Kapolres Mimika: Tiga Ratusan Karyawan Freeport Sudah Dirumahkan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 16 Februari 2017
Kapolres Mimika: Tiga Ratusan Karyawan Freeport Sudah Dirumahkan

Sejumlah haul truck dioperasikan di area tambang PT Freeport Indonesia. (Antara Foto/Muhammad Adimaja)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kapolres Mimika, Papua AKBP Victor Dean Mackbon mengatakan lebih dari 300 karyawan PT Freeport Indonesia dan sejumlah perusahaan privatisasi dan kontraktornya telah dirumahkan menyusul belum adanya keputusan perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga, emas dan perak dari pemerintah.

"Berdasarkan data yang kami terima sampai hari ini sudah sekitar 300-an orang yang dirumahkan. Tentu ini akan berkembang terus," kata Victor di Timika, Kamis (16/2).

Menurut dia, keputusan manajemen Freeport untuk merumahkan ratusan karyawan tersebut karena sejak 12 Januari perusahaan tambang itu tidak lagi mendapatkan izin ekspor dari pemerintah.

Karyawan yang dirumahkan diprioritaskan kepada tenaga kerja asing (expatriat), karyawan senior dan karyawan yang sakit-sakitan.

"Terkait permasalahan ini tentu yang bisa menjelaskan yaitu pihak manajemen Freeport sendiri. Kami dari kepolisian hanya bisa memberikan imbauan-imbauan dan membuka ruang komunikasi antara manajemen Freeport dengan masyarakat agar proses yang sedang terjadi bisa diselesaikan secara baik," jelas Victor.

Buntut dari belum terbitnya izin ekspor konsentrat tembaga, emas dan perak kepada PT Freeport, operasional tambang terbuka Grasberg, tambang bawah tanah (underground) diketahui sudah tidak lagi beroperasi aktif sejak 10 Februari 2017.

Hal itu dilakukan mengingat Freeport hanya bisa menyuplai 40 persen dari produksi konsetrat tembaga, emas dan peraknya ke perusahaan pengolahan PT Smelting di Gresik, Jawa Timur.

Selama Freeport mendapat izin mengekspor kensentrat tembaga, emas dan perak dari pemerintah (diperpanjang setiap enam bulan sejak 2014), perusahaan itu mengekspor 60 persen hasil produksinya ke berbagai negara.

Namun sejak 12 Januari 2017, pemerintah tidak lagi memberikan izin ekspor kepada PT Freeport.

Pihak Freeport telah menyetujui mengubah kontraknya dengan pemerintah dari rezim kontrak karya ke Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Meski demikian, hingga kini manajemen Freeport sedang melakukan negosiasi dengan pemerintah untuk mendapatkan izin ekspor konsentrat.

Sumber: ANTARA

#Freeport #Mimika
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Freeport McMoRan Berencana Ajukan Perpanjangan Izin Tambang Usai Rampungkan Pembangunan Smelter
Tanpa perpanjangan hingga tahun 2061, Freeport khawatir investasi besar-besaran yang mereka tanamkan tidak akan optimal
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Januari 2026
Freeport McMoRan Berencana Ajukan Perpanjangan Izin Tambang Usai Rampungkan Pembangunan Smelter
Indonesia
Dapat Sinyal IUPK Diperpanjang, Freeport Janji Kasih 12% Saham ke MIND ID 16 Tahun Lagi
Indoensia telah memberi sinyal memperpanjang izin usaha pertambangan khusus (IUPK) Freeport dalam waktu dekat ini.
Wisnu Cipto - Senin, 24 November 2025
Dapat Sinyal IUPK Diperpanjang, Freeport Janji Kasih 12% Saham ke MIND ID 16 Tahun Lagi
Indonesia
Freeport Indonesia Bakal Produksi Emas 43 Ton, Pendapatan Negara Rp 100 Triliun Per Tahun
Dengan asumsi harga komoditas yang tetap tinggi, diproyeksikan akan bisa melebihi USD 6 miliar per tahun atau hampir Rp 100 triliun per tahun.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 November 2025
Freeport Indonesia Bakal Produksi Emas 43 Ton, Pendapatan Negara Rp 100 Triliun Per Tahun
Indonesia
Saham Indonesia di PT Freeport Bakal Bertambah, Pemerintah Bakal Punya Kendali Lebih Besar
Manfaat ekonomi paling nyata akan muncul dari peningkatan porsi dividen dan pajak yang diterima pemerintah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Oktober 2025
Saham Indonesia di PT Freeport Bakal Bertambah, Pemerintah Bakal Punya Kendali Lebih Besar
Indonesia
4 Jasad Korban Longsor Freeport Diterbangkan ke Jakarta, Termasuk 2 Ekspatriat
Dua korban atas nama Victor Manuel Bastida Ballesteros merupakan pekerja ekspatriat asal Chili dan Balisang Telile merupakan pekerja ekspatriat asal Afrika
Wisnu Cipto - Senin, 06 Oktober 2025
4 Jasad Korban Longsor Freeport Diterbangkan ke Jakarta, Termasuk 2 Ekspatriat
Indonesia
Hampir Sebulan Terjebak Longsor, 5 Pekerja Freeport Ditemukan Semua Sudah Jadi Mayat
Senin (6/10) dini hari, lima pekerja yang terakhir berhasil dievakuasi ditemukan semuanya dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Tembagapura.
Wisnu Cipto - Senin, 06 Oktober 2025
Hampir Sebulan Terjebak Longsor, 5 Pekerja Freeport Ditemukan Semua Sudah Jadi Mayat
Indonesia
Tim Evakuasi Diperkirakan Sampai ke Titik 5 Pekerja Terjebak Longsor Freeport 4-5 Hari Lagi
Tim evakuasi masih kesulitan mencapai lokasi karena kondisi di lapangan yang sulit untuk ditembus akibat timbunan longsor lumpur bijih basah.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Oktober 2025
Tim Evakuasi Diperkirakan Sampai ke Titik 5 Pekerja Terjebak Longsor Freeport 4-5 Hari Lagi
Indonesia
Setelah 3 Pekan, Lokasi 5 Pekerja Terjebak Longsor Freeport Berhasil Ditemukan
Meski posisi korban sudah berhasil dipetakan, tim evakuasi masih kesulitan mencapai lokasi karena kondisi di lapangan yang sulit untuk ditembus.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Oktober 2025
Setelah 3 Pekan, Lokasi 5 Pekerja Terjebak Longsor Freeport Berhasil Ditemukan
Indonesia
Fokus Pencarian Korban, Freeport Hentikan Operasi Tambang Grasberg
PTFI telah berhasil mengidentifikasi lokasi kelima orang yang masih terjebak
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Oktober 2025
Fokus Pencarian Korban, Freeport Hentikan Operasi Tambang Grasberg
Indonesia
Indonesia Raih Tambahan Divestasi 12 persen Saham Freeport Gratis, Total Kepemilikan Saham di PTFI Capai 63 Persen pada 2041
CEO Danantara Rosan Roeslani umumkan Freeport setuju lepas tambahan 12% saham ke Indonesia secara gratis. Total kepemilikan RI di PTFI jadi 63% pada 2041, disertai komitmen bangun 2 RS dan 2 Universitas di Papua
Angga Yudha Pratama - Selasa, 30 September 2025
Indonesia Raih Tambahan Divestasi 12 persen Saham Freeport Gratis, Total Kepemilikan Saham di PTFI Capai 63 Persen pada 2041
Bagikan