Headline

Kabar Gembira, Uni Eropa Cabut Larangan Terbang di Papua

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 14 Januari 2018
Kabar Gembira, Uni Eropa Cabut Larangan Terbang di Papua

Petugas evakuasi pesawat kargo jenis boeing 737-301F dengan kode PK-YGG milik maskapai penerbangan Tri-MG Asia Airlines yang tergelincir di Bandara Wamena, Wamena (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Larangan terbang untuk Papua bakal dicabut Uni Eropa. Sebelum Uni Eropa menerapkan EU Ban bagi maskapai Indonesia ke Benua Eropa dengan titik asesmen Papua.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Agus Santoso menyatakan Uni Eropa akan menguji penerbangan di Papua dalam rangka upaya pencabutan larangan terbang (EU Ban) bagi maskapai-maskapai Indonesia ke Benua Eropa.

Agus Santoso mengatakan Papua adalah daerah yang dipilih oleh tim audit keselamatan penerbangan Uni Eropa yang akan dilaksanakan pada Maret 2018.

"Kita sudah meraih Kategori 1 Federal Aviation Administration, saatnya kita menagih pencabutan larangan EU Ban ke Eropa selama 10 tahun ini. EU memberikan syarat tambahan lagi, yaitu titik asesmen di Papua," kata Agus di Jakarta, Minggu (14/1).

Untuk itu, Agus sebagaimana dilansir Antara mengatakan pihaknya harus mempersiapkan dengan sebaik-baiknya mengingat kondisi geografis Papua yang dinilai cukup sulit untuk penerbangan karena area pegunungan.

Aspek-aspek yang akan dinilai, dia menyebutkan, di antaranya regulasi, bandara, maskapai, kelaikudaraan dan lainnya.

"Kami sudah sampaikan kepada maskapai ada atau tidaknya tes ini, tetap dilakukan 'ramp check', dan operator harus paham bahwa kita bukan mencari-cari kesalahan, tapi operator dan regulator harus sinergi karena kami perlu timbal-balik tentang keselamatan penerbangan di Indonesia," katanya.

Agus menuturkan alasan Uni Eropa ingin melakukan audit di Papua, yaitu jumlah bandara di Papua adalah sepertiga dari jumlah bandara di Indonesia.

Selain itu, agar Papua dikembangkan seperti bandara-bandara di wilayah Indonesia bagian Barat lainnya.

" Puluhan tahun lalu itu Papua dianggap 'remote area', jauh dari Jakarta dan tidak tersentuh inspektur, kami harus terbang minimal lima jam dulu jadi dianggap kurang diperhatikan oleh regulator," katanya.

Maskapai-maskapai yang akan diperiksa, yaitu maskapai Lion Group, Sriwijaya dan lainnya.

Untuk bandara atau "air strip" sendiri, dia menambahkan akan dibenahi karena ketika dahulu dibangun belum memenuhi standar.

"Air strip seadanya, arah landasan pacunya salah, tapi kami sudah mempelajari akan membuat komparasi seperti kondisi di Alaska," katanya.

Agus Santoso mengatakan apabila lolos audit EU Ban, maka seluruh maskapai bisa terbang ke Benua Biru itu.

"Namun, meskipun belum tentu semua maskapai akan membuka rute ke Eropa, tujuannya adalah nama baik Indonesia," kata Agus.(*)

#Uni Eropa #Papua #Kemenhub
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Karhutla di Kalimantan dan Sumatera Masih Bikin Puluhan Penerbangan Dibatal
Penumpang diminta memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai dan bandara karena jadwal dapat berubah sewaktu-waktu
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Oktober 2026
Karhutla di Kalimantan dan Sumatera Masih Bikin Puluhan Penerbangan Dibatal
Indonesia
Kemenhub Pantau Dampak Penutupan Bandara Riyadh, Sejumlah Penerbangan Dibatalkan
Kemenhub memantau dampak penutupan Bandara Riyadh hingga 17 Oktober 2026. Qatar Airways dan Emirates membatalkan sejumlah penerbangan. Simak imbauan bagi penumpang.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Kemenhub Pantau Dampak Penutupan Bandara Riyadh, Sejumlah Penerbangan Dibatalkan
Indonesia
Kemenhub Ungkap Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Wings Air Paling Banyak Pembatalan
Sebanyak 226 penerbangan Wings Air dibatalkan selama periode 11 Agustus hingga 9 Oktober 2026 akibat gangguan operasional yang dipicu kabut asap.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Kemenhub Ungkap Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Wings Air Paling Banyak Pembatalan
Indonesia
Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, 1.673 Penerbangan Domestik Terdampak
Karhutla dan kabut asap berdampak pada 1.673 penerbangan domestik. Simak daftar 6 bandara terdampak dan penjelasan Kemenhub soal hak penumpang.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, 1.673 Penerbangan Domestik Terdampak
Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Taman Nasional Tesso Nilo
Sekitar 20 menit pasca-kelahiran, bayi gajah tersebut sudah menunjukkan refleks serta kekuatan fisik yang baik dengan mampu berdiri tegak dan menopang tubuhnya secara mandiri.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Taman Nasional Tesso Nilo
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Bagikan