Kemenag Gandeng MUI dan Ormas Islam Bahas Daftar 200 Mubalig

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 22 Mei 2018
Kemenag Gandeng MUI dan Ormas Islam Bahas Daftar 200 Mubalig

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersilaturahim ke MUI. Foto: Kemenag/Twitter

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Agama menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membahas daftar 200 mubalig yang sudah dirilis. MUI menyatakan bahwa daftar penceramah hanya bersifat sementara dan tidak mengikat.

Hal itu dinyatakan Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa'adi usai bertemu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (22/5).

Zainut mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Kemenag telah menjelaskan maksud penerbitan daftar nama ratusan penceramah itu. Dia juga menuturkan bahwa daftar penceramah itu tidak bersifat final dan masih akan terus bertambah.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bertemu Majelis Ulama Indonesia. Foto: Kemenag/Twitter

"Nantinya, Kemenag akan terus memperbaharui dan menambah karena tidak mungkin Indonesia yang sangat luas dan besar jumlah penduduknya hanya dilayani 200 mubalig," kata Zainut Tauhid saat ditemui di Kantornya, Selasa (22/5).

Terkait hal itu, MUI pun meminta agar rekomendasi nama penceramah itu tidak menjadi polemik berkepanjangan di masyarakat hingga menimbulkan kegaduhan.

Undang Ormas Islam

Menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Kemenag, MUI berencana mengumpulkan ormas Islam guna menyikapi polemik penerbitan nama 200 penceramah.

Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara ormas Islam yang dinaungi oleh MUI, sekaligus membahas rekomendasi mubalig dari ormas Islam.

"Insya Allah, dalam waktu dekat ini, MUI akan mengundang ormas Islam untuk membahas dan menemukan kebijakan bersama," ujar dia.

Menag bersilaturahim ke MUI. (foto: boy)

Lebih lanjut, Zainut mengatakan dalam hasil pertemuan dengan ormas islam nanti memungkinan akan ada penambahan mubalig hasil rekomendasi ormas.

"Kemungkinan akan ada penambahan di luar 200 nama itu, sesuai kesepakatan MUI-Kemenag," kata dia.

Mubalig Bakal Disertifikasi

Guna menghindari polemik di masyarakat, Kemenag dan MUI menyepakati akan membuat kualifikasi tertentu bagi setiap mubalig yang akan menyampaikan ceramah agama di masyarakat.

Hal itu bertujuan agar setiap dai memiliki kompetensi dan kemampuan dalam menyampaikan pesan agama.

"MUI dan Kemenag sepakat untuk membangun program peningkatan kompetensi mubalig baik dari aspek materi maupun metodologi malalui program dai bersertifikat," Kata Zainut Tauhid.

Wakil Ketum MUI Zainut Tauhid Sa'adi dan sejumlah petinggi MUI menggelar konferensi pers di Gedung MUI. Jakarta(Merahputih.com / Derry Ridwansah)

Hanya saja, Zainut belum menjelaskan detail terkait sertifikasi mubalig ini, yang jelas seperti yang disyaratkan Kemenag bahwa seorang mubalig harus miliki pengetahuan agama yang mumpuni, pengalaman dalam menyampaikan ceramah agama dan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.

"Nanti akan kita bahas bersama ormas Islam," pungkasnya. (Fdi)

#Majelis Ulama Indonesia #Menteri Agama #Mubalig
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
MUI Isyaratkan Dukungan Pilkada Lewat DPRD, Soroti Politik Uang dan Biaya Tinggi
Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh menyebut pilkada langsung menimbulkan biaya tinggi dan politik uang.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Januari 2026
MUI Isyaratkan Dukungan Pilkada Lewat DPRD, Soroti Politik Uang dan Biaya Tinggi
Indonesia
Menteri Agama RI Ajak Umat Kristiani Rawat Keluarga dan Bumi di Momen Natal 2025
Menag Nasaruddin Umar mengajak umat Kristiani memaknai Natal 2025 sebagai panggilan merawat keluarga, memperkuat iman, solidaritas, dan kepedulian lingkungan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Menteri Agama RI Ajak Umat Kristiani Rawat Keluarga dan Bumi di Momen Natal 2025
Indonesia
Menag Tegaskan Pemerintah tak Campuri Penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum PBNU
Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan kehadirannya dalam rapat pleno bukan sebagai pejabat negara, melainkan sebagai Rais Syuriyah NU.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Menag Tegaskan Pemerintah tak Campuri Penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum PBNU
Indonesia
Soal Isu Perebutan Kekuasaan di PBNU, Menag: Pemerintah tak Terlibat dalam Urusan Internal
Menteri Agama, Nasaruddin Umar mengatakan, pemerintah tak ikut campur urusan internal PBNU.
Soffi Amira - Rabu, 10 Desember 2025
Soal Isu Perebutan Kekuasaan di PBNU, Menag: Pemerintah tak Terlibat dalam Urusan Internal
Indonesia
Menteri Agama Siapkan Puluhan Kampus UIN dan Pesantren di Seluruh Indonesia, Tempat Anak-Anak Palestina yang Putus Sekolah
Langkah ini merupakan tindak lanjut atas amanat Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan bagi korban konflik kemanusiaan di Palestina.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
Menteri Agama Siapkan Puluhan Kampus UIN dan Pesantren di Seluruh Indonesia, Tempat Anak-Anak Palestina yang Putus Sekolah
Indonesia
MUI Keluarkan Fatwa Soal Pajak, Dirjen Segera Tabayyun Biar Tidak Terjadi Polemik
Fatwa MU memutuskan jika pungutan pajak terhadap sesuatu yang jadi kebutuhan pokok, seperti sembako dan rumah serta bumi yang huni, tidak mencerminkan keadilan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 November 2025
MUI Keluarkan Fatwa Soal Pajak, Dirjen Segera Tabayyun Biar Tidak Terjadi Polemik
Indonesia
Menteri Agama Geram Ada Pendakwah Lecehkan Anak-Anak, tak Bisa Menoleransi Tindakan yang Mencederai Nilai Kemanusiaan
Lembaga pendidikan harus menjadi ruang aman dan bermartabat bagi seluruh peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 12 November 2025
Menteri Agama Geram Ada Pendakwah Lecehkan Anak-Anak, tak Bisa Menoleransi Tindakan yang Mencederai Nilai Kemanusiaan
Indonesia
Menag Ungkap Pagu Efektif Pendidikan Islam 2025 Disesuaikan Jadi Rp 26,11 Triliun
Menag Nasaruddin Umar ungkap penyesuaian anggaran Ditjen Pendidikan Islam 2025 menjadi Rp 26,11 triliun dengan fokus pada efisiensi dan mutu pendidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 November 2025
Menag Ungkap Pagu Efektif Pendidikan Islam 2025 Disesuaikan Jadi Rp 26,11 Triliun
Indonesia
Menag Nasaruddin Umar: Jangan Ada yang Beri ‘Stempel Negatif’ pada Pesantren
Menag tegaskan pesantren merupakan benteng moral bangsa yang telah melahirkan banyak ulama, pemimpin, serta tokoh nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Oktober 2025
Menag Nasaruddin Umar: Jangan Ada yang Beri ‘Stempel Negatif’ pada Pesantren
Indonesia
Menag Nasaruddin Puji Indonesia Peringkat 1 Negara yang Kuat Sedekah
Salah satu penyebabnya ialah budaya berbagi di acara pernikahan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Oktober 2025
Menag Nasaruddin Puji Indonesia Peringkat 1 Negara yang Kuat Sedekah
Bagikan