Kegigihan Sri Sugihastuti Merawat Batik

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 29 Maret 2016
Kegigihan Sri Sugihastuti Merawat Batik

Sri Sugihastuti bermodal semangat dan cita-cita luhur ingin melestarikan batik rela jatuh bangun jadi pengusaha batik (Foto: MP/Yohanes Abimanyu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Bisnis - Batik merupakan warisan kebudayaan Indonesia yang mesti dilestarikan, disisi lain memiliki potensi binis di bidang fesyen. Hal ini mendorong pemilik Hassa Batik & Craft Sri Sugihastuti terjun menggeluti usaha fesyen.

Wanita yang kerab disapa dengan Tuti mengaku sudah sejak tahun 1998 berjualan batik. Saat itu, ia hanya berjualan kain batik saja yang diperoleh dari Pasar Tanah Abang.

"Waktu pertama kali saya mulai bisnis saya ini sudah sejak lama, saat itu masih berjualan saja belum membuat produksi batik masih menjual saja," kata Tuti saat ditemui merahputih.com di Pameran UKM di JCC, Kamis, (24/3).

Tuti menjelaskan waktu itu modal yang dikeluarkan sebesar Rp40 juta digunakan untuk pengadaan bahan batik. Alasannya ia tertarik menekuni batik karena kesukaannya batik sebagai warisan Nusantara dan mesti dilestarikan.

Tuti terjun dalam usaha batik karena kecintaannya pada warisan Nusantara (Foto: MP/Yohanes Abi)

"Karena saya berfikir karena dengan batik itu kita bisa menjual ke seluruh dunia dan pasarnya tidak terbatas. Kami juga ingin batik ini dapat dipakai oleh semua kalangan," tuturnya.

Tuti mengaku awalnya dirinya memperkirakan membuka toko batik itu sangat menjanjikan. Namun, dalam menekuni usahanya tersebut harus dihadapkan banyak kendala, ternyata penjualan harus mengalami penurunan mengingat kondisi saat tengah krisis moneter.

"Bisnis saya sempat mengalami penurunan hal ini disebabkan karena kondisi ekonomi di Indonesia krisis moneter dagangan pun sepi dari pelanggan," terangnya.

Hal ini tidak membuat Tuti patah arang dalam merintis bisnisnya. Ia pun harus bergrilya untuk mempromosikan produknya dengan menawarkan produknya dari mulut ke mulut ke teman-temannya.

"Melihat kondisi seperti itu saya memutuskan untuk begrilya untuk mempromosikan usaha saya. Ditambah lagi promo melalui internet masih jarang tidak seperti sekarang ini yang dimudahkan dengan fasilitas internet," tuturnya.

Pengusaha Batik Sri Sugihastuti menonjolkan batik bercorak terang (Foto:MP/Yohanes Abi)

Pada tahun, 2000 berjalan usahanya yang dirintis Tuti pun mulai membuahkan hasil produknya pun sudah banyak dikenal dan mulai banyak yang mengajaknya bekerja sama untuk menjadi agen. Ternyata, beberapa kerabatnya ingin menjadi agen dan membantu menjuali.

Tuti membeberkan ternyata ada beberapa ia mengalami pernah ditipu oleh beberapa orang tersebut. Ia pun merasa kecewa atas peristiwa itu, namun dirinya tidak menceritakan berapa jumlah kerugiannya.

"Waktu itu saya sempat mengalami kerugian akibat di tipu beberapa orang yang ingin menjadi mitra. si orang ini mengambil kain banyak namun ketika ingin di tagi nyatanya orangnya udah tidak bisa dihubungi," kenang Tuti sembari mengenang masa lalu.(abi)

BACA JUGA:

  1. Jogja Fashion Week 2016 Padukan Batik dan Busana Kontemporer
  2. Hebat, Batik Kudus Berjaya di Ajang Fashion Gallery New York Fashion Week
  3. Anggrek Jadi Motif Khas Batik Tangerang Selatan
  4. Filosofi dan Kearifan Lokal Terkandung dalam Batik
  5. Canting Batik Sarana Melatih Ketekunan dan Kesabaran Anak
#Warisan Nusantara #Cinta Batik #Batik Indonesia #Batik #Sri Sugihastuti
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Pemkot Solo Mau Revitalisasi Taman Sriwedari, Ahli Waris: Jangan Gegabah Bangun di Lahan Sengketa
Revitalisasi Taman Sriwedari kini menuai polemik. Ahli waris memperingatkan Pemprov Solo agar tidak mengganggu lahan sengketa.
Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026
Pemkot Solo Mau Revitalisasi Taman Sriwedari, Ahli Waris: Jangan Gegabah Bangun di Lahan Sengketa
Indonesia
SBY Belanja Batik di Solo, Kenang Momen Bersama Almarhumah Ani Yudhoyono
SBY berbelanja batik di Solo sambil mengenang momen bersama almarhumah Ani Yudhoyono di toko langganan mereka.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
SBY Belanja Batik di Solo, Kenang Momen Bersama Almarhumah Ani Yudhoyono
Indonesia
Warisan Budaya Takbenda Indonesia Bertambah 514 Warisan
Penetapan warisan budaya takbenda ini diharapkan mampu dikembangkan dan didaftarkan sebagai kekayaan intelektual.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 16 Desember 2025
Warisan Budaya Takbenda Indonesia Bertambah 514 Warisan
Indonesia
2 Arca Kuno Ditemukan di Sragen, Diduga Peninggalan dari Abad 10-13 Masehi
Dua arca kuno ditemukan di Sragen, Jawa Tengah, Jumat (12/12). Arca tersebut diperkirakan peninggalan dari abad 10 hingga 13 masehi.
Soffi Amira - Minggu, 14 Desember 2025
2 Arca Kuno Ditemukan di Sragen, Diduga Peninggalan dari Abad 10-13 Masehi
Fashion
Kisah Nenek Moyang Maluku dalam Kain Batik Tulis Maluku Tengah di Trade Expo Indonesia
Kain indah memesona tersebut menjadi representasi batik tulis asal Maluku Tengah nan berkarakter dan memikat.
Dwi Astarini - Minggu, 26 Oktober 2025
Kisah Nenek Moyang Maluku dalam Kain Batik Tulis Maluku Tengah di Trade Expo Indonesia
Tradisi
15 Tahun Batik Wistara Konsisten Berdayakan Disabilitas Lewat Batik Khas Surabaya
Batik Wistara menawarkan enam motif khas Surabaya.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 September 2025
15 Tahun Batik Wistara Konsisten Berdayakan Disabilitas Lewat Batik Khas Surabaya
Indonesia
Rahasia Batik Indonesia Tak Hanya Warisan Budaya, Tapi Senjata Ampuh di Kancah Global
Saraswati juga melihat peluang besar dari kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 Juli 2025
Rahasia Batik Indonesia Tak Hanya Warisan Budaya, Tapi Senjata Ampuh di Kancah Global
Lifestyle
Pemerintah Siap Bawa Batik Indonesia Mendunia, Siap-siap Bikin Kolektor Klepek-Klepek
Batik Oey Soe Tjoen terkenal dengan detail goresan yang halus
Angga Yudha Pratama - Selasa, 01 Juli 2025
Pemerintah Siap Bawa Batik Indonesia Mendunia, Siap-siap Bikin Kolektor Klepek-Klepek
Indonesia
Mekotekan: Warisan Budaya Bali Setelah Kuningan, Simbol Keberanian dan Tolak Bala
Upacara ini biasanya diikuti oleh ribuan peserta, yang terdiri dari perwakilan 15 banjar dengan rentang usia 12 hingga 60 tahun
Angga Yudha Pratama - Minggu, 04 Mei 2025
Mekotekan: Warisan Budaya Bali Setelah Kuningan, Simbol Keberanian dan Tolak Bala
Indonesia
Kunjungi Kampung Batik Kauman, Gibran Minta Tingkatkan Produktivitas Produk
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka dan istrinya, Selvi Ananda, berkunjung ke Kampung Wisata Batik Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Minggu (23/2).
Soffi Amira - Minggu, 23 Februari 2025
Kunjungi Kampung Batik Kauman, Gibran Minta Tingkatkan Produktivitas Produk
Bagikan