Kebijakan Imigran Uni Eropa

Fadhli Fadhli - Selasa, 21 April 2015
Kebijakan Imigran Uni Eropa

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini. (Foto: BBC)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Eropa - Menanggapi tenggelamnya kapal imigran di Mediterania, Uni Eropa telah menetapkan beberapa kebijakan mengenai migran. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah identifikasi dan mengendalikan para imigran gelap.

Sebelumnya Uni Eropa telah dikritik atas lingkup kerja Triton, sebuah badan penyelamatan Uni Eropa (UE). Lembaga ini dinilai telah melampaui kewenangannya hingga menggantikan wilayah operasi Italia pada akhir tahun lalu.

Diberitakan oleh BBC, rencana untuk menghancurkan kapal-orang-penyelundup akan membutuhkan mandat militer sipil yang ditandatangani oleh Dewan Eropa.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Uni Eropa telah menetapkan paket kebijakan untuk mencoba meredakan krisis perahu migran di lautan Mediterania. Poin-poin kebijakan itu antara lain:

  • Pengolahan bersama aplikasi suaka. Harus sudah tertangani dalam waktu dua bulan sejak keberadaan para imogran diajukan.
  • Merekam sidik jari dan pencatatan semua data para imigran.
  • An EU pilot project on migrant resettlement - this would be voluntary
    Membuat sebuah proyek percontohan Uni Eropa pada pemukiman migran.Ini akan membutuhkan sukarelawan.
  • Penawaran paket perjalanan kembali ke negara asalnya.
  • Memberlakukan petugas penghubung imigrasi di negara-negara kunci.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, menekankan perlunya tindakan di Libya, di mana tidak ada entitas negara untuk mengontrol perbatasan.

 

Baca juga:

Inggris Dihantui Gempa Bumi Dahsyat

Buzim, 'Kota Kembar' di Bosnia

Protes Pada Paus, Turki Tarik Duta Besar untuk Vatikan

Paus Fransiskus Sadar Kata ‘Genosida’ Singgung Turki

Reaksi Keras Uni Eropa atas Kapal Imigran Tenggelam di Libya

#Eropa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Tahun Ini Sudah 2.292 Orang Meninggal Dunia di Laut Mediterania Maksa Ingin Masuk Eropa
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), banyak orang yang menemui ajal saat berupaya menyeberangi Laut Mediterania.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Tahun Ini Sudah 2.292 Orang Meninggal Dunia di Laut Mediterania Maksa Ingin Masuk Eropa
Olahraga
Hasil Lengkap Undian Liga Champions 2026/27 Siapa Lawan Siapa, 32 Klub Elit Eropa Saling Bunuh!
Hasil undian Liga Champions 2026/27 menghadirkan duel panas sejak fase liga. Simak jadwal lengkap siapa lawan yang dihadapi setiap klub.
Wisnu Cipto - Jumat, 28 Agustus 2026
Hasil Lengkap Undian Liga Champions 2026/27 Siapa Lawan Siapa, 32 Klub Elit Eropa Saling Bunuh!
Dunia
Sungai Danube Mengering, Puluhan Kapal Perang Nazi Muncul Kembali
Kapal-kapal tersebut sengaja ditenggelamkan pasukan Jerman pada 1944 untuk mencegahnya jatuh ke tangan Tentara Merah yang terus bergerak maju.
Dwi Astarini - Minggu, 23 Agustus 2026
Sungai Danube Mengering, Puluhan Kapal Perang Nazi Muncul Kembali
Dunia
Panas Ekstrem, Sungai Danube di Budapest Surut Mengungkap Jasad Tentara Perang Dunia II dan Sepeda Motor
Bersama jasad mereka, ditemukan pula tanda identitas kedua tentara, sebuah sepeda motor Wehrmacht milik Angkatan Darat Jerman yang sebagian besar masih utuh.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Panas Ekstrem, Sungai Danube di Budapest Surut Mengungkap Jasad Tentara Perang Dunia II dan Sepeda Motor
Indonesia
Kekeringan Parah Landa Eropa, Penggunaan Air Mulai Dibatasi dan Dilarang Isi Kolam Renang
Warga dilarang mengisi atau mengoperasikan kolam renang pribadi. Larangan itu juga mencakup air mancur pribadi, fasilitas bermain air, dan fasilitas pribadi serupa lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Kekeringan Parah Landa Eropa, Penggunaan Air Mulai Dibatasi dan Dilarang Isi Kolam Renang
Indonesia
Gelombang Panas Tewaskan Ribuan Orang, Nasib Keselamatan WNI di Eropa Jangan Sampai Luput
Gelombang panas ekstrem di Eropa menewaskan lebih dari 1.300 orang. DPR mendesak Kemenlu segera membuka posko siaga darurat untuk melindungi WNI di wilayah terdampak.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Gelombang Panas Tewaskan Ribuan Orang, Nasib Keselamatan WNI di Eropa Jangan Sampai Luput
Dunia
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Suhu panas ekstrem tercatat terjadi di Jerman, Polandia, dan Rpublik Ceko.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Olahraga
Hasil Lengkap Semifinal Play-off Piala Dunia 2026 Zona Eropa, Jadwal Final dan Siapa Lawan Siapa
Delapan tim besar Eropa memastikan langkah ke partai final play-off kualifikasi Piala Dunia setelah melewati laga semifinal penuh tensi Jumat (27/3) dini hari.
Wisnu Cipto - Jumat, 27 Maret 2026
Hasil Lengkap Semifinal Play-off Piala Dunia 2026 Zona Eropa, Jadwal Final dan Siapa Lawan Siapa
Dunia
Bukan Perang Eropa, Uni Eropa Belum Ingin Kerahkan Kapal Perang ke Selat Hormuz
Keputusan apakah mandat ini akan diperluas untuk mencakup Selat Hormuz hingga ke utara dari garis Muscat, tidak mendapat dukungan dari negara-negara anggota.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Maret 2026
Bukan Perang Eropa, Uni Eropa Belum Ingin Kerahkan Kapal Perang ke Selat Hormuz
Fun
Film Sirat Bikin Heboh Eropa, Kisah Spiritual di Gurun Maroko
Sirat sukses mencuri perhatian setelah meraih Jury Prize di Festival Film Cannes atas pendekatan visual dan kedalaman emosionalnya.
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Februari 2026
Film Sirat Bikin Heboh Eropa, Kisah Spiritual di Gurun Maroko
Bagikan