Kegiatan Ekonomi Termasuk Wisata di Pegunungan Akan Dievaluasi, Gubernur Jawa Barat Libatkan Pakar

Frengky AruanFrengky Aruan - Senin, 31 Maret 2025
Kegiatan Ekonomi Termasuk Wisata di Pegunungan Akan Dievaluasi, Gubernur Jawa Barat Libatkan Pakar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Gedung Pakuan Bandung, Minggu (30/3) malam. (ANTARA/Ricky Prayoga)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan melibatkan pakar keilmuan untuk melakukan evaluasi secara ilmiah seluruh kegiatan, utamanya ekonomi, di kawasan pegunungan dan perbukitan.

Kegiatan-kegiatan perekonomian yang akan dievaluasi, katanya, seperti pertambangan ilegal dan kegiatan pengembangan wisata di kawasan-kawasan puncak pegunungan atau perbukitan di seluruh Jabar, dikutip dari Antara.

"Saya gini, akan mengambil sikap ilmiah saja, nanti ada tim pakar yang mengevaluasi. Nanti biar mereka yang menyimpulkan (secara ilmiah), jangan saya," katanya di Bandung, Minggu (30/3) malam.

Dengan begitu, hasil evaluasi memiliki landasan ilmiah terkait kegiatan yang menimbulkan masalah lingkungan seperti banjir, longsor, polusi atau peningkatan suhu udara.

"Jadi keputusannya nanti berdasarkan para pakar yang kemudian memberikan rekomendasi pada dinas teknisnya. Seperti dalam persoalan Eiger Camp, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat," ujarnya.

Baca juga:

Gubernur Dedi Pimpin Apel Satgas Anti Premanisme, Lindungi Warga dan Kawasan Industri

Terkait dengan pelibatan pakar di berbagai proyek atau wahana yang telah disegel untuk memberikan kesempatan dilakukan kajian dan evaluasi, Dedi mengharapkan, bisa segera dilakukan dalam waktu cepat untuk memberikan kepastian, termasuk kepada dunia usaha dan masyarakat.

"Kan saya selalu cepat menangani. Saya juga tidak mau membuat ketidakpastian kalangan dunia usaha kan semuanya harus pasti. Tetapi juga saya harus memberikan jaminan keyakinan pada warga bahwa (proyek, kawasan dan bangunan) ini tidak bermasalah," jelasnya.

Dedi sebelumnya menyoroti alih fungsi lahan di Jawa Barat, terutama yang secara status adalah pengelolaan PTPN seperti di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, yang akhirnya dia bersama Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq dan Menko Pangan Zulkifli Hasan melakukan penyegelan pada sedikitnya empat lokasi.

Sebanyak empat lokasi yang disegel dan beberapa dibongkar, antara lain Pabrik Teh Ciliwung di Telaga Saat, Hibisc Fantasy, bangunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 Agro Wisata Gunung Mas, dan Eiger Adventure Land.

Penyegelan yang terbaru, terhadap proyek Eiger Camp di sekitar kaki Gunung Tangkuban Parahu di Sukawana, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, di atas lahan kelolaan PT Perkebunan Nusantara VIII. (*)

#Gubernur Jawa Barat #Dedi Mulyadi #Ekonomi #Wisata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Frengky Aruan

Jurnalis dan editor senior yang berkarier di media nasional sejak 2011. Mengawali karier sebagai reporter di BolaNews (Kompas Gramedia Group), kemudian menjadi editor di Sport Satu, sebelum bergabung sebagai Editor Senior di MerahPutih.com dan BolaSkor.com. Berpengalaman meliput perkembangan sepak bola nasional sejak era dualisme PSSI, dengan fokus pada jurnalisme investigasi, wawancara mendalam, analisis taktis dan statistik olahraga, penyuntingan berita, serta jurnalisme cek fakta untuk berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Travel
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Industri pariwisata Indonesia berada di ambang era baru yang sangat dinamis.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Beredar konten yang menyebut Indonesia keluar dari keanggotaan World Bank. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kawasan wisata Danau Kelimutu sudah kembali beroperasi pascagempa
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Indonesia
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
BI merupakan bank sentral yang wewenangnya bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak lain.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
Indonesia
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
BI melaporkan ULN Indonesia triwulan II-2026 naik 4,4% yoy menjadi USD 453,4 miliar dengan rasio ULN terhadap PDB 30,6%.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
Lifestyle
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
BPS mencatat 1,03 juta pengangguran terdidik per Mei 2026. Simak 6 jurusan kuliah dengan lulusan paling banyak menganggur dan penyebabnya.
ImanK - Senin, 17 Agustus 2026
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Sepanjang semester I 2026, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,45 persen (yoy)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Bagikan