Keamanan Kondusif, Bandara Aminggaru Puncak Segera Dibuka Kembali

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 22 Februari 2022
Keamanan Kondusif, Bandara Aminggaru Puncak Segera Dibuka Kembali

Kepala Polres Puncak, Komisaris Polisi I Nyoman Punia. ANTARA/Evarianus Supar

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pihak kepolisian memastikan situasi kamtibmas di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak, Papua kini sudah kondusif. Kondisi ini berangsur membaik setelah terjadi penyerangan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kepala Kepolisian Resor Puncak Komisaris Polisi I Nyoman Punia menyebutkan, mereka terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna mempercepat pengoperasian kembali Bandara Aminggaru di Ilaga yang selama beberapa hari ini ditutup pascapenyerangan oleh kelompok bersenjata.

"Kami masih terus berkoordinasi untuk pengamanan agar secepatnya aktivitas bandara dibuka kembali. Semenjak ditutup pada hari Sabtu (19/2) lalu, sampai sekarang belum ada lagi penerbangan ke Bandara Aminggaru, Ilaga," kata dia saat dihubungi dari Timika, Selasa (22/2).

Baca Juga:

Jenderal Dudung Ucapkan Hal Ini di Hadapan Makam Prajuritnya yang Tewas Ditembak KKB

Meski demikian, aparat gabungan TNI dan polisi di wilayah itu masih tetap melakukan siaga satu untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penyerangan susulan oleh kelompok bersenjata.

"Situasi di Ilaga masih kondusif, tapi kami TNI-Polri masih tetap siaga satu," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan, hingga kini belum ada tambahan pasukan untuk penguatan pengamanan di Kabupaten Puncak. Pengamanan di wilayah itu masih mengandalkan personel Polres Puncak, Koramil Ilaga, ditambah beberapa personel pasukan penugasan yang masih ada di Ilaga.

Menyinggung tentang warga yang mengungsi ke Polres Puncak dan Markas Koramil Ilaga pascapenyerangan dan pembakaran sejumlah bangunan oleh kelompok bersenjata, dia mengatakan, hingga kini beberapa warga yang bermukim di wilayah pinggiran Ilaga masih mengungsi sementara waktu ke rumah kerabatnya di Ilaga.

"Ada memang beberapa warga di daerah pinggiran mengamankan diri ke kota. Kami minta mereka sementara waktu ke kota dulu karena kami tidak bisa memantau keamanan mereka karena terlalu jauh di pinggiran sana," katanya.

Baca Juga:

KSAD Pimpin Langsung Pemakaman Anggotanya yang Gugur Ditembak KKB

Sebelumnya, beberapa keluarga sempat mengungsi ke Markas Polres Puncak di Ilaga, namun saat ini keluarga-keluarga tersebut sudah kembali ke rumah keluarga mereka masing-masing di Ilaga.

Pada Senin (21/2), dua korban penembakan oleh kelompok bersenjata di Ilaga telah dievakuasi ke Timika untuk menjalani perawatan lanjutan di RSUD Mimika.

Kedua korban terluka tembak itu terdiri atas satu prajurit TNI, yakni Prajurit Kepala Fermansyah (29/personel TNI AU Satgas Kopasgat TNI AU) dan Glen Sumampauw (30/karyawan PT Martha Tunggal Teknik).

Fermansyah terluka tembak pada bagian bahu sebelah kiri tembus punggung kanan, kondisinya dilaporkan masih sadar dan stabil. Sedangkan Sumampauw terluka tembak pada bagian bawah ketiak kiri, kondisinya dilaporkan masih sadar dan stabil. Keduanya telah dioperasi di RSUD Mimika pada Senin (21/2). (*)

Baca Juga:

Anggota Brimob Keserempet Peluru, Kontak Tembak KKB-Satgas Nemangkawi Tak Terelakkan

#Papua #Konflik Papua #Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan