Kasus Demam Berdarah di Yogyakarta Menurun
nyamuk Aedes aegypti. Foto: Istimewa
MerahPutih.com - Kasus demam berdarah di Daerah Istimewa Yogyakarta diawal kuartal pertama 2021 menurun dibandingkan waktu yang sama di tahun 2020. Namun, Pemda DIY terus melakukan sejumlah upaya penekanan kasus DB.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DIY, Pembajun Setyaningastutie menjelaskan, jumlah kasus DBD Januari hingga Maret 2021 tercatat 247 kasus.
Baca Juga
Pascabanjir, Basmi Sarang Nyamuk Demam Berdarah dengan Cara Simpel Ini
"Jumlah itu terdiri dari Kota Jogja 13 kasus, Bantul 60 kasus, Kulonprogo 61 kasus, Gunungkidul 26 kasus, dan Sleman 87 kasus. Jumlahnya relatif menurun jika dibandingkan periode yang sama 2020," tegas Setyaningastutie di Yogyakarta, Rabu (19/05).
Rincian tren kasus DBD tahun ini yakni Januari 101 kasus, Februari 71 kasus, dan Maret 75 kasus. Sementara tahun lalu Januari 481 kasus, Februari 684 kasus, dan Maret 713 kasus.
Jumlah kasus kematian juga turut menurun. Pembajun menjelaskan tahun 2021 warga yang meninggal dunia berjumlah 2 orang.
"Selama 2020 angka meninggal dunia sebanyak 13 orang yang tersebar di Bantul empat orang, Kulonprogo tiga orang, Gunungkidul empat orang, dan Sleman dua orang," tuturnya.
Walau mengalami penurunan kasus, Pembajun mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Salah satunya dengan cara menjaga pola hidup bersih dan sehat dan membiasakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk aedes aegepti.
Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan, jumlah kasus DB di wilayahnya berkurang dibandingkan 2021. Joko melanjutkan jumlah kasus pada Januari hingga Mei 2021 sebanyak 119 orang. Sedangkan tahun 2020 di periode yang sama jumlahnya 399 orang.
"Tahun ini kami belum menerima informasi warga yang meninggal dunia karena DB. Jumlah kematian tahun 2020 2 orang," kata dia.
Kecamatan Godean dan gamping menduduki peringkat pertama dan kedua dengan jumlah warga terjangkit DBD terbanyak.
Dinkes terus melakukan tindakan untuk menekan jumlah kasus DBD di antaranya melakukan program penyebaran nyamuk ber-wolbachia dan meningkatkan juru mantik untuk pemberantasan sarang nyamuk. (Teresa Ika/Yogyakarta)
Baca Juga
Anies Gratiskan Pasien Demam Berdarah Berobat di RSUD dan Puskesmas
Bagikan
Patricia Pur Dara Vicka
Berita Terkait
Musim Hujan Picu Lonjakan DBD di Jakarta, Pramono Anung: Wilayah Barat dan Utara Rawan
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini