MerahPutih.com - Seorang guru SDN Pulogebang 11, Jakarta Timur, bernama Nurlela, menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) PLB 5568A (CL KPB–CKR) dengan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek PLB 4B relasi Gambir–Surabaya, Pasar Turi, pada Senin (27/4) malam.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Nurlela, yang dikenal sebagai guru dengan dedikasi tinggi terhadap profesinya.
"Atas nama seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan," kata Nahdiana kepada wartawan, Selasa (28/4).
"Semoga almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberikan kesabaran serta kekuatan," sambungnya.
Baca juga:
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan akan memberikan pendampingan menyeluruh kepada keluarga korban, meliputi pengurusan pemakaman, administrasi, hingga dukungan psikososial.
Sementara itu, Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, menyampaikan bahwa Pramono Anung turut mengungkapkan duka cita atas meninggalnya Nurlela.
Menurutnya, almarhumah merupakan sosok pendidik yang berdedikasi tinggi dan telah berkontribusi dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa.
Atas instruksi Gubernur Pramono, Pemprov DKI Jakarta akan mendampingi keluarga korban secara penuh, baik dalam pengurusan pemakaman maupun proses pemulihan psikologis.
Baca juga:
Kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL Tewaskan 14 Orang, Pemprov DKI Siapkan Santunan
Chico menambahkan, Pemprov DKI juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait agar penanganan dan tindak lanjut peristiwa ini dapat berjalan cepat, tepat, dan transparan.
"Pemprov DKI Jakarta menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penanganan pasca-kecelakaan dan memohon doa serta dukungan masyarakat agar keluarga korban diberi ketabahan," tutupnya. (Asp)