Kantor Imigrasi Medan Pindahkan Ratusan Pengungsi dan Pencari Suaka

KaptenKapten - Jumat, 07 April 2017
 Kantor Imigrasi Medan Pindahkan Ratusan Pengungsi dan Pencari Suaka

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Sebanyak 513 orang imigran pengungsi dan pencari suaka yang berada di tujuh comunity house (asrama) wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan diserahkan tanggung jawab dan pengawasannya ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan.

Kepala Kantor Imigrasi Medan Lilik Bambang Lestari mengatakan, penyerahan tugas dan tanggung jawab itu berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 125/2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri.

"Kita menyerahkan tugas tanggung jawab dan pengawasan keimigrasian para pengungsi dan pencari suaka yang berada di tujuh titik asrama wilayah kerja Imigrasi Kelas Khusus Medan, dengan total jumlah 513 orang," katanya, Jumat (7/4).

Ia menambahkan, pihaknya juga akan menyerahkan aplikasi community house yang selama ini dikelola untuk penanganan pengungsi dan pencari suaka. Fungsinya adalah agar seluruh informasi terbaru yang ada di tujuh titik itu diketahui.

"Tugas, tanggung jawab dan pengawasan merupakan masing-masing instansi punya keterikatan. Pemerintah daerah bertanggung jawab dalam hal pengelolaan, kepolisian terkait pengamanan dan rudenim tentang pengawasan keimigrasiannya," ucapnya.

Plt Kadiv Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara (Kemenkumham Sumut) I Sabarita Ginting, menambahkan jumlah imigran pengungsi dan pencari suaka di provinsi ini sebanyak 2.322 orang. Para imigran itu, berasal dari Iran, Irak, Somalia, Pakistan, Eritrea, Myanmar, Bangladesh, Srilanka, Suriah.

"Jumlah itu, pengungsi dan pencari suaka itu, tersebar di 21 asrama yang ada di Sumut. Dan terbagi tujuh asrama di bawah naungan Kantor Imigrasi Medan dan 14 lagi di Kantor Imigrasi Polonia. Paling terbanyak berasal dari Somalia dan Myanmar," ucapnya.

Disebutkannya, saat ini penyerahan baru dilakukan Imigrasi Medan. Selanjutnya, kata Sabarita, pengawasan tugas dan tanggung jawab juga diserahkan Kantor Imigrasi Polonia ke Rudenim Medan.

"Semuanya tanggung jawab rudenim dalam pengawasan keimigrasian dan pengamanan tetap kepolisian. Jika ada keperluan mendesak pengungsi dan pencari suaka akan disampaikan ke Direktorat Jenderal Imigrasi sesuai apa yang diminta," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Rudenim Medan Purbanus Sinaga mengaku siap menjalankan tugas dan tanggung jawab yang berada di wilayah kerjanya ini.

Kendati terjadi over kapasitas di rudenim, pihaknya akan mencari solusi dengan berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkumham untuk perbaikan. "Kami tetap berkoordinais dengan Kanwi Kemenkumham dan Imigrasi, solusi apa jika terjadi penambahan. Bukan berarti tidak ada solusi," jelasnya.

Berita ini merupakan laporan dari Amsal Chaniago, kontributor merahputih.com untuk wilayah Medan dan sekitarnya. Baca juga berita lain dari Medan di: Mantan Calon Wakil Wali Kota Medan Bersaksi Untuk Ramadhan Pohan

#Kota Medan #Sumatera Utara #Pengungsi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Kapten

Kapten Merah Putih
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Indonesia
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Sumatera Utara, Ada Potensi Bencana Hidrometeorologi
BMKG keluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan ke depan.
Frengky Aruan - Senin, 07 September 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Sumatera Utara, Ada Potensi Bencana Hidrometeorologi
Indonesia
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Kemenkes mencatat 9.668 kasus ISPA pada warga terdampak gempa NTT sejak 15-26 Agustus 2026. Lebih dari 185 ribu warga masih berada di pengungsian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Indonesia
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat
Ratusan pengungsi gempa Nagekeo, NTT, mengalami ISPA, gastritis, flu, dan batuk. Hingga 24 Agustus, 400 warga dirawat di Posko Kesehatan Darurat.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat
Indonesia
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Sikka, yang difungsikan sebagai posko pengungsian dan memastikan kondisi anak-anak aman.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana
Indonesia
Pertamina Tambah 10 Mobil Tangki Buat Normalkan Pasokan BBM di Sumatera Utara
Peningkatan kebutuhan BBM dalam beberapa hari terakhir di Medan naik sekitar 5–10 persen dibandingkan rata-rata harian.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Juli 2026
Pertamina Tambah 10 Mobil Tangki Buat Normalkan Pasokan BBM di Sumatera Utara
Indonesia
Pertamina Klaim Pasokan BBM ke SPBU di Sumut Berangsur Normal
Di samping upaya percepatan distribusi, Pertamina Patra Niaga juga memperketat pengawasan di seluruh rantai penyaluran BBM.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Pertamina Klaim Pasokan BBM ke SPBU di Sumut Berangsur Normal
Indonesia
Bobby Nasution Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM di Sumut, Gara-gara Mogok Massal?
Kelangkaan BBM di Sumut ternyata dipicu mogok massal sopir truk. TNI dan Polri pun siap pantau distribusi BBM ke SPBU.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Bobby Nasution Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM di Sumut, Gara-gara Mogok Massal?
Indonesia
Pengungsi Kembali Ngemper di Kantor UNHCR Jakarta, Mereka Bawa Bantal
Pengungsi tiduran di tepi jalan dengan menggunakan karpet. Barang-barang yang ada di sekitar mereka, yakni tas, galon berisi air mineral serta bantal.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
Pengungsi Kembali Ngemper di Kantor UNHCR Jakarta, Mereka Bawa Bantal
Olahraga
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Wilayah Sumatera Utara Diguyur Hujan Ringan hingga Lebat Kamis, 11 Juni 2026
Hampir sebagian besar ilayah Sumatera Utara diguyur hujan sejak siang hingga sore.
Frengky Aruan - Rabu, 10 Juni 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Wilayah Sumatera Utara Diguyur Hujan Ringan hingga Lebat Kamis, 11 Juni 2026
Bagikan