bali All-Access Pass, Eksplorasi tanpa Batas dengan Layanan Concierge Pribadi
Bali All-Access Pass membuka akses ke lebih dari 50 destinasi unggulan dalam satu pengalaman yang terintegrasi.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Liburan ke Pulau Dewata Pakai Bali All-Access Pass, Eksplorasi tanpa Batas dengan Layanan Concierge Pribadi
Berita Foto
Kolaborasi Hadirkan Tiket Green Perkuat Tren Sustainable Travel di Indonesia
Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, D Gaery Undarsa, dalam konferensi pers Tiket Green di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 22 April 2026
Kolaborasi Hadirkan Tiket Green Perkuat Tren Sustainable Travel di Indonesia
Travel
Wisatawan Indonesia kini Bisa Bayar Pakai QR Code di Korea Selatan
Inisiatif ini bertujuan membuat pembayaran di luar negeri lebih mudah diakses dan lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
 Wisatawan Indonesia kini Bisa Bayar Pakai QR Code di Korea Selatan
Travel
KoenoKoeni Hotel Semarang Bawa Tamu Melawat dalam Warisan, Kriya, dan Keindahan
KoenoKoeni Hotel Semarang hadirkan perpaduan inspirasi warisan budaya dengan sentuhan elegansi modern.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
KoenoKoeni Hotel Semarang Bawa Tamu Melawat dalam Warisan, Kriya, dan Keindahan
Indonesia
Bus Jemaah Umrah Indonesia Kebakaran, Kemenhaj Desak Agen Travel Berikan Kompensasi
Kebakaran bermula dari pecah ban, diikuti dengan kepulan asap yang tiba-tiba muncul dari bagian depan bus. Supir pun langsung menepikan kendaraan dan meminta seluruh jemaah umrah keluar bus
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 28 Maret 2026
Bus Jemaah Umrah Indonesia Kebakaran, Kemenhaj Desak Agen Travel Berikan Kompensasi
Travel
Dari Sunset Syahdu sampai Seru-Seruan Arcade, ini nih 5 Spot Wajib Dikunjungi di Disney Adventure
Kapal terbesar dari armada Disney Cruise Line ini dilengkapi berbagai hiburan yang membuat para penumpang merasa tak sedang berada di tengah lautan.
Dwi Astarini - Senin, 09 Maret 2026
Dari Sunset Syahdu sampai Seru-Seruan Arcade, ini nih 5 Spot Wajib Dikunjungi di Disney Adventure
Travel
Menikmati Pesona Ramadan di Dubai, dari Tradisi Berbuka hingga Semarak Kebersamaan Kota
Melalui inisiatif Season of Wulfa yang dimaknai sebagai musim kebersamaan, Dubai menyuguhkan beragam agenda kuliner serta aktivitas komunitas.
Dwi Astarini - Minggu, 01 Maret 2026
Menikmati Pesona Ramadan di Dubai, dari Tradisi Berbuka hingga Semarak Kebersamaan Kota
Travel
Airbnb & SEVENTEEN Hadirkan Pengalaman Eksklusif di Seoul, LA, dan Tokyo, Bikin Pengalaman tak hanya Konser Biasa
Airbnb Experiences ini mulai diluncurkan Kamis (21/8) di Seoul dan akan segera hadir di Los Angeles dan Tokyo, bertepatan dengan tur mendatang SEVENTEEN, ‘SEVENTEEN WORLD TOUR [NEW_]’.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Agustus 2025
Airbnb & SEVENTEEN Hadirkan Pengalaman Eksklusif di Seoul, LA, dan Tokyo, Bikin Pengalaman tak hanya Konser Biasa
Travel
Selamatkan Putrinya yang Jatuh ke Laut, Seorang Ayah Melompat dari Kapal Pesiar Disney Dream
Gadis itu terjatuh saat sang ayah sedang memotretnya di dekat pagar pembatas.
Dwi Astarini - Selasa, 01 Juli 2025
 Selamatkan Putrinya yang Jatuh ke Laut, Seorang Ayah Melompat dari Kapal Pesiar Disney Dream
Indonesia
Momen Libur Panjang Waisak, KAI Daop 6 Kerahkan KA Tambahan
Mengantisipasi adanya lonjakan penumpang saat libur panjang.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Mei 2025
Momen Libur Panjang Waisak, KAI Daop 6 Kerahkan KA Tambahan
Bagikan