Kasus COVID-19 Capai Rekor Tertinggi, Turki Lockdown Total

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 06 Desember 2020
Kasus COVID-19 Capai Rekor Tertinggi, Turki Lockdown Total

Kacamata perawat Dilara Fahrioglu di unit perawatan intensif, RS Internasional Medicana, Istanbul, 14 April 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Umit Bektas/File Photo/aww/cfo

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Turki telah memasuki penguncian wilayah (lockdown) akhir pekan total pertama sejak Mei. Lockdown diterapkan ketika kematian akibat virus corona lebih dari dua kali lipat dalam waktu kurang dari tiga minggu dan mencapai rekor tertinggi.

Jumlah kematian harian naik ke rekor tertinggi 196 pada hari Sabtu, menjadikan total sejak awal pandemi menjadi 14.705. Kematian resmi harian mencapai rata-rata 70 kasus pada akhir Oktober.

Politisi oposisi telah menyatakan keraguannya tentang apakah jumlah kematian resmi mencerminkan gambaran sebenarnya di negara berpenduduk 83 juta orang itu. Mereka mempertanyakan bagaimana angka-angka di Istanbul bisa hampir setinggi yang dilaporkan untuk seluruh negara.

Baca Juga:

Kebun Binatang Tertua di Jepang Sambut Kela

Dikutip Antara, Turki mencatat 31.896 kasus baru, termasuk yang warga positif COVID-19 tanpa gejala (asimtomatik), pada hari Sabtu. Angka itu turun dari 32.736 kasus pada hari Jumat, jumlah harian tertinggi yang dilaporkan oleh Ankara sejak awal pandemi pada Maret.

Selama empat bulan, Turki hanya melaporkan kasus gejala harian, tetapi telah melaporkan semua kasus sejak 25 November. Data historis untuk semua kasus positif dan total kumulatif masih belum tersedia.

Televisi Turki menunjukkan sebagian besar alun-alun dan jalan-jalan kosong pada hari Sabtu di kota terbesar Istanbul, ibu kota Ankara dan kota terbesar ketiga Izmir, dengan hanya sedikit orang dan kendaraan yang keluar-masuk.

Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu seperti dikutip oleh kantor berita milik negara Anadolu bahwa kebanyakan orang mematuhi aturan lockdown.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. ANTARA/REUTERS/HO-Presidential Press Office/aa. (Presidential Press Office/Handou/PRESIDENTIAL PRES)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. ANTARA/REUTERS/HO-Presidential Press Office/aa. (Presidential Press Office/Handou/PRESIDENTIAL PRES)

Turki sekarang menempati peringkat keempat secara global untuk jumlah kasus baru setiap hari, di belakang Amerika Serikat, India, dan Brazil - semua negara dengan populasi yang jauh lebih besar daripada Turki.

Turki terakhir kali memberlakukan penguncian akhir pekan penuh di kota-kota besar pada Mei. Turki mengumumkan jam malam akhir pekan nasional bulan lalu, tetapi langkah-langkah itu gagal menghentikan peningkatan kasus baru dan kematian.

Presiden Tayyip Erdogan mengumumkan lockdown akhir pekan penuh pada hari Senin, serta jam malam pada hari kerja. Dia mengatakan, langkah-langkah melawan virus korona telah diambil dengan hati-hati untuk meminimalkan dampak terhadap ekonomi.

Baca Juga:

CDC AS Rekomendasikan Pangkas Karantina COVID-19 Jadi 10 hari

Karantina wilayah dan jam malam mengecualikan beberapa sektor, termasuk rantai pasokan dan produksi.

Ekonomi Turki mengalami kontraksi 9,9 persen tahun-ke-tahun pada kuartal kedua karena pembatasan virus corona. Ekonomi Turki kembali pulih pada kuartal ketiga, tumbuh 6,7 persen setelah pembatasan dicabut.

Para ekonom memperkirakan langkah-langkah baru memiliki dampak yang lebih kecil pada pertumbuhan di kuartal terakhir daripada yang mereka lakukan di kuartal kedua.

Turki telah menandatangani kontrak untuk membeli 50 juta dosis vaksin COVID-19 dari China Sinovac Biotech Ltd. Diharapkan untuk memulai vaksinasi bulan ini, dengan memprioritaskan petugas kesehatan. (*)

Baca Juga:

Belasan Tahun Perang, Afghanistan-Taliban Capai Kesepakatan Pembicaraan Damai

#Virus Corona #Turki
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Olahraga
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup D: Amerika Serikat dan Turki Harus Waspadai Paraguay
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup D lengkap dengan jadwal pertandingan, analisis kekuatan Amerika Serikat, Turki, Paraguay, Australia, dan peluang lolos.
ImanK - Kamis, 04 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup D: Amerika Serikat dan Turki Harus Waspadai Paraguay
Dunia
Remaja Lepaskan Tembakan di Sekolah Turkiye, Melukai 16 Orang
Penyerang berusia 18 tahun itu menembak secara acak di dalam sebuah sekolah menengah kejuruan di Siverek, Provinsi Sanliurfa.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Remaja Lepaskan Tembakan di Sekolah Turkiye, Melukai 16 Orang
Olahraga
Gol Hakan Sukur ke gawang Korea Selatan Masih Jadi yang Tercepat Dalam Catatan Sejarah Perhelatan Piala Dunia
Pada Juni 1962, Masek mencetak gol ke gawang Meksiko dalam waktu 15 detik. Menariknya, skenario terciptanya gol Masek memiliki kemiripan dengan gol Sukur
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
Gol Hakan Sukur ke gawang Korea Selatan Masih Jadi yang Tercepat Dalam Catatan Sejarah Perhelatan Piala Dunia
Olahraga
Akhiri Penantian 24 Tahun, Turki Lolos ke Piala Dunia 2026
Turki kembali ke Piala Dunia 2026 setelah 24 tahun usai mengalahkan Kosovo 1-0. Gol Akturkoglu jadi penentu kemenangan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 April 2026
Akhiri Penantian 24 Tahun, Turki Lolos ke Piala Dunia 2026
Berita Foto
Masjid Jami Al-Fajri Pejaten Barat, Arsitektur Bergaya Ottoman Turki di Jakarta Selatan
Kemegahan Masjid Jami Al-Fajri dengan arsitektur bergaya Ottoman Turki di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 24 Februari 2026
Masjid Jami Al-Fajri Pejaten Barat, Arsitektur Bergaya Ottoman Turki di Jakarta Selatan
Dunia
Polisi Turki Tangkap Empat Kartunis Pembuat Gambar Satire Nabi Muhammad yang Picu Protes Besar
Mereka dituduh menggambar dan menyebarkan kartun yang menurut otoritas dan para demonstran merupakan penggambaran Nabi Muhammad dan Nabi Musa.
Dwi Astarini - Rabu, 02 Juli 2025
Polisi Turki Tangkap Empat Kartunis Pembuat Gambar Satire Nabi Muhammad yang Picu Protes Besar
Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Indonesia
Erdogan Pastikan Komitmen Turkiye Ikut Serta dalam Pembangunan IKN, Melibatkan Perusahaan Kelas Dunia
Hal tersebut disampaikan Erdogan saat melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (12/2).
Frengky Aruan - Rabu, 12 Februari 2025
Erdogan Pastikan Komitmen Turkiye Ikut Serta dalam Pembangunan IKN, Melibatkan Perusahaan Kelas Dunia
Indonesia
Presiden Prabowo dan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan Berbagi Payung Saat Tiba di Halim
Kedatangan Presiden Erdogan ke Indonesia dalam rangka kunjungan resmi yang akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 11-12 Februari 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Februari 2025
Presiden Prabowo dan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan Berbagi Payung Saat Tiba di Halim
Indonesia
Prabowo Sambut Erdogan di Halim: Assalamualaikum, How Are You?
Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Selasa (11/2) malam.
Frengky Aruan - Selasa, 11 Februari 2025
Prabowo Sambut Erdogan di Halim: Assalamualaikum, How Are You?
Bagikan