Kapolri Andalkan Rekayasa Lalu Lintas Hadapi 123 Juta Orang Pemudik
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Rakernas Korlantas. (Foto: Humas Polri)
MerahPutih.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memprediksi pemudik Lebaran tahun 2023 akan mengalami peningkatan pesat.
Berdasarkan hasil koordinasi bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub), masyarakat yang melakukan perjalanan mudik akan meningkat seiring kedaruratan pandemi COVID-19 menurun dan semakin terkendali.
“Sebentar lagi kita juga akan masuk pada Hari Raya Idul Fitri dan Pak Menhub kemarin sudah sampaikan hasil survei di tahun 2023 kali ini jumlah pemudiknya akan jauh lebih besar,” kata Kapolri dalam keterangannya, Rabu (15/3).
Baca Juga:
Syarat Naik Kereta Api Mudik Lebaran 2023, Usia 18 Tahun Wajib Booster
Menurut Listyo, tahun 2023 ini ada 123 juta yang akan mudik.
"Artinya tentunya kita bisa membayangkan bagaimana kalau rekayasa lalu lintas yang kita siapkan ke depan tidak kita laksanakan secara maksimal," ungkapnya.
Permasalahan utama yang menjadi fokusnya adalah kemacetan di jalan tol hingga alternatif. Kemudian kepadatan dari moda transportasi umum. Pada tahun lalu, masalah-masalah tersebut berhasil diatasi.
"Tahun ini, seiring dengan peningkatan pemudik, maka upaya antisipasi harus disiapkan dengan maksimal," terangnya.
Listyo mengimbau semua anggotanya melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait. Survei ke lapangan pun harus mulai intens dilakukan sekaligus menyiapkan rencana rekayasa lalu lintas.
“Intinya, baik pemudik yang menggunakan jalur tol, maupun jalur arteri, semuanya harus merasakan pelayanan yang maksimal,” pungkasnya.
Baca Juga:
303 Perjalanan Kereta Api Tambahan untuk Mudik Lebaran, Berikut Daftarnya
Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Firman Shantyabudi memastikan, kesiapan rekayasa lalu lintas untuk arus mudik dan arus balik Idul Fitri tahun ini semakin dimatangkan. Kemacetan dan kecelakaan menjadi dua hal yang sangat perlu diantisipasi.
Menurut Kakorlantas, pihaknya telah melakukan survei dan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan rekayasa lalu lintas apabila terjadi kepadatan dan kecelakaan di jalur mudik.
Menurut Firman, penempatan posko-posko mudik juga sedang dalam proses pematangan. Titik rawan kepadatan dan kecelakaan menjadi tolok ukur pertimbangan penempatan posko mudik dan personel.
“Jadi, antisipasi kerawanan, titiknya di mana, jumlah posko, ketersediaan anggota, sangat kami pikirkan dengan berkoordinasi bersama stakeholder terkait,” ujar dia. (Knu)
Baca Juga:
Polantas Siap Amankan Agenda Strategis Nasional hingga Pengamanan Mudik 2023
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Memohon ke Presiden Prabowo Agar Sahkan RUU Perampasan Aset dan Segera Hukum Mati Koruptor
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Haruskan Pada 2026 Ojol Wajib Beli Motor Listrik agar Tidak Jadi Beban Subsidi
[HOAKS atau FAKTA]: Menteri ESDM Bahlil Minta PLN Naikkan Harga Token Listrik agar Rakyat Belajar Berhemat
Aparat Diminta Pahami Antara Kritik, Ujaran Kebencian dan Hoaks
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua DPR Puan Maharani usul Pajak Dinaikan agar Uangnya Bisa Bantu Korban Bencana, Menkeu Purbaya Langsung Menolak
[HOAKS atau FAKTA]: Indra Sjafri Latih Timnas Sepak Bola Malaysia demi Balaskan Dendam ke PSSI yang Sudah Memecatnya
[HOAKS atau FAKTA]: Gempar! Keputusan PBB Langkahi Indonesia Tetapkan Status 'Bencana Internasional' di Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Momen Pergantian Tahun Baru, PT Pertamina Bagi-Bagi Duit Rp 1,5 Juta untuk Masyarakat