Kejagung Tetapkan 9 Tersangka Baru dalam Kasus Impor Gula yang Jerat Tom Lembong
Konpers Penetapan tersangka impor gula/ dok Kejagung
MerahPutih.com - Kasus impor gula yang menyeret mantan Menteri Perdagangan Thomas (Tom) Lembong memasuki babar baru. Kejaksaan Agung (Kejagung) RI baru saja menetapkan sejumlah tersangka baru.
"Jampidsus telah mendapatkan bukti yang cukup untuk menetapkan sembilan orang tersangka sebagai berikut," kata Direktur Penyidikan Jampidsus Abdul Qohar dalam jumpa pers di Kejaksaan Agung, Senin (20/1).
Sembilan tersangka baru di kasus tersebut yakni TWN Direktur Utama PT AP, WN selaku Presiden Direktur Utama PT AF, AS selaku Direktur Utama PT SUJ, dan IS selaku Direktur Utama PT MSI.
Selain itu, TSEP Direktur PT MT, HAT selaku Direktur Utama PT DSI, ASB Direktur Utama PT KTM, HFH Direktur utama PT BMM, dan IS selaku Direktur PT PDSU.
Abdul menjelaskan, masing-masing tersangka mempunyai peran berbeda. Mulai dari mengajukan izin impor saat Indonesia surplus gula hingga melakukan pengadaan gula kristal mentah.
Baca juga:
Puluhan Orang Terseret Kasus Dugaan Korupsi Impor Gula Libatkan Tom Lembong
"Pemberian persetujuan impor juga diberikan tanpa adanya rekomendasi dari Kementerian Perindustrian," ungkap dia.
Akibatnya, sembilan pihak swasta yang jadi tersangka tersebut memperoleh keuntungan akibat kebijakan yang dilakukan Tom Lembong.
"Menerbitkan kerugian keuangan negara," kata Abdul.
Abdul mengatakan dari sembilan tersangka, tujuh orang dilakukan penahanan rutan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Sementara dua tersangka telah dilakukan pemanggilan, tapi tidak hadir.
Sembilan tersangka dikenai Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana dan korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2020.
Baca juga:
PN Jaksel Tolak Praperadilan Tom Lembong dalam Kasus Korupsi Impor Gula
Kerugian negara yang timbul akibat perbuatan tersebut senilai kurang lebih Rp 400 miliar, yaitu nilai keuntungan yang diperoleh perusahaan swasta yang seharusnya menjadi milik negara. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Kejagung Obrak-abrik Money Changer di Mal Mewah, Temukan Jejak 'Uang Panas' Dugaan Korupsi Ekspor POME
Kejagung Hitung Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi Izin Tambang Konawe Utara
Datangi Kementerian Kehutanan, Kejagung Klarifikasi Isu Penggeledahan
Kehadiran Prajurit TNI di Sidang Nadiem Makarim Tuai Sorotan, Ini Klarifikasinya
Polri dan Kejagung Resmi Terapkan KUHP dan KUHAP Baru Mulai Hari Ini
KPK Hentikan Kasus Tambang Konawe Utara, MAKI Siap Gugat Praperadilan dan Minta Kejagung Ambil Alih
Prabowo Tegaskan Penertiban Kawasan Hutan: Kita Lawan Penyimpangan Puluhan Tahun!
Satgas PKH Rebut 4 Juta Hektare Hutan, 20 Perusahaan Sawit dan 1 Tambang Ditagih Denda Rp 2,3 Triliun
Kejagung Selamatkan Rp 6,6 Triliun, Prabowo: Bisa Bangun 100 Ribu Rumah untuk Korban Bencana
Diduga Terima Uang Rp 840 Juta untuk 'Amankan' Kasus Korupsi Baznas, Kajari Bangka Tengah Dijebloskas ke Penjara