Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Karena 'Kecelakaan' We Are Neurotic Berhasil Rilis Album Debut

Febrian AdiFebrian Adi - Selasa, 28 November 2023
Karena 'Kecelakaan' We Are Neurotic Berhasil Rilis Album Debut

We Are Neurotic rilis album debut. (Foto: Dok/We Are Neurotic)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK hal yang berubah sejak pandemi mulai menerjang Indonesia pada awal 2020. Hampir semua orang kala itu 'dipaksa' bersahabat dengan internet. Hal ini yang juga dirasakan oleh Jonathan Mono, sosok di balik moniker dari proyek solo Neurotic (We Are Neurotic).

Selama pandemi, pria yang akrab disapa Mon itu tak sengaja menemukan kanal YouTube yang menayangkan hasil video dari streamer bernama Disclosure di Twitch. Dari situ, banyak perjalanan organik yang terjadi dalam proses kreatif seorang Mon.

Merah Putih berkesempatan untuk bertandang ke basecamp We Are Neurotic yang berada di bilangan Cipulir, Jakarta Selatan yaitu Atas Music, Selasa (21/11).

Suara berisik palu, bor, hingga las menemani cerita panjang dari Jonathan Mono dan Yosaviano Santoso tentang penggarapan dari album terbaru You Are Not Even Close. Sayangnya Karel William berhalangan hadir di hari itu.

Baca juga:

We Are Neurotic Bawakan Irama Disko Funk dalam Album Terbaru

We Are Neurotic hadirkan disko funk dengan begitu fasih. (Foto: Dok/We Are Neurotic)

“Ini panjang banget kalau diceritain dari ketika kenal sama Disclosure. Soalnya seinget gue itu enggak sengaja nonton video dari YouTube yang tayangin streaming dari Disclosure dan akhirnya coba cari-cari sendiri sampai akhirnya dapat,” jelas Jonathan mengawali cerita awal perkenalan dengan Disclosure.

Dari situ, Jonathan mulai bergabung dengan grup Discord dari Disclosure dan mulai menciptakan banyak lagu hingga tercitpta ratusan, bahkan ribuan sampel. Dirinya juga sempat mengikuti beberapa kali lomba yang diadakan oleh Disclosure.

Produktivitas tersebut berhasil menghadirkan Yosaviano Santoso dan Karel William yang kemudian sepakat membentuk We Are Neurotic dengan format band pada 2020. Trio ini kemudian konsisten membawakan musik funk, disco dan house dilengkapi sentuhan jazz.

“Memang, sebelum pandemi juga dan di waktu yang sama saat band-nya sudah bubar kita sering datang ke sini (rumah mon) sekadar cuma nongkrong saja. Sampai akhirnya setuju untuk kembali bermusik dan menjalankan We Are Neurotic,” terang Yosaviano tentang awal dari We Are Neurotic.

Perjalanan We Are Neurotic pun akhirnya dimulai dengan mengeluarkan beberapa single yang dirilis secara internasional melalui label rekaman Gonya Entertaiment, Liztomania Records, hingga Super Spicy Records.

Dalam perjalanannya pun, beberapa kali We Are Neurotic berkesempatan untuk mengerjakan materi untuk film dokumenter yang tayang di HBO Max bertajuk The Beauty of Blackness dan kampanye untuk salah satu jenama ponsel pintar asal Korea Selatan Samsung Galaxy S23.

Baca juga:

Basboi Tutup Wall of Fades 2023 dengan Meriah

“Apa yang gue rasakan adalah semuanya berjalan secara organik saja, mulai dari penawaran untuk isi film dokumenter sampai ke iklan Samsung itu,” lanjut Jonathan.

Bila diperhatikan, materi-materi lagu untuk film maupun iklan tersebut hanya berdurasi sekitar 30-40 detik saja. Dirasa sayang bila tidak disempurnakan, We Are Neurotic akhirnya meracik kembali lagu-lagu tersebut menjadi lagu seutuhnya.

Jonathan Mono, Yosaviano Santoso, dan Karel William pun bergegas ke dapur rekaman dan menyelesaikannya. Terkumpul total delapan lagu untuk dijadikan sebuah album utuh dengan lirik berbahasa Indonesia.

“Untuk lirik kenapa bahasa Indonesia, karena saran dari teman-teman kami yang di luar akan terdengar lebih eksotis ketika orang-orang mendengar apa yang jarang mereka dengarkan. Sesimpel itu saja,” tambah Yosa.

Delapan trek di antaranya Mendung, Ambisi, Mentari, Hujan, Semesta, Cipulir Disco Funk, La La La dan Malam Bintang. Trek Cipulir Disco Funk dipilih sebagai fokus album ini sekaligus menjadi identitas We Are Neurotic yang berasal dari Jakarta Selatan.

Semntara untuk trek La La La, Yosaviano Santoso merasa lagu tersebut cocok untuk telinga orang Indonesia dan ternyata ia tidak salah. Adapun setiap lagu memiliki energi yang begitu besar tanpa menghilangkan benang merah funk, disco, dan house.

Dirilis pada Maret 2023, ada cerita lucu dibalik pemilihan tajuk You Are Not Even Close, di mana tajuk ini ternyata tercipta oleh teknologi artificial intelligence (AI) melalui software bernama R4VE.

“Awalnya itu gue lagi milih untuk font yang akan dipakai disampul eh secara otomatis tulisan acak yang keluar ‘You Are Not Even Close’ saat itu gue melihatnya langsung cocok saja, yang lain juga berpikir sama yaudah pakai judul itu,” tutur Jonathan.

Mulai dari reuni tak sengaja karena pandemi, kemudian menjalankan band dengan nama baru, hingga memutuskan untuk membuat album karena menyanyangkan materi yang sudah ada. Berbagai ‘kecelakaan’ itu kemudian berhasil menyatukan visi untuk menciptakan karya dari We Are Neurotic begitu terasa ajaib.

Album You Are Not Even Close menampilkan gambar yang lebih utuh dari musikalitas We Are Neurotic sejauh ini, dengan tambahan rasa Indonesia yang membedakan mereka dari musisi-musisi sejawat di seluruh belahan dunia. (Far)

Baca juga:

Gandeng MALIQ & D'Essentials, JBL Perkenalkan Tiga Varian Speaker Terbaru

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Eric Chou Rilis 'All For You', Lagu Penutup untuk 'Spider-Man: Brand New Day'
Eric Chou merilis 'All For You', lagu penutup versi Taiwan untuk Spider-Man: Brand New Day yang terinspirasi perjalanan hidup Peter Parker.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 26 Juli 2026
Eric Chou Rilis 'All For You', Lagu Penutup untuk 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
The Lantis Hidupkan Kembali '(Jangan Terlalu) Posessif' Naif dengan Sentuhan Groovy
The Lantis menghadirkan versi baru “(Jangan Terlalu) Posessif” milik Naif. Lagu yang menjadi salah satu inspirasi utama perjalanan musik mereka.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
The Lantis Hidupkan Kembali '(Jangan Terlalu) Posessif' Naif dengan Sentuhan Groovy
ShowBiz
J.Y. Park Comeback Setelah 6 Tahun lewat 'Wet', Jadi Anthem Waterbomb 2026
Setelah enam tahun, J.Y. Park kembali dengan lagu bertema musim panas lewat 'Wet'. Lagu ini menjadi anthem Waterbomb 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
J.Y. Park Comeback Setelah 6 Tahun lewat 'Wet', Jadi Anthem Waterbomb 2026
ShowBiz
Rasyiqa Hadirkan Interpretasi Baru 'Jangan Kau Lepas', Lagu Alexa Kembali Dihidupkan
Rasyiqa merilis 'Jangan Kau Lepas'. Lagu Alexa yang populer pada 2008 ini hadir dengan interpretasi dan sentuhan baru.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
Rasyiqa Hadirkan Interpretasi Baru 'Jangan Kau Lepas', Lagu Alexa Kembali Dihidupkan
ShowBiz
Jennie Buka Cerita tentang Hubungan Tanpa Status Lewat Single 'Less Than a Lover'
Jennie kembali dengan 'Less Than a Lover', lagu yang mengangkat kisah situationship atau hubungan tanpa status. Diperkuat lewat video musik bernuansa sinematik.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
Jennie Buka Cerita tentang Hubungan Tanpa Status Lewat Single 'Less Than a Lover'
ShowBiz
Melisa Darusman Rilis Album Debut 'Beda', Rekam Jejak Emosi dan Perjalanan Hidup
Melisa Darusman resmi merilis album debut 'Beda' yang berisi sembilan lagu tentang harapan, kehilangan, cinta, keberanian, dan berdamai dengan diri.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
Melisa Darusman Rilis Album Debut 'Beda', Rekam Jejak Emosi dan Perjalanan Hidup
ShowBiz
Dongker Rilis 'Lagu Selepas Hujan', Balada Reflektif Jelang Album 'Melankolia Radikal'
Dongker merilis “Lagu Selepas Hujan” pada 24 Juli 2026 sebagai single ketiga sekaligus penutup menuju album kedua 'Melankolia Radikal'.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
Dongker Rilis 'Lagu Selepas Hujan', Balada Reflektif Jelang Album 'Melankolia Radikal'
ShowBiz
Kanye West Resmi Gelar Konser 'Ye Live in Jakarta', Catat Tanggal dan Jadwal Penjualan Tiket
Kanye West dipastikan menggelar konser 'Ye Live in Jakarta' pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Simak jadwal penjualan tiketnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Kanye West Resmi Gelar Konser 'Ye Live in Jakarta', Catat Tanggal dan Jadwal Penjualan Tiket
ShowBiz
Lagu 'YAYAYA' Uno Laothong Viral, ini Lirik dan Maknanya
Pada bagian pembuka, YAYAYA menghadirkan nuansa sendu melalui lirik yang mengisahkan seseorang yang masih terjebak dalam kenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Lagu 'YAYAYA' Uno Laothong Viral, ini Lirik dan Maknanya
ShowBiz
RESCENE Rilis Special Single 'Pretty Girl', Angkat Pesan Percaya Diri dan Cinta Diri
RESCENE kembali dengan special single 'Pretty Girl'. Lewat lagu ini, girl group K-pop tersebut mengajak pendengar memaknai kecantikan sebagai keberanian.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
RESCENE Rilis Special Single 'Pretty Girl', Angkat Pesan Percaya Diri dan Cinta Diri
Bagikan