MerahPutih.com - Peran Kantor Urusan Agama (KUA) kini diperkuat sebagai pusat layanan keagamaan yang lebih dekat, aktif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad menyebutkan, KUA harus hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan layanan yang proaktif, dialogis, dan partisipatif.
Kini, KUA tidak lagi hanya sebagai penyedia layanan administratif, tetapi berkembang menjadi pusat edukasi, konsultasi, dan pemberdayaan keluarga.
“Melalui gerakan ini, layanan tidak hanya menunggu di kantor, tetapi bergerak menjangkau masyarakat melalui edukasi pranikah, konsultasi keluarga, literasi pencatatan nikah, hingga pendampingan keluarga agar mampu membangun relasi yang sehat, setara, dan bertanggung jawab,” ujarnya di Semarang, Senin (16/2).
Baca juga:
Program bernama "The Most KUA' ini mengusung konsep sakinah maslahat yang menempatkan keluarga sebagai titik awal pembangunan peradaban.
Keluarga yang sehat secara spiritual, emosional, dan sosial diyakini melahirkan generasi berakhlak, produktif, serta tangguh menghadapi tantangan zaman.
“Ketahanan keluarga berkontribusi langsung pada ketahanan masyarakat dan bangsa. Dari keluarga yang kuat, lahir masyarakat yang harmonis,” tambahnya.
Baca juga:
Gubernur Pramono Ungkap Alasan Anak Muda Ragu Menikah: Harga Rumah Semakin Mahal
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi mengungkapkan, momentum menjelang Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat dimensi spiritual masyarakat agar layanan keagamaan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek pembinaan dan pendampingan keluarga.
"KUA bertransformasi menjadi simpul penguatan nilai keagamaan, pusat literasi keluarga, serta mitra strategis masyarakat dalam membangun kehidupan yang sakinah, maslahat, dan berkelanjutan,'' jelas Ahmad Zayadi. (knu)

