Kesehatan

Kebiasaan Buruk Yang Menghambat Metabolisme, Hindari

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 30 Desember 2021
Kebiasaan Buruk Yang Menghambat Metabolisme, Hindari

Kebiasaan buruk dapat menghambat kinerja metabolisme tubuh kita. (Foto: Unsplash/Manan Chhabra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEBIASAAN dalam hidup dapat berpengaruh kepada tubuhmu. Beberapa kebiasaan hidupmu dapat menghambat metabolisme. Tingkat metabolisme dapat menentukan jumlah kalori yang dibakar dalam tubuhmu. Selain itu, metabolisme juga dapat membuat semuanya seimbang, seperti gula darah, kolesterol, trigliserida, dan tekanan darahmu.

Maka dari itu, mulai dari sekarang mari kita perbaiki kebiasaan kita. Apa saja kebiasaan buruk yang dapat menghambat metabolisme kita? Berikut terdapat 5 kebiasaan buruk yang menghambat metabolisme kita sesuai yang dilansir India.com.

Baca Juga:

Buah yang Bagus untuk Kecantikan dan Kesehatan


Sedikit kalori

sehat
Kurang kalori demi menurunkan berat badan dapat menghambat metabolisme bekerja dengan cepat. (Foto: Unsplash/Diana Polekhina)


Makan terlalu sedikit kalori dapat menyebabkan penurunan besar dalam metabolisme. Meskipun diperlukan sedikit kalori untuk menurunkan berat badan, itu bisa menjadi kontraproduktif jika asupan kalori turun terlalu rendah. Ketika kalian secara dramatis menurunkan asupan kalori, tubuh kalian akan merasa bahwa makanan itu langka dan menurunkan tingkat pembakaran kalori.


Mageran

sehat
Banyak gerak membantu kinerja metabolisme. (Foto: Unsplash/Andre Hunter)


Menjadi tidak aktif dapat menyebabkan penurunan yang signifikan dalam jumlah kalori yang dibakar setiap hari. Banyak orang memiliki gaya hidup duduk di tempat kerja, itu dapat memiliki efek negatif pada tingkat metabolisme dan kesehatan secara keseluruhan. Berolahraga dapat berdampak besar pada jumlah kalori yang dibakar, bahkan aktivitas fisik dasar, seperti berdiri, membersihkan, dan menaiki tangga, dapat membantu kalian membakar kalori.


Minum manis

sehat
Kurangi asupan manis. (Foto: Pixabay/SocialButterflyMMG)


Minuman yang dimaniskan dengan gula, itu berbahaya untuk kesehatan. Pengonsumsian minuman manis yang tinggi dapat dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk resistensi insulin, diabetes, dan obesitas. Banyak efek negatif dari minuman manis dapat dikaitkan dengan fruktosa. Sering mengkonsumsi minuman manis dapat memperlambat metabolisme kalian.

Baca Juga:

Cara Alami Tingkatkan Energi, Tidak Perlu Konsumsi Banyak Suplemen


Protein rendah

sehat
Asupan protein dapat meningkatkan kinerja metabolisme. (Foto: Unsplash/Mark Deyoung)


Protein sangat penting untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat. Selain membantu merasa kenyang, asupan protein yang tinggi dapat secara signifikan meningkatkan kecepatan tubuh kalian membakar kalori. Penelitian menunjukkan bahwa makan protein sementara meningkatkan metabolisme sekitar 20-30%.


Kualitas tidur

sehat
Kurang tidur sangat berpengaruh untuk tubuh. (Foto: 123RF/kwanchaichaiudom)


Tidur lebih sedikit dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan depresi. Beberapa penelitian mencatat bahwa kurang tidur juga dapat menurunkan tingkat metabolisme dan meningkatkan kemungkinan kenaikan berat badan. Kurang tidur diperparah dengan tidur di siang hari, bukan di malam hari. Pola tidur ini mengganggu ritme jam internal tubuhmu. (mic)

Baca Juga:

Konsumsi Dark Chocolate Bisa Melindungimu Dari Radiasi Sinar Matahari

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan