Kemanker Siapkan Tambahan 17 Balai Vokasi Buat Akomodir Kebutuhan SDM Green Jobs

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Kemanker Siapkan Tambahan 17 Balai Vokasi Buat Akomodir Kebutuhan SDM Green Jobs

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menanggapi pertanyaan awak media, di Jakarta, Selasa (23/6/2026). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dalam Peta Jalan Pengembangan Tenaga Kerja Hijau Indonesia 2025 mencatat target jumlah tenaga kerja hijau Indonesia mencapai 5,32 juta orang pada 2029.

Sementara itu, pada 2026, Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan pelatihan vokasi bagi 340 ribu orang dan program magang bagi 150 ribu orang. Pelatihan juga akan dilanjutkan dengan sertifikasi yang diupayakan memiliki pengakuan global, sebelum tenaga kerja ditempatkan pada industri yang membutuhkan.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan, menyiapkan sejumlah pusat pelatihan vokasi yang secara khusus diarahkan untuk mengembangkan keterampilan tenaga kerja di bidang green jobs atau pekerjaan hijau.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan tenaga kerja untuk mengisi kebutuhan pekerjaan hijau sekaligus mencegah kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja semakin lebar. Kemnaker memiliki 34 balai latihan kerja dan berencana menambah sekitar 17 balai baru.

Baca juga:

Kawasan Slipi kembali Normal, Masyarakat Diminta tak Terprovokasi

“Jadi akan ada total sekitar 50 balai latihan kerja. Sebagian dari balai tersebut nantinya akan menjadi pusat pelatihan vokasi yang didedikasikan untuk green jobs,” ucapnya dalam Indonesia's Green Jobs Conference 2026 di Jakarta, Rabu (2/9),

Green jobs perlu dipandang sebagai peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru. Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan kesiapan tenaga kerja dan sistem pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan sektor yang berkembang.

Salah satu tantangan dalam implementasi tenaga kerja untuk transisi energi hijau adalah kebutuhan tenaga kerja yang belum terpetakan secara rinci hingga tingkat jabatan dan kompetensi spesifik.

Ia mencontohkan program pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas hingga 100 GW. Sehingga, pemerintah perlu mengetahui secara lebih rinci kebutuhan tenaga kerja untuk mengoperasikan, melakukan pemeliharaan, hingga memproduksi berbagai komponen yang dibutuhkan.

Setelah kebutuhan kompetensi dipetakan, Kemnaker akan menyesuaikan skema pelatihan dan sertifikasi. Untuk sertifikasi, Kemnaker mendorong penguatan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) karena pemerintah tidak dapat melakukan seluruh proses sertifikasi secara mandiri.

Selain memperkuat skema sertifikasi, Kemnaker mendapatkan dukungan Bank Dunia untuk mendirikan sekitar 15 pusat pelatihan vokasi baru yang diharapkan mulai dibangun atau beroperasi pada tahun depan. Pusat-pusat pelatihan tersebut akan menjadi modalitas baru dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Tantangan lain yang menjadi perhatian adalah kesenjangan regional. Menurut Yassierli, pengembangan energi terbarukan banyak berlangsung di luar Pulau Jawa, sementara fasilitas pelatihan vokasi di sejumlah daerah tersebut.

"Padahal kalau level-level tersebut, nanti banyak yang diminta adalah SDM lokal. Sehingga keberadaan fasilitas untuk vocational training-nya pada daerah-daerah target nanti yang di luar Pulau Jawa, itu kemudian harus kita perhatikan," katanya. (*)

#Kemenaker #Vokasi #Green Job
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Kemanker Siapkan Tambahan 17 Balai Vokasi Buat Akomodir Kebutuhan SDM Green Jobs
Akan ada total sekitar 50 balai latihan kerja. Sebagian dari balai tersebut nantinya akan menjadi pusat pelatihan vokasi yang didedikasikan untuk green jobs
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Kemanker Siapkan Tambahan 17 Balai Vokasi Buat Akomodir Kebutuhan SDM Green Jobs
Indonesia
Kabar Gembira! Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 4 Diumumkan 20 Agustus 2026 di Skillhub
Peserta yang dinyatakan lolos selanjutnya akan mengikuti orientasi peserta dan memulai pelatihan pada 26 Agustus 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Kabar Gembira! Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 4 Diumumkan 20 Agustus 2026 di Skillhub
Indonesia
Mayoritas Tenaga Kerja Ada di Sektor Informal, Kemenaker Dorong Penguatan Kewirausahaan
Kementerian Ketenagakerjaan tidak hanya menyiapkan tenaga kerja siap masuk industri, tetapi juga mencetak masyarakat yang siap menjadi wirausaha
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Mayoritas Tenaga Kerja Ada di Sektor Informal, Kemenaker Dorong Penguatan Kewirausahaan
Indonesia
Kemenaker Akan Ubah Regulasi Ketenagakerjaan, Akomodir Gig Economy
Model kerja berbasis platform membuka peluang ekonomi yang semakin luas, tetapi pada saat yang sama memerlukan pendekatan regulasi yang mampu mengakomodasi karakter hubungan kerja
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Kemenaker Akan Ubah Regulasi Ketenagakerjaan, Akomodir Gig Economy
Indonesia
30 Persen Peserta Magang Nasional Lanjut Bekerja di Tempat Magang
Kemnaker terus berupaya hadir untuk membantu semuanya, mulai dari pencari kerja, pekerja, hingga pekerja yang terkena PHK.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 20 Juli 2026
30 Persen Peserta Magang Nasional Lanjut Bekerja di Tempat Magang
Indonesia
Pemerintah Gelontorkan Rp 6,2 Triliun untuk Magang Nasional dan Korban PHK
Rp 2,12 triliun untuk pelatihan vokasi yang diprioritaskan bagi 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK
Wisnu Cipto - Rabu, 24 Juni 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp 6,2 Triliun untuk Magang Nasional dan Korban PHK
Indonesia
Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun, Fokus Transportasi hingga Bantuan Pangan
Pemerintah menggelontorkan stimulus ekonomi Rp 26,34 triliun pada semester II 2026. Program mencakup diskon transportasi hingga bantuan pangan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 23 Juni 2026
Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun, Fokus Transportasi hingga Bantuan Pangan
Indonesia
Buruan daftar! Pelatihan Vokasi Tahap 3 Sudah Dibuka, Kuota Hanya 20 Ribu Orang
Kemnaker terus memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Buruan daftar! Pelatihan Vokasi Tahap 3 Sudah Dibuka, Kuota Hanya 20 Ribu Orang
Indonesia
Uang Saku Peserta Magang Nasional Tahun Ini Masih Ditanggung Pemerintah
Tahap pertama pelaksanaan Magang Nasional tahun 2026 sendiri direncanakan dimulai pada Juli mendatang dengan target awal sekitar 50 ribu orang peserta.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
Uang Saku Peserta Magang Nasional Tahun Ini Masih Ditanggung Pemerintah
Indonesia
Tren Baru SNBT 2026, 10 Prodi PTN Terfavorit Justru Didominasi Jurusan Vokasi
SNBT 2026 mencatat fenomena baru, tujuh dari sepuluh prodi terfavorit berasal dari jalur vokasi. Jurusan Keselamatan & Kesehatan Kerja, Keperawatan, dan Administrasi Bisnis jadi primadona.
Wisnu Cipto - Rabu, 27 Mei 2026
Tren Baru SNBT 2026, 10 Prodi PTN Terfavorit Justru Didominasi Jurusan Vokasi
Bagikan