Kesehatan

Kebiasaan yang Bikin Gigi Rusak

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 15 November 2018
Kebiasaan yang Bikin Gigi Rusak

Kamu tidak berani buka mulut bila gigi jelek. (Foto: Pexels/Kat Jayne)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GIGI banyak yang melupakannya. Padahal gigi merupakan salah satu bagian tubuh yang penting. Sebab tanpa gigi yang sehat, Anda toh akan kesulitan untuk mengunyah dan menghancurkan makanan agar dapat mengalir mulus ke dalam sistem pencernaan.

Gigi bukan hanya berfungsi sebagai pengunyah makanan saja. Gigi juga memiliki fungsi estetika dan membentuk wajah seseorang. Sayangnya gigi sering dirusak oleh pemiliknya sendiri.

Laman Go Dok memaparkan 5 penyebab gigi rusak.

Gula

gula
Gula musuh utama gigi. (Foto: Pexels/Pixabay)

Gula merupakan penyebab utama pemicu sakit gigi. Gula memang merupakan musuh utama gigi. Semakin sering kamu mengonsumsi makanan dan minuman manis, gula akan tertinggal di dalam mulut. Jika sudah demikian kondisi gigi akan semakin buruk. Sebab gula tersebut akan dikonsumsi oleh bakteri penghasil asam yang akan merusak enamel gigi.

Soda, Alkohol dan Wine

soda
Soda memiliki asam yang menggerus gigi. (Foto: pexels/rawpixel.com)

Banyak peneliti menyatakan bahwa soda dalam jenis apapun memiliki kandungan asam yang berbahaya bagi kesehatan gigi. Kandungan asam pada alkohol dan wine juga dapat mengikis gigi. Alkohol mengurangi produksi air liur yang berperan sebagai penghilang plak dan pengakumulasi bakteri dari permukaan gigi.

Camilan

gula
Hati-hatilah camilan juga dapat merusak gigi. (Foto: Pixabay/CarlottaSilvestrini)

Camilan sepertinya ide yang tepat di kala sibuk kerja atau teman menonton TV. Sayangnya camilan membuat berat badan bertambah. Tak hanya itu kebiasaan nyemil dapat merusak kesehatan gigi. Terutama bila camilannya manis, maka plak di gigi juga akan semakin bertambah. Apalagi jika kamu sering mengemil keripik. Bakteri di dalam mulut dapat mengubah tepung pada keripik menjadi asam yang akan merusak gigi.


Merokok

rokok
Merokok membuat warna gigi berubah. (Foto: Pexels/Basil MK)

Sebagai jalur utama masuknya asap rokok, mulut beserta isinya akan menderita kerugian yang cukup parah. Salah satunya adalah berkurangnya produksi air liur sehingga mulut menjadi kering dan bakteri lebih leluasa berkembang biak. Pada akhirnya, kamu akan menderita sakit gigi dan gigi berlubang. Kandungan rokok yang terhirup dapat membuat gigi berubah warna menjadi kecokelatan.

Es Batu

es batu
Es batu dapat memecah gigi. (Foto: Pexels/Pixabay)

Jika kamu gemar makan es batu, lebih baik hentikan kebiasaan ini dari sekarang. Terlalu sering mengunyah bongkahan es dapat membuat gigi pecah. Tidak hanya itu, es juga dapat mengiritasi jaringan lembut di dalam gigi. (*)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Bagikan