Kapolri Diminta Pastikan Anak Buahnya Tak Rendahkan Wibawa Polri

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 05 Desember 2021
Kapolri Diminta Pastikan Anak Buahnya Tak Rendahkan Wibawa Polri

Kapolri Jenderal Listyo S Prabowo, saat memberikan pengarahan kepada jajaran melalui konferensi video, di Jakarta, Rabu (24/11). ANTARA/HO-Polri

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Teguran Presiden Joko Widodo soal kebiasaan Kasatwil (Kepala Satuan Wilayah) 'sowan' ke ormas yang sering bikin keonaran patut diapresiasi.

Pengamat kepolisiam Gardi Gazarin menilai, pernyataan Presiden Jokowi ini harus menjadi perhatian serius Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga

Di Hadapan Para Kapolda, Jokowi Curhat Polisi Sowan ke Pelanggar Hukum sampai Hapus Mural

"Ini mesti mengaplikasikan ke seluruh jajarannya agar tidak merendahkan diri institusi dengan melakukan sowan kepada sosok-sosok ormas yang diungkapkan Presiden sering bikin keonaran,” kata Gardi pernyataan persnya di Jakarta, Minggu (5/12).

Ia menilai Kasatwil yang melakukan seperti disampaikan Presiden merupakan Kasatwil yang mencari aman untuk posisinya. Mestinya, Kasatwil, sebagaimana ujung tombak Kamtibmas di wilayah, tidak merendahkan diri Korps Bhayangkara.

Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) periode 2014-2016 ini menyatakan Kasatwil selain memegang komando Kamtibmas juga pembina ormas di wilayahnya.

"Jadi, yang harus menyambangi atau datang itu pimpinan ormas bukan sebaliknya Kasatwil yang menghadap ormas,” terang Ketua Indonesia Cinta Kamtibmas ini.

Menurut Gardi, Presiden Jokowi memiliki perhatian besar terhadap institusi seragam coklat guna menjaga wibawa Polri di mata masyarakat. “Kepolisian adalah milik Rakyat sebagai penegak hukum tegas dan humanis,” kata Gardi.

Baca Juga:

Waspada Omicron, Ini Saran Jubir Satgas COVID-19 UNS Solo kepada Pemerintah

Untuk itu, peringatan dari presiden jangan dianggap remeh apalagi mengabaikan. Sebab apapun pernyataan presiden diucapkan dengan pertimbangan untuk kebaikan institusi Polri.

“Dengan demikian Polri tidak merendahkan martabat institusi, dan kehilangan wibawa di mata masyarakat yang mengidamkan Polri Presisi,” tutup Gardi Gazarin.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memberikan arahan kepada Kepala Kepala Kesatuan Wilayah Polri dan TNI di Bali, Jumat (3/12). Dalam arahannya, Jokowi mempertanyakan kebiasaan kapolda hingga kapolres baru menyambangi petinggi ormas yang sering bikin keonaran.

Baca Juga:

Jokowi Kunjungi Bali Pantau Infrastruktur Sambut KTT G20

Jokowi kemudian melanjutkan dengan mengungkapkan dialognya dengan salah satu kapolres.

“Saya tanya ke kapolres. Kenapa bapak melakukan ini? supaya kotanya kondusif. Tapi apakah cara itu betul?,” tanya Jokowi.

Ia meminta Polri jangan menggadaikan kewibawaan dengan sowan kepada pelanggar hukum. "Polri harus memiliki kewibawaan,” kata Presiden. (Knu)

#Kapolri #Kapolri Listyo #Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Beri Arahan ke Kapolri: Ungkap Tuntas Penyadapan, jangan Ditutupi
Prabowo meminta agar proses hukum dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, secara objektif, dan transparan.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
Presiden Prabowo Beri Arahan ke Kapolri: Ungkap Tuntas Penyadapan, jangan Ditutupi
Indonesia
Polri Tegaskan Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Murni Ulah Oknum
Perkara dugaan penyadapan ilegal dan penghapusan data elektronik serta illegal access yang tengah diselidiki tidak berkaitan dengan kebijakan resmi Polri.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
Polri Tegaskan Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Murni Ulah Oknum
Indonesia
Tetapkan Oknum Jenderal Polisi jadi Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Polri: ini Upaya Bersih ke Dalam
Polri menegaskan penegakan hukum kasus itu sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang ingin institusi Polri bersih.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
Tetapkan Oknum Jenderal Polisi jadi Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Polri: ini Upaya Bersih ke Dalam
Indonesia
Pemberantasan Narkoba hingga Pembenahan Pelayanan Publik Jadi Ujian Program Baru Kapolri
Efektivitasnya akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan dan hasil yang dirasakan masyarakat.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Pemberantasan Narkoba hingga Pembenahan Pelayanan Publik Jadi Ujian Program Baru Kapolri
Indonesia
Kapolri Buru Pendana Jaringan Sabu 1,2 Ton di Aceh, Kembangkan Kasus hingga Medan
Penyidik masih mendalami keterkaitan kasus laboratorium gelap di Aceh dengan jaringan lain.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kapolri Buru Pendana Jaringan Sabu 1,2 Ton di Aceh, Kembangkan Kasus hingga Medan
Indonesia
Indonesia-China Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Negara, Tangkap 18 Orang
Pertukaran informasi intelijen dan koordinasi antaraparat menjadi bagian penting dalam membongkar jaringan narkoba.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Indonesia-China Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Negara, Tangkap 18 Orang
Indonesia
Wacana Larangan Total Vape di Indonesia, DPR Soroti Bahaya Narkoba Cair
Komisi III DPR mendukung usulan Kapolri untuk melarang total vape di Indonesia. Hal itu terkait temuan narkoba dalam liquid vape.
Soffi Amira - Sabtu, 24 Oktober 2026
Wacana Larangan Total Vape di Indonesia, DPR Soroti Bahaya Narkoba Cair
Indonesia
Kapolri Bongkar Celah Narkotika dalam Vape, Polri dan BNN Sulit Membedakan Cairannya
Kapolri mengatakan cairan narkotika dapat dikemas dalam cartridge vape dengan tampilan dan aroma yang menyerupai produk biasa.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Kapolri Bongkar Celah Narkotika dalam Vape, Polri dan BNN Sulit Membedakan Cairannya
Indonesia
Kapolri Dorong Larangan Total Vape, Sebut Jadi Pintu Masuk Narkotika
Perkembangan narkotika kini semakin mengkhawatirkan karena bentuknya telah berevolusi dari padat menjadi cair.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Kapolri Dorong Larangan Total Vape, Sebut Jadi Pintu Masuk Narkotika
Indonesia
Kapal Berbendera Mongolia Tertangkap Angkut 1 Ton Ketamin di Perairan Sumut, Identitasnya Diduga Disamarkan
Pergerakannya telah dipantau aparat sejak Agustus 2026 setelah terdeteksi menunjukkan aktivitas tidak biasa di Selat Malaka.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Kapal Berbendera Mongolia Tertangkap Angkut 1 Ton Ketamin di Perairan Sumut, Identitasnya Diduga Disamarkan
Bagikan