MerahPutih.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam keras Israel yang memasang spanduk propaganda di Rumah Sakit Indonesia di Gaza.
"Indonesia mengutuk keras dan memprotes pemasangan spanduk Roaring Lion oleh pasukan Israel di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza,” bunyi pernyataan Kemlu RI di media sosial X dikutip Kamis (23/4).
Kemlu RI menyebut, penggunaan simbol dan propaganda militer di atas reruntuhan rumah sakit yang hancur, terutama jika dikaitkan dengan operasi militer tertentu, merupakan tindakan yang sangat provokatif.
"Ini tidak dapat dibenarkan,'' tulis Kemlu.
Kemlu menegaskan Rumah Sakit Indonesia adalah fasilitas sipil yang didedikasikan untuk menyediakan layanan medis bagi masyarakat Gaza, bukan untuk propaganda atau intimidasi militer.
“Tindakan ini merupakan penghinaan terhadap fasilitas kemanusiaan yang dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina,” tuturnya.
Baca juga:
2 Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Kemlu RI Upayakan Jalur Diplomasi
Lebih lanjut, Kemlu RI menegaskan rumah sakit dan seluruh fasilitas medis harus dihormati serta dilindungi berdasarkan hukum humaniter internasional.
“Indonesia menyerukan kepada Israel untuk menghentikan semua tindakan yang melanggar perlindungan infrastruktur sipil dan untuk memastikan pertanggungjawaban atas serangan terhadap fasilitas medis di Gaza,” bunyi pernyataan Kemlu RI.
Sebelumnya, beredar luas di media sosial rekaman yang menunjukkan pemasangan spanduk bertuliskan “Roaring Lion” di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.
Saat konflik dengan Hamas memuncak, Rumah Sakit Indonesia di Gaza menjadi salah satu sasaran serangan pasukan Israel.
Baca juga:
Nasib Ratusan WNI Terjepit Perang, Kemlu RI Percepat Proses Repatriasi Iran
Diketahui Roaring Lion merupakan kampanye serangan udara Israel ke Iran pada Februari 2026.
Operasi itu juga telah menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan sejumlah petinggi penting negara tersebut.
Rumah Sakit Indonesia diketahui mengalami kerusakan parah akibat rangkaian serangan militer Israel sejak Oktober 2023.
Bahkan Direktur Rumah Sakit Indonesia, dr. Marwan Al Sultan dilaporkan tewas akibat serangan Israel ke kediamannya di Gaza pada Juli 2025. (Knu)