Kenali Tanda-Tanda Mobil Bekas Terendam Banjir

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Sabtu, 01 Februari 2025
Kenali Tanda-Tanda Mobil Bekas Terendam Banjir

Banjir di Jakarta. (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mobil yang pernah terendam banjir biasanya memiliki permasalahan terkait komponen mesin, bodi, dan juga kelistrikan, sehingga biaya perbaikannya juga relatif mahal.

Untuk itu, bagi orang yang ingin membeli mobil bekas, penting untuk mengetahui apakah mobil yang akan dibeli pernah terendam banjir atau tidak. Ketika hendak membeli mobil bekas, konsumen disarankan untuk memeriksa kondisi kendaraan secara keseluruhan.

"Agar terhindar dari membeli kucing dalam karung, penting untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh agar terhindar dari kendaraan yang pernah terendam banjir," kata pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu, saat dikonfrimasi media, dikutip Antara, Jumat (31/1)

Yannes mengingatkan kerap kali penjual mobil bekas adakalanya tidak menyampaikan riwayat mobil pernah terendam banjir. Untuk itu, konsumen sebaiknya mengecek kondisi mobil untuk mengetahui kemungkinan mobil yang dikehendaki pernah terendam banjir.

Baca juga:

Bandara Soetta Sudah Bebas Banjir, Mobil dan Motor Kini Bisa Melintas

Menurut Yannes, hal pertama yang harus diperhatikan saat memeriksa kondisi mobil bekas adalah aroma kabin. Biasanya masih ada sisa bau apek pada karpet dan jok mobil yang pernah kebanjiran.

Calon pembeli mobil bekas juga disarankan memeriksa bagian bawah karpet, lantai mobil, serta celah jok untuk mengecek tanda-tanda bekas lumpur atau bercak air yang mengindikasikan kendaraan tersebut pernah terendam banjir.

Konsumen perlu pula mengecek sistem kelistrikan mobil dengan menyalakan semua fitur elektronik, termasuk lampu, klakson, AC, dan panel indikator. Kelembapan yang tertinggal setelah mobil kebanjiran dapat menyebabkan malfungsi pada komponen kelistrikan.

Di samping itu, Yannes menganjurkan konsumen memastikan baut dan sasis kendaraan tidak berkarat, terutama di bagian tersembunyi yang sulit dijangkau. Kehadiran karat pada komponen-komponen itu menunjukkan tanda kerusakan akibat paparan air.

Baca juga:

Beli Mobil Bekas Banyak Untungnya, Penurunan Harganya Kecil dan Pajaknya Ringan

Filter udara pada kendaraan perlu diperiksa juga. Filter udara yang basah atau kotor bisa jadi menandakan mobil tersebut pernah terendam banjir. Begitu pula komponen lain yang berisiko rusak karena banjir, terutama mesin, sistem kelistrikan, rem, serta interior.

"Mesin harus diperiksa untuk memastikan tidak ada air yang masuk ke ruang bakar atau bercampur dengan oli, yang dapat menyebabkan keausan lebih cepat," tutur dia.

Jika perlu, lanjut Yannes, calon pembeli bisa meminta bantuan mekanik untuk memastikan mobil bekas yang hendak dibeli layak dan aman digunakan. "Bawa ke bengkel terpercaya supaya montir bisa memeriksa kondisinya secara menyeluruh dan memperbaiki komponen-komponen yang memerlukan perbaikan," tandasnya. (*)

#Mobil Bekas #Banjir #Tips Beli Mobil Bekas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yang berada di bagian dalam taman nasional yang terpencil
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Dunia
Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Ribuan orang kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda berbagai wilayah di negara tersebut, termasuk ibu kota Dhaka.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
 Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Indonesia
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Indonesia
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Dalam beberapa tahun belakangan karena perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem yaitu 150-250 mm.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Berita Foto
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Sejumlah kendaraan sepeda motor melawan arah saat banjir setinggi 50 CM mengenangai jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 26 Mei 2026
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Indonesia
Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Kedua embung tersebut berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, konservasi air, sekaligus ruang publik bagi warga.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
 Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Bagikan